tafsir quran faedah perumpamaan
tafsir quran faedah perumpamaan

Hikmah Agung Diturunkannya al-Qur’an Dalam Dua Tahap

Dari perbedaan para ulama tentang proses dan tahap turunnya al Qur’an, pendapat jumhur ulama sebagai pendapat yang paling masyhur dan paling layak dipedomani menyatakan bahwa al Qur’an turun dalam dua tahap. Pertama, diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz (langit ketujuh) ke Baitul Izzah (langit dunia). Dari Baitul Izzah kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada baginda Nabi.

Tulisan ini tidak akan fokus pada silang pendapat para ulama tentang cara dan tahapan turunnya al Qur’an, tetapi akan mengurai hikmah dibalik turunnya al Qur’an yang diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah sekaligus, kemudia diturunkan bertahap kepada Nabi Muhammad seperti pendapat jumhur ulama.

Hikmah Turunnya al Qur’an Sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah

Abu Syamah al Maqdisi dalam karyanya al Mursyid al Wajiz menulis, hikmah turunnya al Qur’an sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah merupakan penghormatan yang agung terhadap peristiwa luar biasa ini. Sebagai penghormatan kepada siapa al Qur’an akan diturunkan. Yakni, untuk memberitahukan kepada para malaikat, inilah kitab suci pamungkas yang akan diturunkan kepada seorang yang paling mulia, penutup para nabi dan rasul, dan pedoman bagi umat terbaik.

Dan, ada hikmah ilahiah ketika al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad. Hikmah ilahiah inilah yang membedakan al Qur’an dengan kitab suci yang lain sehingga diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad. Tidak seperti kitab lain yang diturunkan kepada Nabi yang menerimanya secara sekaligus. Beginilah salah satu cara Allah memuliakan Nabi Muhammad.

Imam Sakhawi dalam al Mu’jam al Kabir menuturkan bahwa hikmah diturunkannya al Qur’an secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah adalah bentuk penghargaan dan kasih sayang Allah kepada umat manusia dihadapan para malaikat.

Baca Juga:  5 Hal yang Harus Berkah dalam Hidup

Hikmah lainnya menurut Sakhawi, seperti dituturkan dalam kitabnya Jamal al Qurra wa Kamal al Iqra’, adalah informasi dan kepada para malaikat bahwa Allah adalah satu-satunya dzat yang mengetahui segalanya (‘Allam al ghuyub). Bahwa di dalam al Qur’an yang diturunkan sekaligus terdapat informasi yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Allah membuktikan kepada para malaikat kemahakuasaan-Nya. Tidak akan ada yang luput dari takdirnya.

Hikmah diturunkannya al Qur’an Secara Berangsur dari Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad

Hikmahnya antara lain untuk memperkuat dan memantapkan hati Nabi Muhammad.

“Orang-orang kafir berkata: “Mengapa al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja”? Demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).

Hikmah kedua adalah supaya manusia mudah untuk menghafal, memahami dan mengamalkan al Qur’an.

Hikmah berikutnya al Qur’an menunjukkan kesesuaiannya dengan peristiwa yang terjadi, sebagaima ditegaskan oleh Allah al Qur’an menyimpan informasi yang telah terjadi dan yang akan terjadi.

Hikmah selanjutnya menunjukkan Islam sebagai agama yang tidak memberatkan kepada manusia. Diturunkannya al Qur’an secara bertahap berarti hukum Islam dikenalkan dan diwajibkan secara bertahap pula. Sehingga Islam tampil dengan wajah Wasathiyah (moderat), ringan.

Inilah sebagian hikmah diturunkannya al Qur’an sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah kemudian diturunkan kepada Nabi secara berangsur-angsur.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

khutbah jumat singkat

Khutbah Jumat Singkat Tanda Khatib Paham Agama

Kebiasaan membaca khutbah Jum’at dengan durasi waktu yang lama banyak dijumpai di masjid-masjid, terutama di …

idhah al bab

Fikih Nusantara (30): Kitab Idhah Al Bab Karya Syaikh Daud bin Abdullah al Fathani

Pattani, Thailand Selatan sekarang, tidak hanya tanahnya yang subur, negeri yang berbatasan dengan Malaysia ini …