kekayaan siti khadijah
harta

Kekayaan Siti Khadijah sebagai Support Dakwah Rasulullah SAW

Banyak masyarakat yang berpandangan bahwa sebagai seorang pendakwah cukup menyebarkan ajaran dan ilmu yang dimilikinya tanpa harus memikirkan atau mengurus masalah duniawi, termasuk dalam usaha atau bisnis. Karena menurut mereka orang yang mengajarkan agama hanya fokus mengajar saja. Dari pemahaman tersebut mengakibatkan umat Islam semakin tertinggal dalam urusan ekonomi dan umat kita akan kalah saing dengan masyarakat luar yang sudah mempunyai pandangan tentang kemajuan terlebih dari aspek ekonomi.

Jika kita lihat tentang kehidupan Rasulullah, sesungguhnya Beliau merupakan seorang pedagang yang meniti profesi tersebut sejak kecil. Beliau merupakan seorang pendakwah yang menggunakan hasil dari dagangnya untuk berdakwah menyebarkan agama Allah. Rasulullah sejak kecil pula telah ikut dalam perjalanan dagang ke luar negeri. Dan setelah muda, beliau mendapatkan kepercayaan dari investor kaya raya Bernama Khadijah.

Dari kepercayaan inilah Khadijah mengenal kepribadian Rasulullah yang sebagaimana masyarakat pada saat itu mengenal bahwa Rasulullah adalah seorang pemuda yang dapat dipercaya, atau lebih dikenal dengan sebutan al-Amin. Setelah kepercayaan itu terbangun, kemudian Khadijah tertarik untuk menikah dengan Rasulullah.

Pada saat itu, Khadijah merupakan sosok perempuan yang janda dan terkenal karena kekayaan dan kecantikannya. Khadijah yang dalam beberapa referensi dikatakan seorang terkaya di Makkah dengan kekayaan 2/3 dari kekayaan kota itu. Khadijah menikahi Rasulullah karena memang dia sejak dulu pingin menjadi seorang istri rasul terakhir yang ciri cirinya dimiliki oleh pemuda yang bisa menjalankan kekayaannya.

Dari sinilah kemudian Khadijah memberikan seluruh kekayaannya untuk dipakai dakwah oleh Rasulullah. Dan benar, akhirnya seluruh kekayaan yang dimiliki Khadijah telah habis digunakan untuk mensupport perjuangan dakwah Rasulullah, bahkan ada pendapat yang bilang bahwa pada saat itu Khadijah hanya memiliki baju yang terdapat 80 kali tambalan. Baju tambalan ini nampaknya menjadi gambaran bahwa Rasulullah dan para sahabat dakwahnya , terutama istrinya harus menanggung resiko bahkan harta kekayaannya yang menjadi bentuk sebuah pengorbanan untuk dakwahnya.

Baca Juga:  Pernikahan Rasulullah yang Sering Disalahpahami

Selain itu, Khadijah juga menghadiahkan budak yang Bernama Zaid kepada suaminya yang kemudian beliau merdekakan dan bahkan beliau angkat menjadi anak dan Zaid ini termasuk orang- orang yang pertama kali masuk islam. Bahkan Zaid bin Haritsah sampai menolak balik kampung halaman.

Dari kisah tersebut terdapat bukti bahwa seorang Rasulullah merupakan seorang yang kaya dan mendapat support dari istrinya untuk menjalankan dakwahnya, selain itu sudah terdapat bukti bahwa Rasulullah mengorbankan seluruh hartanya dan hasil dagangnya untuk melakukan dakwah. Jadi, sebagai seorang pendakwah saat ini, diberlukan adanya sumber penghasilan yang mampu memenuhi kebutuhan sehingga ketika menyebarkan ilmu Allah dapat menjalaninnya dengan tenang tanpa harus memikirkan urusan dunia karena sudah maopan dan merasa cukup.

Bagikan Artikel ini:

About Zahrotun Ni'mah

Avatar of Zahrotun Ni'mah