Jakarta – Perusahaan raksasa milik konglomerat China, Jack Ma, disinyalir terlibat dalam perlakuan pemerintah China terhadap Muslim Uighur. Hal itu diungkap oleh perusahaan perusahaan riset pengawasan yang berbasis di Amerika Serikat (AS), IPVM.
IPVM dalam sebuah laporan, Rabu (16/12/2020) mengatakan perangkat lunak yang mampu mengidentifikasi warga Uighur tersebut muncul di layanan moderasi konten Cloud Shield Alibaba untuk situs web.
Peneliti IPVM, Charles Rollet kepada Reuters dikutip dari laman detikcom, mengatakan Alibaba menggambarkan Cloud Shield sebagai sistem yang mendeteksi dan mengenali teks, gambar, video, dan suara yang berisi pornografi, politik, terorisme kekerasan, iklan, dan spam, serta memberikan verifikasi, penandaan, konfigurasi khusus, dan kemampuan lainnya.
Catatan teknologi yang telah diarsipkan menunjukkan fitur itu dapat melakukan tugas-tugas seperti pemeriksaan kacamata, deteksi senyuman, dan secara khusus, “apakah si pengguna itu Uighur?”
Akibatnya, jika seorang warga Uighur menyiarkan langsung video di situs web yang mendaftar ke Cloud Shield, perangkat lunak tersebut dapat mendeteksi bahwa pengguna adalah orang Uighur dan muncul rekomendasi untuk video itu ditinjau atau dihapus.
Menanggapi penelitian ini, induk perusahaan Alibaba dalam sebuah pernyataan pada Kamis (17/12/2020) malam, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Alibaba Cloud yang mengembangkan fitur tersebut.
Alibaba mengungkapkan bahwa teknologi itu hanya digunakan untuk pengujian kemampuan dan tidak digunakan oleh pelanggan mana pun. Saat Alibaba menghilangkan label terhadap etnis apa pun dalam produknya. Alibaba tidak menyebut etnis Uighur dalam pernyataannya.
“Kami tidak akan mengizinkan teknologi kami digunakan untuk menargetkan atau mengidentifikasi kelompok etnis tertentu,” jelasnya.
Alibaba adalah perusahaan e-commerce besar China yang memproyeksikan citra positif ke dunia yang dikembangkan oleh miliarder Jack Ma. Perusahaan ini juga telah berkembang ke komputasi awan, bisnis ritel fisik, dan layanan pengiriman, serta ekspansi ke luar negeri.
Tahun lalu, IPVM juga memasukkan delapan perusahaan teknologi China ke daftar hitam karena diduga terkait dengan upaya pengawasan tersebut. Sementara pada awal bulan ini, anggota parlemen AS mengirim surat ke Intel Corp dan Nvidia Corp menyusul laporan tentang chip komputer mereka yang digunakan dalam pengawasan warga Uighur.
Pekan lalu, IPVM juga mengungkapkan perusahaan telekomunikasi China, Huawei, telah terlibat dalam pengujian perangkat lunak pengenalan wajah yang dapat mengirim peringatan kepada polisi ketika wajah Muslim Uighur dikenali.
Huawei membantah klaim tersebut. Namun kontroversi itu menyebabkan bintang sepak bola Prancis, Antoine Griezmann memutuskan kemitraan dengan Huawei.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah