Ketika kembali ke era sebelum Romawi bendera yang kita kenal saat ini yang berwarna warni dan memiliki makna tersendiri bagi setiap negara tidak di temukan di era era kuno meskipun demikian masyarakat pada era era itu telah menggunakan simbol simbol tersendiri untuk memberikan tanda batasan tanda tempat dan tanda kawasan Masyarakat di jaman itu cenderung menggunakan simbol simbol binatang atau burung sebagai pertanda satu komunitas Begitu juga ketika seseorang bepergian dalam bentuk rombongan mereka biasanya menggunakan tongkat tongkat kemudian pada ujungnya memasang lambang lambang binatang yang menunjukkan asal kafila atau rombongan tersebut atau simbol burung yang dipasang di ujung tongkat sehingga seseorang dapat mengenal bahwa rombongan tersebut berasal dari satu tempat tertentu Di zaman Mesir kuno Ramsis memiliki kesukaan untuk memasang simbol simbol binatang di setiap istana mereka sebagai pertanda bahwa istana tersebut adalah milik kerajaan atau memasang satu tiang di satu tempat kemudian memasang lambang binatang atau burung di ujung tiang tersebut sebagai bukti batasan wilayahnya Demikian pula pada dinasti dinasti kuno lainnya seperti di China dan India juga cenderung menggunakan simbol simbol yang terdiri dari binatang atau burung sebagai pertanda dan sebagai kekhususan bagi setiap komunitas dan kerajaan Bahkan dalam catatan sejarah Arab jahiliyah juga cenderung menggunakan simbol simbol berupa binatang atau burung sebagai pertanda batasan batasan wilayah setiap suku yang dipasang di beberapa tempat Istilah bendera yang terdiri dari kain mulai digunakan pada era emperium Romawi yang dipasang di satu tongkat kemudian dijadikan sebagai pemandu dalam setiap barisan pasukannya khususnya ketika para pemimpin pemimpin mereka menuju satu tempat untuk menaklukkan satu daerah Di istana istana mereka tidak ditemukan bendera seperti yang kita kenal saat ini akan tetapi mereka juga menggunakan simbol simbol binatang atau burung di istana mereka sebagaimana yang dilakukan oleh orang orang terdahulu Penggunaan kain kemudian ditulis dengan untaian kalimat atau gambar binatang tertentu sebagai bendera juga oleh pasukan Romawi saat mereka ingin berperang Kebiasaan inilah kemudian ditiru oleh bangsa bangsa pada saat itu setelahnya sebagai pertanda darimana dia berasal dan kepada siapa mereka berafiliasi Metoda ini juga mulai digunakan oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menandai batasan batasan wilayahnya dan otoritasnya dan sebagai penuntun untuk menuju satu arah Melalui kain kain yang dipasang disetiap tiang dan tempat seseorang dapat mengetahui bahwa wilayah tersebut adalah milik suatu kaum atau suku dan klan dan dengan tiang tiang tersebut seseorang juga dapat mengetahui ke arah mana mereka harus berjalan Penggunaan tanda tanda tersebut bukanlah sesuatu yang dianggap sakral tetapi lebih sebagai marka marka suatu kaum atau komunitas atau juga sebagai marka marka perbatasan atau penunjuk menuju suatu lokasi sehingga dengan mudah seseorang dapat mengenal arah kemana harus mereka berjalan Tidak ada yang spesifik pada tiang tiang dan kain kain tersebut pada satu komunitas Ia tidak lebih sebagai marka marka saja untuk menunjukkan identitasnya dan wilayahnya Ketika Islam datang umat Islam juga menggunakan metoda itu khususnya saat perang sehingga pasukannya dapat mengenal barisanya dan tidak masuk dalam barisan lawan Mereka juga menulis kalimat kalimat tersendiri dalam kain itu apakah di pasang di tiang atau pada pengikat kepala sebagai tanda sandi operasi Tidak menutup kemungkinan bahwa tulisan tulisan yang ditulis