membaca alquran 200626181530 267
membaca alquran 200626181530 267

Jangan Sekedar Dibaca, Jadikan Al-Quran sebagai Akhlakmu

Al-Quran merupakan mukjizat berupa firman Tuhan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantara malaikat Jibril. Kitab ini mempunya peran penting sebagai pedoman, petunjuk dan penerang bagi umat Islam. Karena itulah, isi al-Quran sangat lengkap yang berisikan persoalan keyakinan, amaliah, etika, hukum, hikmah, sirah, bahkan petunjuk ilmu pengetahuan.

Allah berfirman dalam surat ar-Ra’du ayat 37, “Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Alquran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.”

Al-Quran diturunkan Allah sebagai hukum penentu di antara umatnya. Jadi jangan lagi seorang muslim mengikuti hawa nafsu semata setelah Rasulullah mendapatkan wahyu dan ilmu. Jika seorang muslim masih mengikuti hawa nafsu, maka mereka tidak akan lagi memiliki penolong dari siksa Allah. 

Dalam membaca al-Quran, seorang muslim tidak boleh sekedar hanya membacanya saja. Tapi al-Quran diturunkan oleh Allah untuk dipelajari dan juga diamalkan. Di dalam mempelajari al-Quran sendiri dikenal dengan berbagai jenis ilmu pengetahuan seperti nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, arudl, ma’ani, dan bayan. 

Meski ayat pertama yang diturunkan adalah perintah membaca, namun tidak tidak hanya dapat dimaknai hanya perintah membaca, melainkan juga bermakna teliti dan dalami. Kata iqra’ bukan sekedar makna membaca tekstual tetapi, mengkaji dan mendalami. 

Para ulama mengungkapkan akan lebih baik jika membaca sedikit ayat al-Quran dengan memaknainya, dengan membaca al-quran sebanyak-banyaknya tapi tanpa memahami maknanya. Karena hanya dengan  banyak membaca al-Quran dan berbicara seolah-olah sebagai manusia terbaik namun tidak pernah mengamalkan isi al-quran, ini jauh lebih berbahaya dan mengerikan serta merugi. 

Baca Juga:  Rahasia Sabar Karena Allah

Rasulullah bersabda, “Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikit pun,” (HR. Al-Hakim). 

Membaca al-Quran namun tak mengamalkannya akan sangat merugi. Disadari atau tidak, beberapa orang mampu membaca al-Quran dengan fasih dan tartil. Namun sayang, mereka lupa bahwa kemampuannya tersebut bisa membawa petaka baginya. 

Dengan kelihaiannya dalam membaca al-Quran, mereka akan menjadi sombong, tinggi hati, merasa paling bisa, merasa paling suci dan dicintai Allah. Sementara itu, mereka tak pernah mengamalkan apa yang dibacanya. Mereka juga tak pernah memaknai isi apa yang ia baca. 

Dalam surat Jumu’ah ayat 5 Allah menjelaskan bahwa, “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” 

Inilah perumpamaan bagi orang Yahudi terdahulu yang mengetahui kitab Taurat dan mendapat beban untuk mengamalkannya kemudian tidak melakukannya. Umat seperti ini bagaikan seekor keledai yang membawa banyak buku tetapi tidak mengerti isinya. 

Apabila kitapun merasa seperti umat terdahulu, maka hendaknya kita mulai mencari guru untuk menambah tigkat keilmuan kita. Seorang manusia tidak akan mempu memahami sendiri makna yang terkandung dalam al-Quran. Oleh karena itu di perlukan guru untuk kita mampu memahami isinya, dan menjauhkan kita dari kesesatan.

Bagaimana cara memuliakan al-Quran? Menjadikan al-Quran sebagai pedoman akhlak. Sayyidah Aisyah pernah melukiskan tentang akhlak Rasulullah. Beliau menjawab secara singkat dan padat “ akhlak Rasulullah adalah al-Quran. Apa artinya?

Rasulullah bukan sekedar membacakan dan menyampaikan wahyu kepada umatnya, tetapi beramal dengan apa yang ada di dalamnya. Akhlak Rasulullah ketika berhadapan dengan Allah adalah al-Quran. Akhlak Rasulullah ketika berinteraksi, berkomunikasi, berdakwah dan mengayomi umatnya dan berhadapan dengan musuhnya adalah al-Quran.

Baca Juga:  Sebelum Menyesal, Rasul Telah Mengingatkan : Jaga Lisan dan Tanganmu!

Marilah kita kembali memuliakan al-Quran dengan cara menjadikan akhlak kita akhlak al-Quran.

Bagikan Artikel ini:

About Eva Novavita

Avatar of Eva Novavita

Check Also

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (3) : Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis

Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti …

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (2) : Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan

Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …