makna wudhu
makna wudhu

Jangan Menyepelekan Wudhu’ Sambil Ngobrol, Inilah Misteri Spiritual Setiap Gerakan Wudhu

Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya solat. Oleh karenanya, kita harus benar-benar memperhatikan dan memahami tata cara berwudhu dengan benar. Beberapa pertanyaan yang kerap muncul dibenak kaum muslimin salah satunya adalah, bolehkah berwudhu dibarengi dengan berbicara?

Dalam kenyataan sehari-hari banyak kita jumapi orang yang sedang berwudhu terkadang sambil asik berbincang. Seolah tidak ada waktu lain di luar itu untuk bersenda gurau dengan membincangkan sesuatu. Sebagai proses untuk menyucikan diri tentang wudhu secara fikih memang sebagai syarat. Namun, ada makna penyucian yang semestinya seorang hamba perlu pahami.

Berbicara mengenai wudhu, erat kaitannya dengan hukum dan aturan pelaksanannya dalam kehidupan sehari-hari.  Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (al-Maidah : 6) 

Keabsahan dalam menjalankan shalat sangat tergantung dengan kesempurnaan wudhu yang di jalankannya. Wudhu merupakan jalan menuju kesucian sebagai muslim dalam menjalankan segala sesuatu dan berbagai ibadah yang lainnya. 

Dalam kitab I’anatuth Thalibin dijelaskan bahwa dalam mengerjakan wudhu maka disunnahkan bagi umat muslim untuk tidak berbicara jika tidak ada keperluannya. Seperti jika melihat seorang buta yang tidak melihat didepannya ada sebuah lubang dan akan terperosok jika tidak diperingatkan maka hukumnya menjadi wajib untuk memperingatkan orang tersebut. 

Meski dalam melaksanakan wudhu, namun menyelamatkan orang lain akan lebih diutamakan. Karena Islam merupakan agama yang fleksibel. Namun meski begitu, wudhu merupakan ibadah yang harus dikerjakan secara khusyuk. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa berbicara saat berwudhu tidak dilarang, bahkan tidak ada satu ulama pun yang mengharamkannya. Hanya saja dengan berbicara dapat mengurangi konsentrasi dan kehati-hatian dalam mengerjakannya. 

Baca Juga:  Takbir Hari Raya: Kenali Macam dan Manfaatnya

Karena itulah, dalam berwudhu disunnahkan untuk diam, karena diam merupakan cara manusia supaya mendapatkan kekhusukan agar tetap terjaga ke absahannya sesuai syariat Islam. Selain ke sunnahannya dalam berdiam diri saat melakukan wudhu, perlu kita perhatikan juga langkah-langkah dalam mengerjakannya. 

Dalam langkah-langkah pengerjaannya perlu diperhatikan dan dipahami maknanya dari membasuh kedua kaki, tangan dan muka. Rasulullah bersabda, “Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, kemudian dia membasuh wajahnya maka akan keluar dari wajahnya bersama air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan pandangan kedua matanya. Apabila dia membasuh kedua tangannya maka akan keluar dari kedua tangannya bersama air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan kedua tangannya.  Apabila dia membasuh kedua kakinya maka akan keluar bersama air -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan kedua kakinya, sampai akhirnya dia akan keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR. Muslim).

Artinya, berwudhu’ tidak sekedar sebagai bentuk syarat dari shalat, tetapi ada penyucian diri seorang dari segala dosa. Wudhu mempunyai posisi strategis dalam menyiramkan air kesucian untuk meleburkan segala dosa sebelum mereka masuk untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Tuhan.

Bagikan Artikel ini:

About Triyanto S

Avatar of Triyanto S

Check Also

nilai puasa

Menuju Puasa Panca Indra dan Batin

Puasa adalah menahan diri dari lapar dan haus serta hal-hal yang mampu membatalkannya mulai dari …

keragaman

Pelajaran Berharga dari Rasulullah : Jika Sesama Manusia Kenapa Tidak Dihormati Apapun Agamanya

Kerap sekali umat saat ini begitu ingin menunjukkan marwah Islam dengan muka sangar dan berapi-api. …