mengeringkan air wudhu
tajdidul wudhu

Hukum Mengeringkan Air Wudhu

Bagi seorang muslim, wudhu merupakan aktivitas rutin setiap hari. Paling tidak lima kali sehari semalam apabila berwudhu setiap akan melaksanakan shalat wajib. Wudhu menjadi media menghilangkan hadas kecil dan menjadi syarat sahnya ibadah yang mewajibkan seseorang suci dari hadas kecil. Baik ibadah wajib maupun sunnah, seperti shalat.

Kali ini akan membahas tentang sisa air wudhu yang masih membasahi anggota wudhu, seperti wajah dan tangan. Apakah boleh mengusap sisa air basuhan wudhu atau tidak?

Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Maimunah yang menceritakan cara mandi janabah Rasulullah. Ia berkata, “Kemudian aku ambilkan kain untuk beliau, namun beliau menolaknya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama berpendapat bahwa mengusap atau mengeringkan sisa air wudhu hukumnya makruh. Menurut mereka, walaupun hadis ini berbicara tentang mandi janabahnya Nabi, namun juga menjadi dalil untuk wudhu.

Sebagian ulama berpendapat hukumnya makruh bila tidak ada udzur. Hal ini berdasar pada hadis riwayat Aisyah, “Rasulullah memiliki kain yang beliau gunakan untuk mengeringkan anggota badan setelah berwudhu”. (HR. Turmudzi, menurutnya hadis ini dhaif).

Imam Said bin Muhammad Ba’isyan dalam karyanya Busyra al Karim bi Syarhi Masail al Ta’lim menjelaskan tentang tema ini. Mengeringkan sisa air wudhu tanpa udzur hukumnya khilaful aula, tidak sampai pada kategori makruh. Namun apabila ada udzur, seperti panas, dingin, khawatir terkena najis dan sebagainya, mengeringkan sisa air wudhu hukumnya sunnah. Dan, apabila ada sangkaan kuat akan terkena najis hukumnya wajib.

Musthafa al Khin dan Musthafa al Bugha dalam satu karya yang ditulis mereka berdua, Fiqhu al Manhaji ala Madahib al Imam al Syafi’i, menulis tujuh hal yang makruh dilakukan saat mengambil wudhu. Salah satunya adalah mengusap sisa air wudhu dengan handuk (dan sejenisnya). Boleh mengeringkan air bekas wudhu apabila ada udzur. Seperti, kedinginan. Apabila bekas air wudhu dibiarkan mengalir menyebabkan kedinginan, menggigil dan sakit.

Baca Juga:  Shaf Shalat Berjarak Satu Meter, Sahkah?!

Dari penjelasan ini, tampak bahwa pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang mengatakan hukum mengeringkan sisa air wudhu dengan handuk, kain, tisu dan sejenisnya adalah makruh. Kecuali kalau ada udzur seperti telah dijelaskan.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

sistem demokrasi

Siapa Bilang Sistem Demokrasi tidak Islami?

Syura (musyawarah) sangat penting dalam relasi antar manusia. Dalam segala hal, musyawarah sangat dibutuhkan untuk …

akhlak al-quran

Mempraktekkan Akhlak Al-Quran

Akhlak yang mulia adalah sebaik-baiknya sesuatu. Semulia-mulianya manusia adalah sebaik-baik akhlaknya. Sebagaimana misi kenabian utama …