Cemburu adalah manusiawi ketika merasa tidak dianggap sama orang yang dicintai. Atau bahkan karena merasa sang kekasih sedang pilih kasih. Begitu pula yang dihadapi istri-istri Rasulullah.
Di kala kelahiran putranya Ibrahim bin Muhammad, hari-hari Rasulullah sangatlah membahagiakan. Setiap hari Rasulullah selalu menimang Ibrahim dengan penuh kegembiraan. Untuk mengungkapkan kebahagiannya pada saat Ibrahim lahir Nabi memberikan sedekah uang dengan ukuran setiap helai rambut Ibrahim.
Namun di tengah kebahagiaan Rasulullah tersebut, para istri-istri Rasulullah merasa cemburu dengan kehadiran sang bayi yang lahir dari rahim Maria Al-Qibtiyah. Mungkin sangat wajar karena hanya dari Maria inilah Rasul dianugerahi seorang putra. Sementara, Maria adalah perempuan pemberian raja Mesir: Muqauqis, karena itu ia berstatus sebagai hamba sahaya, sesuatu yang masih menjadi tradisi waktu itu yang oleh Nabi sedikit demi sedikit dikikis.
Lama kelamaan Rasulullahpun melihat kecemburuan timbul dari hari para istri-istrinya. Suatu hari Hafsha putri Umar bin Khattab mendatangi ayahnya, dan mencurahkan segala kencemburuan terhadap Ibrahim dan juga ibunya Maria.
Sebelum kelahiran Ibrahim, sudah terjadi pertentangan di kalangan para istri Rasulullah, mereka menganggap Rasulullah tidak adil karena lebih mencintai satu istri dibanding yang lain. Namun, kala itu Rasulullah masih bisa menasehati para istrinya tersebut.
Namun ketika Ibrahim lahir ke dunia kecemburuan mereka semakin menjadi-jadi. Karena dirasa keadaan sudah tidak baik maka Rasulullah mengambil tindakan tegas, yakni memutuskan memisahkan diri (pisah ranjang) dari semua istri-istrinya.
Kala itu Rasulullah pisah ranjang dengan semua istrinya selama sebulan penuh. Rasulullah menghabiskan sebagian waktunya hanya dalam sebuah bilik kecil dengan ditemani oleh pelayannya Rabah.
Karena tindakan Rasulullah ini para istri dan juga sahabat-sahabat yang setia kepada Rasul merasa khawatir dengan keadaan Rasulullah, dan juga nasip para istrinya tersebut. Tak sabar Umar ingin mengetahui kabar Rasulullah maka iapun memutuskan untuk pergi ke tempat Rasulullah.
Tanpa disangka oleh Umar, bilik kecil tempat berdiam dirinya Rasulullah keadaannya sungguh tidak baik untuk ditempati. Umar hanya melihat tikar yang sudah usang yang menjadi alas dari tempat tersebut. Dan umar hanya melihat gandum dan kacang-kacangan yang berjumlah sedikit. Seketika Umar merasa sedih karena melihat junjungannya nampak begitu sengsara.
Melihat kesedihan Umar Rasulullah menjelaskan bahwa beliau ingin meninggalkan kemewahan duniawi. Dan hanya ingin memberikan pelajaran yang berharga kepada istri-istrinya. Rasulullah hanya sedang menjalankan tuntunan Allah seperti yang terkandung dalam surat an-Nisa ayat 34,
“Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan Tinggalkanlah mereka di tempat-tempat pembaringan serta pukullah mereka. Lalu jika mereka telah menaati kamu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,”
Ayat di atas menjelaskan bahwa suami memiliki hak memelihara, melindungi dan menangani urusan istri, serta kerja keras yang ia lakukan untuk membiayai keluarga. Oleh karena itu, yang disebut sebagai istri yang salehah adalah istri yang taat kepada Allah dan suami, dan menjaga segala sesuatu yang tidak diketahui langsung oleh suami.
Allah telah memerintahkan dan menunjukkan istri untuk melakukan kewajiban tersebut. Dan kepada istri yang menampakkan tanda-tanda ketidakpatuhan, maka suami wajib memberi nasihat dengan perkataan baik jika tidak bisa maka jauhi ia di tempat tidur, dan jika istri masi tidak patuh maka beri hukuman berupa pukulan ringan yang tidak melukai
Perlu diingat jika dengan salah satu cara tersebut istri sudah terlebih dalulu sadar dan mau mematuhi suami, maka suami tidak boleh langsung memukul istri terlebih jika pukulan tersebut menyakitkan.
Jika suami melakukan kekerasan tanpa suatu perkara, Allah maha besar mampu membalas tidakan suami yang menganiyaya istri tanpa sebuah kejelasan.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah