Bercermin

Jangan Hanya Bercermin untuk Kecantikan Fisikmu, Terpenting Akhlakmu

Bercermin memiliki dua pengertian, yakni bercermin secara fisik dan bercermin dalam pengertian mengintropeksi diri. Bercermin secara fisik merupakan suatu tindakan yang sudah tak asing lagi bagi manusia, terutama bagi kaum hawa. Kebiasaan kebanyakan kaum hawa kemanapun pasti membawa serta cermin untuk melihat riasannya.

Bercermin bisa menjadi salah satu ibadah apabila kita melakukannya dengan mambaca doanya dan juga setiap apa yang kita lakukan akan senantiasa dalam lindungan Allah. berikut bacaan ketika kita hendak bercermin.

اَللَّهُـمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Artinya: “Ya Allah sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku”

Adapun beberapa adab ketika kita hendak bercermin, yakni:

Membaca doa bercermin:

  1. Menatap wajah dgn bersyukur
  2. Tidak membanggakan diri
  3. Tidak menghina diri sendiri
  4. Jangan dbiasakan berbicara atau tertawa sendiri di depan cermin

Sebagaimana kita perlu berhadapan dengan cermin,minimal sekali dalam sehari,untuk mematut diri,apakah penampilan kita sudah pantas? Ternyata bercermin secara batin juga tidak kalah pentingnya. Setidaknya manusia sekali dalam sehari perlu untuk bercermin diri atau bisa diartikan melakukan introspeksi diri.

Dalam doa di atas bercermin bukan sekedar ingin meraih penampilan fisik terbaik, terpenting adalah menjaga akhlak dan perangai kita. Apakah tindakan atau keputusan yang kita ambil, sudah sesuai dengan arah dan tujuan hidup kita ?  Jika belum. Kita perlu memikirkan untuk bagaimana cara untuk kita dapat memperbaikinya. Perlu disadari bahwa sesungguhnya, setiap orang merupakan nahkoda dalam kehidupannya.

Kehidupan diibaratkan sebagai samudra yang pastinya juga berbahaya bila kapal yang kita tumpangi sedang berlayar di samudra lepas. Perlu kita menyadari diri dan mengontrol diri supaya kita tidak menyimpang dari tujuan hidup.

Di dalam kitab Shahih-nya, imam Bukhari membuka salah satu bab kitab ash-Shaum dengan perkataan Abu az-Zinad,

Baca Juga:  Raihlah Surga di Duniamu dan Harapkan Surga di Akhiratmu

إن السنن ووجوه الحق لتأتي كثيرًا على خلاف الرأي

Artinya: “Sesungguhnya mayoritas sunnah dan kebenaran bertentangan dengan pendapat pribadi” [HR. Bukhari].

Maksudnya betapa seringnya seseorang enggan menerima kebenaran karena bertentangan dengan pendapat dan tendensi pribadi. Tidak jarang seseorang tidak mampu selamat dari hawa nafsu dan terbebas dari kekeliruan pendapat karena bersikukuh meyakini sesuatu dan tidak mau menerima koreksi.

Pentingnya intropeksi diri agar kita mampu memahami kesalahan apa saja yang telah kita lakukan. Baik kesalahan disengaja ataupun tidak disengaja. Introspeksi diri juga melatih sikap mental kita, agar jauh dari keangkuhan diri dan agar tidak gegabah dalam mengambil kesimpulan bahwa orang lain tidak lebih baik dari diri kita.

Wal-hasil jika kita bisa bercermin untuk memperbaiki tampilan fisik kita setiap hari, bahkan setiap saat kenapa kita tidak juga bercermin untuk memperbaiki akhlak kita setiap saat. Tidakkah kita tidak susah mencari cermin di manapun untuk memperbaiki akhlak kita. Kita hanya perlu untuk tidak selalu merasa benar dengan diri kita dan lakukan perbaikan ke a ah yang lebih baik.

Bagikan Artikel

About Inke Indah Fauziah

Avatar