Politik Kafir
Politik Kafir

Dari Dulu, Saling Bunuh dan Tuduhan Kafir Sesama Muslim Itu karena Politik

Jika kita belajar dari ragam konflik di Timur Tengah yang melibatkan sesama muslim itu karena politik. Sebuah negara diwarnai dengan komplotan pemberontak bersenjata yang memiliki kepentingan untuk berkuasa. Politik telah memecah belah persatuan dan persaudaraan umat Islam dalam suatu negara.

Bukan politik! Itu adalah bagian dari pertikaian antara kelompok sunni yang radikal dan Syiah yang radikal. Jika memang pertarungannya masalah dua kelompok besar itu, jelas dua kelompok itu lahir bukan semata karena perbedaan teologis, tetapi sarat dengan kepentingan politik. Konflik perkepanjangan antara Sunni – Syiah berawal dari gejolak politik yang hingga akhir ini tidak pernah reda. Karena politik itu pula, sesama muslim bisa mengkafirkan seperti yang dilakukan oleh sempalan yang bernama Khawarij.  

Dalam catatan sejarah Islam, betapa persoalan politik menjadi pemicu munculnya sekte-sekte dalam Islam. Bukan hanya di era moderen ini umat Islam terpecah karena politik, sejak dahulu pertikaian, pembunuhan, fitnah dan tuduhan kafir lahir karena politik.

Ketika Sayyidina Usman bin Affan wafat dibunuh akibat protes umat Islam atas kebijakannya. Karena kematian Khalifah ketiga ini, lahir perang Jamal yang antar dua kubu umat Islam. Perang ini telah mengakibatkan hilangnya sahabat-sahabat yang mulia dari kedua belah pihak yang masing-masing kehilangan sekitar 5000 orang. Sekali lagi karena politik!

Seperti Khalifah Usman, Sayyidina Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah keempat juga terbunuh di tangan pemuda yang hafal al-Quran yang beraliran Khawarij. Pembunuhan Ali bin Abi Thalib telah menambah nama sahabat yang tewas akibat perbedaan politik yang kadangkala mengatasnamakan agama.

Tentu itu adalah bagian dari sejarah Islam yang harus dipelajari untuk tidak terulang kembali. Sejarah umat Islam memang tidak hanya penuh cerita keemasaan sang Khalifah, tetapi juga penuh dengan darah antar sesama muslim karena perbedaan politik. Sekali lagi karena politik, sekte Khawarij berani mengikrarkan bid’ah terbesar dalam sejarah Islam dengan mengkafirkan sesama muslim.

Baca Juga:  Ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib Diuji tentang Ilmu dan Harta

Apakah hari ini karena politik sesama muslim bisa bertikai? Apakah sesama muslim hari ini bisa saling mengkafirkan?

Tergantung bagaimana kita mempelajari sejarah. Apakah kita ingin mengulangi terus menerus bahkan menjadikan sejarah itu sebagai pembenaran? Atau kita segara arif menyadari bahwa perbedaan politiklah yang menyebabkan umat Islam saling tercerai dan saling mengkafirkan.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Farhah Salihah

Avatar