Istiqomah Beribadah Setelah Ramadhan

Sidang jumat yang dirahmati AllahMarilah bersama sama kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan nikmat kesanggupan untuk menjalankan ibadah sholat jumat serta marilah bersama sama kita terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan hanya kepada Allah Azza Wajalla semata Sholawat serta salam selalu kita curahkan kepada baginda nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan rahmat yaitu Addinul Islam Sidang jumat yang dirahmati Allah Ramadan yang penuh dengan keberkahan telah berlalu meninggalkan kita hampir dua minggu semenjak kepergian ramadan kita telah kembali ke aktifitas seperti sediakala dengan segala kesibukan dan riuhnya urusan dunia ketika ramadan telah meninggalkan kita dan memasuki bulan Syawal dan bulan bulan bulan selanjutnya maka timbul sebuah pertanyaan apakah semangat beribadah pada bulan ramadan masih tetap terjaga hingga bertemu dengan ramadan kembali ataukah hilang tak berbekas Tentu saja pertanyaan ini khatib ingatkan kembali bukan hanya untuk jamaah sholat jumat namun terkhusus untuk khatib pribadi Jika kita mencermati dan merenungkan kembali makna daripada bulan puasa ramadan tentu bukan saja hanya menahan rasa lapar haus dan dagaha namun demikian sejatinya puasa di bulan ramadan adalah sebuah ajang latihan berjuang untuk mengalahkan hawa nafsu dan merefleksikan kembali amalan amalan yang telah kita perbuat sebelas bulan sebelum datangnya ramadan sehingga pada bulan ramadan kita akan menyadari bahwa diri kita dan semua seisi dunia merupakan milik Allah SWT sehingga kemudian proses penyerahan diri menuju ketakwaan kepada Allah SWT akan benar benar teraflikasikan dan terwujudkan dalam rangkaian ibadah yang hanya tertuju kepada Allah Azza Wajalla Proses ibadah dan ketakwaan pada bulan ramadan hendaknya tidak hanya berhenti pada bulan ramadan saja karena cobaan dan godaan justru akan lebih dahsyat pada bulan bulan selanjutnya godaan nafsu duniawi tersebut bahkan lebih dahsyat ketimbang perang badar sekalipun terkait hal ini rasulullah pernah bersabda Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran akbar Lalu sahabat bertanya Apakah pertempuran akbar yang lebih besar itu wahai Rasulullah Rasul menjawab jihad memerangi hawa nafsu Baca juga Syawal Dan Halal Bi HalalPernyataan rasulullah terkait dengan jihad melawan hawa nafsu tersebut tidaklah berlebihan karena memang terbukti seringkali kita lebih menggunakan hawa nafsu ketimbang berpikir sebelum berbuat sehingga penyesalan datang selalu belakangan terkait dengan besarnya godaan tersebut maka setelah bulan ramadan penting sekali bagi kita sekalian untuk saling mengingatkan agar selalu menjaga keistiqomahan beribadah pasca bulan ramadan sidang jumat yang di rahmati Allah Aktifitas sehari hari seringkali melalaikan kita untuk beribadah kepada Allah padahal sejatinya aktifitas duniawi dijalankan dengan tujuan untuk beribadah pula kepada Allah SWT ketakwaan semacam inilah yang setelah ramadan terlihat mulai memudar jika biasanya pada saat sholat magrib dilanjut dengan berjamaah sholat isya lalu dilanjutkan dengan tarawih dan tadarrus semua masjid penuh semua masjid ramai dengan lantunan al quran dan bahkan pada siang hari seringkali kita jumpa orang orang yang dapat menyelearaskan kepantingan duniawi dan kepentingan akhiratnya yaitu beribadah kepada Allah Ta ala lantas mengapa pasca ramadan terasa begitu sulit bagi sebagian orang mu min jawabanya karena keimanan kita mulai goyah keimanan kita mulai berkurang dengan segala aktifitas duniawi yang saling berkejaran seolah olah kita akan hidup kekal selamanya kita mulai merasa lebih memetingkan urusan duniawi ketimbang akhirat sehingga ibadah kita mulai sering lalai sholat lima waktu seringkali tidak tepat waktu biasanya sholat subuh berjamaah sekarang jarang jarang biasanya sholat tepat waktu sekarang lebih banyak diakhir waktu biasanya istigfar dzikir dan berdoa a setengah jam sekarang lima menit terasa lama semua itu merupakan godaan nafsu duniawi sehingga kita tidak lagi berlomba lomba dalam mengejar ridhoNya Allah SWT melainkan mengejar kesenangan atasan atau kesenangan pribadi padahal Allah telah menjanjikan bagi yang istiqomah dalam beribadah dan bertakwa rizkinya akan diperluas dan akan datang dari arah yang tidak disangka sangaka firman Allah dalam surah at thalaq 2 3 Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar bagi semua urusannya Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka sangkanya Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan segala keperluan nya QS ath Thalaaq 2 3 Kaum muslimin yang dirahmati Allah istiqomah dalam beribadah sangatlah penting karena hal inilah yang akan membedakan kita dengan lainya keistiqomahan dalam beribadah merupakan sebuah pertanda bahwa kita telah lulus dengan nilai yang sangat memuaskan pada bulan ramadan kemarin dan orang orang yang istiqomah dalam beribadah tentu saja tidak akan pernah takut dengan kekurangan duniawi dan tidak pernha pula bersedih karena semua telah diserahkan hanya kepad Allah SWT Ganjaran bagi orang orang yang istiqomah dalam beribadah telah Allah siapkan berupa sorga sesuai dengan firmanya dalam surah Fusilat ayat 30 Sesungguhnya orang orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka istiqomah maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan bergembiralah dengan jannah surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu QS Fushilat 41 30 Sidang jumat yang dirahmati Allah Istiqomah dalam beribadah kemudian akan dilanjutkan dengan tawakkal tawakkal atau berserah diri hanya kepada Allah sesungguhnya merupakan identitas seorang muslim yang baik karena dengan tawakal seorang hamba tidak akan menjadi lupa akan kewajibannya meskipun sesibuk apapun dengan pekerjaannya atau dengan urusan lainnya karena seorang hamba yang bertwakal menyadari sepenuhnya bahwa segala yang dikerjakan hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT dan yakin dengan sepenuhnya Allah akan memberikan rizki yang berlimpah Rasulullah bersabda Seandainya kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya maka sungguh Dia akan melimpahkan rezki kepada kalian sebagaimana Dia melimpahkan rezki kepada burung yang pergi mencari makan di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang HR at Tirmidzi Semoga kita semua termasuk orang orang yang dapat istiqomah dalam beribadah dan marilah kita saling mengingatkan agar selalu bertakwa kepada Allah SWT sehingga kita akan termasuk ke dalam golongan yang disebut Muttaqin dan kita juga berdo a semoga kita masih dapat berjumpa dengan ramadan ramadan selanjutnya Serta memohon ampunan dan perlindungan Allah SWT Khutbah II

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …