Idul Adha
Idul Adha

Dua hari raya umat Islam, Idul Adha dan Idul Fitri, di samping hari kemenangan dan kebahagian juga merupakan nikmat besar sebab memiliki nilai ibadah yang agung. Dua hari raya yang terjadi setahun sekali ini menjadi momentum persaudaraan umat karena seluruh umat Islam dari berbagai kelas dan lapisan masyarakat bertemu dalam satu ajang silaturahmi. Ukhuwah islamiah terjalin mesra. Syiar Islam begitu hidup saat dua hari raya ini dirayakan.

Khusus hari raya Idul Adha, ada beberapa amalan yang sunnah dilakukan sebagaima anjuran Nabi. Di antaranya adalah tidak melakukan aktivitas makan dan minum sebelum shalat Idul Adha selesai ditunaikan. Inilah yang membedakan dari Idul Fitri.

Diriwayatkan dari Buraidah bahwa Nabi tidak keluar untuk (shalat) Idul Fitri sampai beliau makan (terlebih dahulu), dan tidak makan pada pada hari raya kurban sampai (selesai) shalat hingga beliau kembali ke rumah. (HR. Ibnu Majah)

Hadist senada juga diriwayatkan oleh dari Sahabat Anas Bahwa Rasulullah tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan beberapa kurma yang jumlahnya ganjil.

Dengan demikian, ada dua sunnah yang berbeda di dua hari raya umat Islam ini. Yaitu, pada saat hari Idul Fitri sunnah makan sebelum berangkat shalat. Sebaliknya, pada saat hari raya Idul Adha sunnah tidak makan sebelum shalat selesai.

Sunnah tidak makan sebelum selesai shalat Idul Adha karena hari ini merupakan hari penyembelihan kurban. Sebagaimana telah dimaklum, waktu penyembilahan kurban dilakukan setelah selesai shalat Idul Adha. Dan karena daging kurban memiliki faedah tersendiri, maka umat Islam dianjurkan tidak makan sebelum shalat Idul Adha untuk menikmati hidangan daging kurban.