Sejarah pengkafiran sesama muslim bukan bermula dari perbedaan keyakinan tetapi lebih pada perbedaan politik dalam Islam Dalam sejarah Islam awal tidak pernah ditemukan budaya takfiri mengkafirkan sesama muslim karena perbedaan pemikiran dan pandangan dalam berijtihad Takfiri muncul pertama kali gara gara persoalan politik dari proses tahkim antara Ali bin Abi Thalib dan Mu awiyah Kelompok yang tidak sepakat dengan proses tahkim inilah yang memulai tradisi takfiri sesama muslim Pada perkembangan berikutnya muncul sejumlah hadist palsu dengan tujuan mencaci maki dan mendukung kelompok kepentingan dalam politik Tafsir ayat menjadi alat politik untuk menjustifikasi posisi kelompok masing masing Sepertinya ulangan sejarah ini akan kembali Gara gara perbedaan politik orang akan mudah menyalahkan dan mengkafirkan sesama muslim Dalam kontestasi politik di Indonesia misalnya modus ini muncul untuk menjegal kelompok lain dengan membawa Islam Salah satu contoh yang sangat mencolok misalnya istilah anti Islam yang mendadak populer akhir akhir ini Sebenarnya semangatnya sama antara dengan menghujat kafir terhadap kelompok lain dengan menyebut anti Islam Esensinya sama sama mendudukan bahwa pihak tertuduh sedang mengingkari melawan dan memusuhi Islam Penggunaan istilah saja yang berbeda tetapi sama sama menghujat Kata anti merupakan kata yang terikat yang bermakna melawan menentang dan memusuhi Apabila kata ini digabungkan menjadi anti Islam berarti orang atau kelompok yang melawan menentang dan memusuhi Islam baik ajaran dan umatnya Kata padanan untuk anti Islam sebagai kelompok yang menentang melawan memusuhi dan mengingkari adalah kata kafir Baca juga Tugasmu Berdakwah Bukan Memberi HidayahKalimat kafir digunakan dalam Islam memang beragam dari mengingkari ajaran Allah mendustakan kenabian dan menutup diri dari keimanan Islam Pengertian kafir secara akidah ini misalnya diterapkan pada kondisi di Makkah sebelum hijrah Sementara kafir pada masa Madinah digunakan untuk mereka yang mengingkari perjanjian dengan Islam menolak Islam memusuhi Islam dan melawan komunitas Islam di Madinah Dengan demikian sesungguhnya menyebut orang atau kelompok sebagai anti Islam sama saja sebagai bentuk halus dengan menyebutkan sebagai kafir dalam arti memusuhi melawan dan mengingkari ajaran dan umat Islam Orang yang menjustifikasi orang lain dan kelompok sebagai anti Islam tanpa bukti nyata sesungguh telah melakukan pendzaliman terhadap saudaranya sendiri sama muslim Sejarah munculnya slogan anti Islam di Indonesia sebenarnya sama dengan tradisi munculnya takfiri terhadap sesama muslim yang dimulai oleh perbedaan politik Anti Islam dilekatkan pada korang bahkan pemerintahan yang dalam benak mereka memusuhi umat Islam Padahal elemen untuk menjustifikasi orang atau pemerintah anti Islam tidak lebih sebagai propaganda politik dan itu sangat membahayakan Kejamnya Penyebutan Kafir dan Anti Islam terhadap Sesama MuslimSejatinya kalau umat Islam saat ini mengetahui bahaya sebutan kafir terhadap sesama muslim juga harus segera menyadari sebutan anti Islam terhadap orang Islam itu sendiri Bahkan sungguh fatal juga mengatakan pemerintah anti Islam dengan berbagai kebijakan yang masih menghormati Islam Jangan karena perbedaan pilihan politik slogan anti Islam yang sama bahayanya dengan sebutan kafir mudah dilayangkan Anti Islam akhirnya adalah alat legitimasi berbasis keagamaan seperti khawarij yang menggunakan ayat qur an karena ketidakpuasaannya dengan politik Ali dan Muawiyah Apakah umat saat ini tidak menyadari kejamnya menuduh orang lain kafir Kejamnya menuduh kafir sesama muslim bahkan diibarakan Nabi seperti membunuh Nabi bersabda dengan tegas Dan melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhya dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya HR Bukhari Melabeli orang sesama muslim dengan kafir sementara ia masih mengucapkan syahadat menunaikan shalat dan mengerjakan perintah agama lainnya merupakan perbuatan yang sanga kejam Kekejaman penyebutan kafir terhadap sesama muslim sekejam peyebutan anti Islam terhadap orang yang tidak memusuhi Islam Nabi pun telah memperingatkan bahwa Barangsiapa memanggil dengan sebutan kafir atau musuh Allah padahal yang bersangkutan tidak demikian maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh HR Bukhari Muslim Orang yang rajin mengkafirkan orang lain sesungguhya apa kembali pada penuduhnya Orang yang mudah mengatakan orang lain anti Islam sebenarnya ia telah bertindak anti Islam Berdasarkan prinsip kehati hatian yang terkandung dalam Hadits di atas maka para ulama berhati hati untuk menjatuhkan vonis kafir kepada sesama Muslim Selama ia masih mengucapkan syahadat dan menengakkan ajaran Islam tidak boleh ada kata kafir Hal yang sama umat Islam di Indonesia harus hati hati dengan takfiri halus yang sering menyebut orang lain anti Islam Wallahu a lam

Tinggalkan Balasan