Banyak orang mengatakan bahwa Idul Fitri tahun ini sangatlah berbeda dengan biasanya. Tahun ini, idul fitri dibayang-bayangi covid 19. Akibatnya, banyak tradisi terancam tak bisa lestari. Idul  Fitri bagi sebagian masyarakat Indonesia memiliki arti yang sangat sakral. Sakralitasnya bisa dirasakan saat persiapan yang disiapkan. Jauh hari sebelumnya, Idul Fitri sudah mendapatkan sambutan luar biasa.

Mudik ke kampung halaman, mempersiapkan pakaian baru, silaturahim, melengkapi perabot rumah agar terkesan indah ketika tamu berkunjung, dan menyiapkan beraneka ragam makanan dan minuman adalah fenomena unik yang hanya terjadi pada idul fitri. Lalu apa sebenarnya Idul Fitri menurut Islam?

Idul sebenarnya diambil dari kata ‘aud (kembali). Karena kembalinya Idul Fitri setiap tahunnya adalah keniscayaan. Ada yang mengatakan, disebut id karena banyaknya kebajikan yang dilimpahkan Allah kepada hambaNya pada hari id. Kebajikan itu berupa kebahagiaan. Maka bisa ditarik kesimpulan, shalat id adalah shalat yang dilakukan sebagai wujud syukur seorang hamba kepada Tuhannya atas kebahagiaan yang dianugerahkan.

Imam Syarbini mengatakan bahwa shalat Idul Fitri disyari’atkan oleh Allah pada tahun ke-2 Hijriyyah. Dan shalat Idul Fitrilha yang menjadi shalat pertama kali dilakukan Rasulullah dari pada shalat Idul Adha. Shalat Idul Fitri menurut Imam Syarbini hukumnya Sunnah Muakkad (sangat dianjurkan) karena Rasul selalu melakukannnya.

Dalam hukum Islam sunnah boleh ditinggalkan dan tidak berdosa bila ditinggalkan. Tetapi alangkah baiknya bila dilaksanakan. Bagi umat yang berdomisili di daerah yang tidak terkendali dari covid 19, lebih baik mengindahkan peraturan Pemerintah. Shalat id di rumah atau tidak sama sekali. Keduanya bukanlah perbuatan dosa.

Kapan Waktunya Shalat id?

Waktu pelaksanaan shalat id dimulai terbitnya Matahari hingga Matahari tergelincir ke arah barat. Kira kira jam 06:00-11:30. Dianjurkan dilaksanakan ketika Matahari setinggi ujung tombak. Mughni al-Muhtaj, 1/462-463.

Panduan Tata Cara Shalat Idul Fitri  

Shalat idul fitri dilakukan sebanyak dua rakaat. Dengan cara

  1. Niat shalat idul fitri. Ushalli sunnatan liidil fitri rak’ataini imaman/ma’muman lillahi ta’ala.
  2. Takbiratul ihram (allahu akbar)
  3. Membaca doa iftitah (kabiran wal hamdulillahi katsiran…….)
  4. Bertakbir tujuh kali dan di setiap takbir dijeda dengan bacaan tasbih. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar.
  5. Membaca surat al-fatihah.
  6. Membaca surat pendek yang dihafal secara sempurna.
  7. Rukuk
  8. Bangun dari rukuk
  9. Sujud
  10. Duduk di antara dua sujud
  11. Sujud
  12. Bangun dari sujud
  13. Bertakbir lima kali dan di setiap takbir dijeda dengan bacaan tasbih. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. Allahu Akbar. subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar.
  14. Membaca surat alfatihah.
  15. Membaca surat pendek yang dihafal secara sempurna.
  16. Rukuk
  17. Bangun dari rukuk
  18. Sujud
  19. Duduk di antara dua sujud
  20. Sujud
  21. Tasyahhud akhir.
  22. Salam

Setelah shalat, sunnah menyampaikan khutbah (ceramah) bagi yang melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah. Bagi yang melakukannya sendirian tidak disunnahkan khutbah. Begitupun jika shalat jamaah di rumah yang menyulitkan membaca khutbah tidak masalah untuk tidak dilakukan. Posisi khutbah dalam shalat id bukan syarat apalagi rukun sahnya shalat.

Unsur Khutbah Shalat Id

Semenatra jika ingin berkhutbah, ada unsur-unsur yang harus dipenuhi yaitu

Pertama, Membaca hamdalah di khotbah pertama dan dua.

Kedua, Membacaa shalawat pada khutbah pertama dan kedua.

Ketiga, Wasiat takwa, di khotbah pertama dan dua.

Keempat, Baca ayat alqur’an di salah satu dari khotbah awal atau khutbah yang kedua.

Kelima, Doa untuk orang-orang mukmin di khotbah yang kedua. Perlu diperhatikan sebelum menyampaikan khutbah, hendaknya bertakbir (Allahu Akbar) sebanyak Sembilan kali pada khutbah pertama, dan tujuh kali pada khutbah kedua.

Rujukan

Mughni al-Muhtaj, karya al-Syarbini

Fath al-Mujib al-Qarib, karya KH Afifuddin Muhajir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.