cara rasulullah mencegah penyakit
Vaksin Covid 19

Selain Ikhtiar Patuhi Protokol Kesehatan, Inilah Cara Rasulullah Mencegah Penyakit dan Wabah

Kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak. Infeksi virus corona varian Delta dari India turut menyumbang ledakan penambahan harian kasus positif Covid-19 di Indonesia. Varian virus ini disebut 40 persen lebih mudah menular.

Tiap orang memiliki respons berbeda terhadap COVID-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Bahkan ada yang alami gejala akut hingga perlu rawatan Rumah Sakit, dan tak jarang temui ajalnya.

Lalu bagaimana cara Rasulullah mencegah penyakit Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama?

Tentu selain pendekatan fisik seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah ketika wabah agar tidak keluar dan memasuki daerah hingga menjaga jarak satu tombak dalam berinteraksi, ada cara lain melalui jalur spiritual. Artinya, pendekatan medis adalah bagian penting dilakukan sebagai bentuk ikhtiar. Namun, selain itu pendekatan spiritual tidak kalah pentingnya.

Inilah cara Rasulullah mencegah penyakit dengan pendekatan spiritual. Mari kita baca haditsnya, Rasulullah bersabda

حدثنا أبو عمرو محمد بن عبد الواحد الزاهد ، ثنا أحمد بن زياد بن مهران السمسار ، ثنا إسحاق بن كعب الأنطاكي ، ثنا موسى بن عمير ، عن الحكم بن عتيبة ، عن إبراهيم ، عن الأسود بن يزيد ، عن عبد الله قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” داووا مرضاكم بالصدقة ، وحصنوا أموالكم بالزكاة ، وأعدوا للبلاء الدعاء

Dari Abu ‘Amr Muhammad Ibn Abd al-Wahid al-Zahid, dari Ahmad Ibn Ziyad Ibn Mahran al-Simsar, dari Ishaq Ibn Ka’ab al-Anthaqi, dari Musa Ibn ‘Amir dari al-Hakam al-‘Utaybah, dari Ibrahim dari al-Aswad Ibn Yazid dari Abdullah berkata: Rasulullah bersabda: “ Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan shadaqah, jagalah harta harta kalian dengan zakat, dan panjatkanlah doa untuk menghalau bala’ (penyakit berbahaya)”. HR: Baihaqi: 6208

Baca Juga:  Jika Teman Salah, Iman pun Bisa Kalah

Secara tekstual hadits ini memberikan panduan menganjurkan untuk bershadaqah demi menyembuhkan penyakit. Al-Munawi memaparkan bahwa Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama pernah mengobati penyakit dengan tiga macam cara. Pertama, dengan obat biasa (Thabi’ah). Kedua, dengan obat spiritual (ilahiyah), (salah satunya dengan  shadaqah). Ketiga, dengan kombinasi antara obat biasa dengan obat ilahiyah.

Bersedekah  ketika lagi ada hajat hukumnya sunnah, orang-orang khusus (khawash) bersedekah  terlebih dahulu sebelum menyampaikan hajatnya kepada Allah, seperti hajat mereka untuk menyembuhkan orang-orang sakit, tetapi hal ini tergantung ukuran besar kecil penyakitnya, bahkan ketika mereka hendak menyembuhkan orang yang tidak bisa membuka matanya maka mereka memberikan sesuatu yang tidak  diketahui oleh seorangpun.

Orang-orang yang paham tentang  Allah (al-‘arif billah), ketika mereka mempunyai hajat dan berharap segera tercapai hajatnya semisal  untuk mendapatkan kesembuhan penyakit maka mereka memerintahkan untuk membuat  makanan dengan daging kambing yang sempurna kemudian mengundang orang-orang  fakir miskin.

Ada juga sebagian ulama’ yang berpendapat  untuk mensedekahkan barang yang paling berharga miliknya ketika ada orang yang paling dicintainya sedang sakit, mereka mensedekahkan harta  miliknya seperti budak, atau kuda dan harga harta tersebut disedekahkan  kepada fakir miskin. Faidh al-Qadir, 3/515

Maka di tengah himpitan pandemi ini, shadaqah menjadi alternatif yang solutif untuk menghalau virus corona. Seandainya Pemerintah menggalakkan “Gerakan Shadaqah” untuk membatasi atau bahkan menghentikan penularan virus alangkah lebih bijaknya untuk melengkapi ikhtiar melalui penerapan PPKM darurat Jawa-Bali.

Hemat penulis jangan terlalu berani terhadap virus ini karena bisa membuat diri bersikap congkak. Namun, juga jangan terlalu takut, karena akan berakibat kehilangan keimanan kepada Allah. Yang tepat. Yuk ! patuhi protokol Kesehatan, dan jangan lupa sembari perbanyak dengan shadaqah dan berdoa kepada Allah.

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

bertemu rasulullah

Memperingati Maulid Nabi di Hari dan Bulan Lain Kelahirannya

Bulan Rabi’ al-Awwal lumrah disebut bulan maulid Nabi. Kenapa? Karena nyaris sebulan suntuk tidak pernah …

maulid nabi

Masih Pantaskah Maulid Nabi Digugat? : Paradok Pemikiran dan Tindakan Wahabi

Salafi-Wahabi kukuh melarang keras pengkultusan terhadap diri Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallamadan ulama’. …