penceramah radikal
penceramah radikal

Juru Dakwah yang (Tak) Berakhlak Karimah

Sudah bukan zamannya lagi ulama atau juru dakwah menjadi bagian dari persoalan umat itu sendiri karena sering menarasikan isu-isu yang memicu perpecahan seperti anti kebhinekaan, mencaci maki, dan membenci. Jika umat terus dijejaki narasi yang tidak mendidik dan tidak produktif, maka umat akan terpecah-belah dan semakin lemah.

Juga bukan saatnya lagi para juru dakwah mempertontonkan akhlak tercela kepada umat. Di antara konsekuensi menjadi juru dakwah adalah mendapatkan celaan, perlakuan kasar dan lain sebagainya. Meskipun demikian, tetap harus disikapi dengan elegan, mengutamakan akhlak karimah.

Dalam kondisi yang demikian itu, perlu sebuah paradigma dakwah yang mampu membawa umat maju, produktif, teduh dan damai. Di sinilah, dakwah yang menjunjung akhlak karimah diperlukan, bahkan sangat mendesak untuk dijadikan sebagai gerakan bersama.

Namun demikian, hingga saat ini, masih ada juru dakwah yang gemar mengundang amarah, berkata kasar, mencaci-maki, suka mengkafirkan kelompok lain hanya karena beda pandangan, dan masih banyak lainnya. Tentu ini bukanlah dakwah yang sesuai dengan Alquran dan sunnah.

Alkisah, Rasulullah SAW pernah ditanya, “Perbuatan apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?” Beliau menjawab, “Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik” (HR Tirmidzi).

Akhlak Karimah Modal Utama Dakwah Rasulullah

Pernyataan Habib Lutfi beberapa waktu lalu yang viral selalu menemukan relevansinya, yaitu bahwa ada keturunan Nabi yang tidak ber-akhlak karimah. Jangankan seorang juru dakwah, keturunan Nabi pun ada yang demikian. Padahal, modal utama Rasulullah dalam berdakwah adalah akhlak karimah.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad Saw bersabda:

 وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

Artinya: “Ucapan yang baik adalah sedekah [HR. al-Bukhari no. 2989 dan Muslim no. 2332].

Baca Juga:  Anjuran Rasulullah tentang Tidur Qailulah, Apa Manfaatnya?

Memilih dan memilah kata-kata yang baik (santun) adalah metode yang diajarkan oleh Rasulullah dalam berdakwah. Dengan demikian, menabrak langsung lawan bicara dengan kata-kata yang kotor dan keras bukanlah akhlak rasulullah.

Bahkan, terhadap orang yang menyakiti hati, seorang da’i harus mengambil sikap pemaaf dan membalas keburukan dengan kebaikan. Hal ini sebagaimana petunjuk dari Allah dalam Alquran:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Artinya: “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebajikan, serta jangan pedulikan orang-orang jahil”. (al-A’raf:199).

Banyak kisah dan teladan dari Nabi Muhammad tentang dakwah yang menjunjung tinggi akhlak karimah meskipun beliau mendapat perlakukan yang sungguh sangat menguras kesabaran dan mengundang amarah.

Jalan dakwah bukanlah jalan yang mudah, namun penuh rintangan sehingga tidak boleh baperan, apalagi dikit-dikit tersinggung dan ngegas. Rasulullah sudah banyak kali mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan yang datang dari orang yang rasulullah dakwahi.

Suatu ketika, ketika Nabi Muhammad mendapatkan perlakukan ‘kasar’ dari orang yang didakwahi, Allâh telah mengirimkan untuk beliau malaikat gunung, supaya engkau memerintahkannya melakukan apa saja kepada mereka sesuai kehendakmu. Bahkan jika Nabi berkenan, malaikat gunung akan menimpakan dua gunung kepada mereka.

Apa jawab Nabi. Sungguh luar biasa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Justru aku berharap, semoga Allah berkenan menjadikan keturunan mereka generasi yang mau beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun”. (HR. Muslim No. 4629).

Demikianlah potret dakwah Rasulullah yang telah terbukti berhasil, membuahkan dampak positif, membawa kemajuan Islam dan mengharumkan nama Islam. Dan diantara prinsip yang harus dipegang oleh juru dakwah sebagaimana yang disarikan dari Nabi adalah, menyelesaikan atau menyikapi persoalan dengan cara yang tidak menimbulkan masalah lain. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Bagikan Artikel ini:

About Muh. Ulin Nuha, MA

Avatar of Muh. Ulin Nuha, MA

Check Also

jihad

Catat! Jihad dan Terorisme Itu Beda Jauh, Yuk Simak Penjelasannya

Kejadian aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar menyisakan duka yang mendalam bagi …

kunjungan paus

Adakah Nilai-nilai yang Bisa Dipetik dari Kunjungan Paus di Irak?

Paus Fransiskus sudah mengunjungi beberapa wilayah di Timur Tengah. Teranyar, Paus Fransiskus melakukan kunjungan bersejarah …