disetiap kain atau pengikat kepala pada saat itu yang kita kenal saat ini sebagai bendera adalah sebagai sandi operasi sehingga pasukan dengan mudah mengenal kawan dan lawannya Pada zaman Rasulullah Saw umat Islam juga menggunakan metoda itu pada saat perang kadang menggunakan warna hitam kadang juga warna putih dengan menulis kata kalimat tauhid Rasulullah dan sahabat sahabatnya menggunakan bendera itu pada saat perang saja sementara dalam kondisi tidak perang mereka tidak menggunakannya Para sahabat tidak memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang sangat vital sebagaimana halnya urusan ibadah dan umat lainnya karena keduanya hanya digunakan saat perang saja Sahabat hanya focus menjalankan ritual ritual ibadah dan membantu Rasulullah dalam menjalankan roda pemerintahan pada saat itu Oleh karena itu hadis hadis yang terkait dengan bendera Rasulullah juga masih dipertantangkan oleh para ulama walaupun terdapat hadis sahih yang menceritakan hal tersebut Namun perlu diketahui bahw bendera pertama yang digunakan oleh Rasulullah saw sama sekali tidak bertuliskan apapun yaitu ketika Rasulullah Saw tiba di Madinah dari Mekkah seorang sahabat dari kaum Anshor mengambil sorbannya kemudian menutupkan ke kepala Rasulullah Saw untuk menghindarkan dari terik matahari Namun Rasulullah Saw justru mengambil sorban itu dari kepalanya kemudian mengibar ngibarkannya sambil berjalan memasuki kota Madinah Setelah Rasulullah Saw meninggal dan kemudian Abu Bakar menjadi Khalifa ia memilih warna hijau sebagai warna kesukaannya dan selanjutnya Khalifa Ali Bin Thalib memilih warna hitam Setelah Ali meninggal kemudian umat Islam terpecah pecah ke dalam beberapa kubu termasuk khawarij dan Alawiyyin mereka masing masing menggunakan warna yang berbeda beda kemudian menulis dengan berbagai bentuk kalimat dan simbol simbol tersendiri yang antara satu dengan yang lain berbeda bahkan diantaranya ada yang menggunakan simbol simbol burung Pada era Umawiyah ia memilih warna putih dan hijau sebagai ciri khasnya Putih berarti bersih dan jernih dan hijau berarti Islam Sementara pada era Khilafa Abbasiyah mereka menggunakan warna hitam sebagai lambang keperkasaan atas musuh musuhnya dan juga memiliki bendera bendera warna emas yang juga sering ditampilkan Pada era Khilafa Fathimiyah di Mesir ia kembali menggunakan warna hijau sebagai bendera resminya Sementara Salahuddin Al Ayyubi ketika memobilisasi pasukannya pada saat perang Salib untuk membebaskan Palestina ia menggunakan warna kuning sebagai bendera pasukannya Sementara pada era Khilafa Osmania menggunakan berbagai warna yang kemudian mempengaruhi pembentukan warna bendera di negara negara Arab yang pernah berada di bawah kekuasaan Turki Osmani Setelah runtuhnya Khilafa Turkey Osmani kemudian bangsa bangsa Eropa memasuki dunia timur negara negara di Timur mulai memiliki ciri khas bendera masing masing yang terdiri dari berbagai warna Indonesia sendiri memilih warna merah putih sebagai bendera negaranya Pada era inilah setiap negara memilih warna bendera masing masing dengan menyesuaikan prinsip dan falsafah negara mereka masing masing Klaim tentang bendera Rasulullah Saw yang warna hitam kemudian bertuliskan kalimat tauhid bahwa bendera tersebut harus diangkat dan siap mati demi mempertahankan bendera itu sebagaimana yang diklaim oleh kelompok tertentu mungkin merupakan sebuah sikap yang sangat berlebihan karena Rasulullah Saw sendiri hanya menggunakan bendera pada saat perang saja dan bendera itu bukanlah bendera negara Islam pada zaman Rasulullah Saw Wallahu a lam bisshawab

Tinggalkan Balasan