tafsir
tafsir

Hati-hati! Salah Kaprah Menafsirkan Ayat, Bisa Kufur Nikmat

Hampir seluruh umat muslim di berbagai negara gemar mendengarkan kajian ataupun ceramah keagamaan. Tujuan mereka mendengarkan tersebut sebagian besar karena mereka tidak memiliki waktu untuk mengkaji ataupun mendalami sendiri hal hal pokok yang ada di dalam agama Islam.

Namun, siapa sangka bahwa tidak semua penceramah bisa menjelaskan secara rinci dan juga gamblang. Bahkan beberapa di antaranya menyampaikan kajian yang tak sesuai, sehingga terkesan menyesatkan dan tak bertanggungjawab atas apa yang telah diucapkan. Hal tersebut disebabkan semata-mata karena kajian sang ustadz yang hanya difokuskan pada tujuan ukhrowi saja, tanpa mengetahui bahkan peduli terhadap teori-teori yang bersifat duniawi. Sehingga kajian yang dihasilkan, menjadikan umat Islam semakin tertinggal dalam bidang sains dan teknologi.

Salah satu contoh ayat yang sering ditafsirkan dengan salah kaprah oleh para penceramah, yakni QS At Taubah ayat 82, yang berbunyi:

فَلْيَضْحَكُوْا قَلِيْلًا وَّلْيَبْكُوْا كَثِيْرًاۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.

Ayat tersebut dijadikan dasar oleh para penceramah untuk memprovokasi ummat agar selalu mengingat kematian dan terus merasakan kesedihan. Tidak boleh bersenang-senang dan terlalu berambisi terhadap suatu hal, menjadikan doktrin yang selalu tertancap dipikirkan umat yang mendengarnya. Sehingga berdampak pada mereka yang selalu merasa qonaah, tawadhu, dan pasrah pada apa yang telah diberikannya.  Menjadikan apapun yang telah ada pada dirinya sebagai takdir yang harus selalu diterima dengan lapang dada tanpa ada usaha untuk merubahnya menjadi lebih baik.

Padahal dalam suatu riset, Saat seseorang mengalami kesedihan, galau, ataupun stress,  tingkat bahan kimia dalam tubuh atau kortisol meningkat. Meningkatnya kortisol dalam tubuh memberikan efek negatif berupa penurunan imun. Penurunan imun ini berisiko menimbulkan beragam penyakit. Hal inilah yang mengakibatkan orang yang larut dalam kesedihan rentan terserang penyakit.  Dan ketika orang tersebut terus menerus bersedih dan berpikir negatif tentang dosa-dosa atau masa lalunya, tentu ia akan mudah tumbang oleh berbagai virus atau bakteri yang ada.

Hal tersebut tentunya tidak sesuai dengan perintah agama Islam yang telah disebutkan Nabi dalam salah satu hadisnya. Islam mengajarkan umatnya untuk menumbuhkan dan memupuk jiwa mukmin ksatria. Tidak hanya untuk membela agama yang telah diperjuangkan Rasulullah SAW namun juga untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Nabi memerintahkan umatnya untuk menjadi umat yang kuat. Ummat yang hebat, mandiri dan tidak bersandar, meminta belas kasihan ataupun menjadi beban orang lain. Justru kita, sebagai umat Islamlah yang harus menjadi sandaran dan penguat bagi mereka yang lemah. Bagi kaum-kaum mustadh’afin (kaum yang tertindas) karena otoritas para penguasa.

Selain itu terdapat suatu  teori yang disebut dengan The Law of Attraction. Maknanya Hukum dari daya tarik. Maksudnya, segala apapun yang kita pikirkan, itulah yang terjadi pada diri kita. Ketika kita memikirkan suatu hal, dialah yang akan menarik hal tersebut untuk mendekat pada diri kita. Saat seseorang berambisi untuk mewujudkan sesuatu, tubuh secara alami akan memproduksi hormon dopamine hormon ini memberikan rasa bergairah dan semangat untuk mewujudkan hal yang diinginkan.

Hormon dopamine juga memberikan stimulus kepada tubuh untuk terus waspada dan fokus terhadap hal yang akan diwujudkan. Itulah mengapa teori daya tarik ini bisa terjadi. Sebenarnya teori ini sudah sangat sering dipraktikan oleh beberapa orang sukses di berbagai belahan dunia. Di antaranya adalah Plato yang percaya bahwa keindahan yang sesungguhnya terletak pada dunia ide. Ia berpendapat bahwa Kesederhanaan adalah ciri khas dari keindahan, baik dalam alam semesta maupun dalam karya seni, sehingga Teori Bentuk atau teori Ide yang ditemukan Plato adalah bentuk-bentuk nonfisik merupakan realitas paling akurat. Selain itu ada Newton dengan temuan teleskopnya, Edison dengan temuan lampunya, dan Einstein dengan Teori Relativitaas khususnya.

Selain itu, masih banyak lagi orang sukses dunia yang berhasil dengan bermodalkan pikiran positif yang selalu ia sertakan dalam menjalankan suatu pekerjaan. Tak ada kata ragu atau tak mampu. Mereka selalu menghadirkan kegembiraan dan harapan besar dalam setiap hal yang mereka lakukan. Itulah yang menyebabkan apapun yang mereka fikirkan selalu berhasil untuk mereka tarik.

Ketika teori ini diselaraskan dengan ayat Al Quran tadi, seakan-akan kedua hal ini bertentangan. Antara apa yang ada dalam firman Allah dengan teori yang telah dibuktikan oleh para ilmuan. Namun, sejatinya tidak demikian. Perintah untuk selalu mengingat segala perbuatan dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan.

Kita dianjurkan untuk selalu mengingat hal-hal buruk dan kegagalan-kegagalan yang telah kita ciptakan. Sehingga dari rasa kecewa dan kesal tersebut, akan muncul sebuah energi positif yang bertujuan untuk membalas segala hal yang telah kita lewatkan di masa lalu. Dengan demikian, kita akan lebih semangat, tertantang, dan menjadikan segala kesalahan kita di masa lalu sebagai pembelajaran yang tentu membantu kita dalam melawati  tanjakan-tanjakan berikutnya.

Jadi, jangan sampai pemahaman kita yang dangkal terhadap hal yang semestinya akan dapat bersinergi dengan kemajuan kita ke depan, justru menghambat segala progres dan perkembangan kita di hari-hari berikutnya.

Bagikan Artikel ini:

About Nilna Husnayain

Avatar of Nilna Husnayain
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Mahasantri Monashmuda Institute, Alumni PonPes Al Hikmah Purwoasri Kediri

Check Also

jibril

Tidak Hanya Membawa Wahyu, Ternyata Jibril Mempunyai Tugas Penting Lainnya, Ini Salah Satu Kisahnya!

Telah menjadi pengetahuan umat Islam secara umum bahwa Jibril datang kepada Nabi untuk menyampaikan wahyu. …

nabi yusuf

Belajar Kisah Nabi Yusuf (1): Bermimpi, hingga Menjadi Penakwil Mimpi

Nabi Yusuf AS merupakan anak dari Nabi Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim. Ia merupakan anak …