Miris sekali melihat fenomena sebagian kecil umat Islam yang menganggap Islam sebagai agama perang. Menurut mereka jika ada orang atau golongan dan bahkan pemerintah yang tak mau diajak menuju kebaikan (dalam hal ini ikut dengan ajaran Islam menurutnya), maka solusinya yakni harus diperangi. Apakah Islam yang disampaikan oleh nabi Muhammad dengan al-Qur’an sebagai pedomannya membenarkan hal tersebut?
Orang-orang di atas cenderung melakukan kekerasan. Baik kekerasan secara verbal dengan mengujarkan kebencian, fitnah dan hoax maupun secara fisik dengan siap memerangi orang, golongan lain dan bahkan pemerintah yang dianggap tak mau menuruti dakwahnya (kepentingannya). Hal-hal di atas sesungguhnya menyalahi ajaran Islam yang berpedoman pada al-Qur’an dan sunnah nabi SAW. Karena jihad perang tak direkomendasikan jika dalam keadaan damai. Seperti di Indonesia saat ini.
Makanya orang-orang radikalis yang menjadi jihadis ini salah kaprah jika mereka menganggap jihad sebagai jalan yang dikehendaki Islam untuk melawan ‘musuhnya’. Beda hal ketika dahulu KH. Hasyim Asy’ari mewajibkan berjihad dengan menyerukan revolusi jihad melawan sekutu. Karena memang kondisinya Indonesia sudah merdeka, makanya wajib bagi segenap rakyat Indonesia wajib berjihad melawan sekutu yang mau menjajah lagi.
Para radikalis dan jihadis patut ditanya, mereka belajar dari mana sehingga menganggap jihad perang sebagai jalan utama dari pada menjaga kedamaian dan kasih sayang. Memang benar dari 6.236 ayat (riwayat Hafsh) dalam Al-Qur’an ada ayat jihad perang. Namun jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan ayat-ayat yang mewajibkan umat Islam menjaga kedamaian dengan kasih sayang. Di bawah ini contoh 4 ayat al-Qur’an yang membuktikan bahwa Islam menyukai kedamaian, bukan peperangan.
- Surat At-Taubat ayat 6
وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ
“Dan jika satu orang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.”
- Surat At-Taubat ayat 7
فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
“… maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu (menjaga damai), hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”
- Surat Al-‘Anfāl ayat 61
وَإِن جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
- Surat An-Nisā’ ayat 90
فَإِنِ ٱعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْاْ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَمَ فَمَا جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا
“… tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.”
Terus jangan lupakan bahwa Nabi Muhammad SAW sesungguhnya diutus oleh Allah untuk mensyiarkan agama Islam lewat ilmu dan kasih sayang bukan peperangan untuk menciptakan masyarakat madani yang menyukai kedamaian. Buktinya sahihnya ialah wahyu yang pertama kali turun itu perintah tentang membaca dengan nama Allah. Bukan mengangkat senjata dengan nama Allah.
Bukti lain ialah nabi Muhammad SAW diutus bukan untuk membunuh orang-orang yang tak mau masuk Islam dan berperilaku tercela. Tetapi beliau diutus oleh Allah untuk menyempurnakan Akhlak. Nabi Muhammad mempraktikkan perintah Allah ini pun dengan cara-cara kasih sayang, memaaf dan toleran.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah