mendidik anak cinta rasul
cinta rasul

Kamu Mencintai Rasul, Mana Buktinya? Rasul Lebih Mencintaimu!

Ketika Rasulullah dihina dengan gambaran yang tidak elok oleh dunia Barat, lalu kamu marah. Bahkan amarahmu kadang melampaui nalar sehatmu dengan memaki atas nama cinta.

Apakah itu tanda cinta Rasul? Apa tidak ada cara lain yang sesuai tuntunannya dalam mengekspresikan cinta Rasul? Apakah menunggu Rasul dihina hingga kamu mengekspresikan bela Rasul dan cinta Rasul?

Tidakkah diri kita merasa malu ketika hanya cinta dan ingin membela Rasul ketika ada penghinaan terhadap kemuliaannya. Jika cintamu hanya sebatas itu malulah kepada Rasulullah yang selalu mendoakan umatnya, termasuk diri kita, setiap saat.

Dalam suatu riwayat di kala santai, Sayyidah Aisyah ra, memohon kepada Rasul untuk mendoakannya. Lalu, Rasul memenuhi permintaan istri tercinta dengan untaian doa yang sangat indah : “Ya Allah, ampunilah ‘Aisyah, seluruh dosanya yang lalu dan yang akan datang. Dosanya yang terlihat dan yang tersembunyi“.

Begitu mendengar untaian doa dari bibir seorang Rasul, sekaligus suaminya, betapa senangnya Aisyah. Saking senangnya ia tersenyum lebar sambil menjatuhkan kepalanya di pangkuan Rasul.

Rasul, lalu, bertanya : “Senangkah engkau dengan doaku tadi?” Sayyidah ‘Aisyah menjawab: “Bagaimana mungkin aku tidak gembira dengan doamu Ya Rasulullah? “Beliaukemudian meneruskan: “Demi Allah, itulah doaku untuk umatku setiap salat“. (HR Ibn Hibban).

Lihatlah, sahabatku, betapa besar dan dalamnya cinta dan sayangnnya Rasulullah terhadap diri kita dan umat Islam. Beliau bahkan bersumpah itulah doa yang selalu dipanjatkan setiap shalat. Cinta rasul kepada umatnya tidak pernah menunggu momentum, tetapi doa setiap saat agar umatnya diampuni dan dijauhkan dari azab.

Bahkan dalam suatu kesempatan, Rasulullah menangis dengan mengangkat tangannya seraya bersabda : Ya Allah, umatku…umatku”. Seruan disertai tangis ini pun menggetarkan langit sehingga Allah harus mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan pesanNya.

Baca Juga:  Tips Agar Shalat Khusyuk dari Syekh Hatim al-Asham

Lalu, apa bukti cinta kita kepada Rasulullah? Apakah kita cuma mampu berkoar-koar di tengah jalan untuk membela Rasul? Sudahkah diri kita meneladani akhlak sekaligus rasa dalam cintanya kepada umatnya?

Jika kita memang tidak pernah sedikitpun ada ikatan batin dengan Rasul, jangan pernah kita merasa paling depan mengatakan cinta Rasul. Ikatan itu ada ketika kita selalu menyebutnya setiap saat.

Jika dalam sehari pun kita tidak melantunkan shalawat kepadanya jangan pernah merasa bangga paling dekat dan cinta kepada Rasul. Mana mungkin orang cinta melupakan yang dicintai? Mana mungkin orang cinta hanya mengingat ketika ada aksi pembelaan. Membela seperti itu boleh asal disertai akhlak yang baik.

Cinta itu tentang hati yang selalu ingat setiap saat dan tentang bibir yang selalu menyebut namanya dalam untaian doa setiap waktu. Dan doa dan penghormatan terbaik kepada Rasulullah adalah shalawat, sebagai Allah dan Malaikat pun membaca shalawat kepadanya.

Yuk jangan pernah lupa shalawat setiap saat. Semoga kita termasuk golongan yang diberikan syafaat Rasul karena kecintaan kita kepada junjungan agung Muhammad Rasulullah.

Bagikan Artikel ini:

About Farhah Salihah

Avatar of Farhah Salihah

Check Also

janda menggoda MUI

Ketika Janda “Menggoda” MUI

Janda masih memiliki stigma negatif di Indonesia. Selain harus berjuang ekonomi secara mandiri, ia harus …

lakum dinukum wa liyadin

Lakum Dinukum Wa liyadin Dalil Bersikap Ekslusif?

Menarik sekali kritik salah satu pejabat teras MUI, Amirsyah Tambunan ketika mengomentari salah satu poin …