Masjid Nabawi
Masjid Nabawi

Ketika Masjid Nabawi Dilanda Kebakaran

Masjid Nabawi merupakan masjid terbesar nomor dua setelah masjidil haram di Makkah. Masjid ini termasuk tempat yang disucikan dan dihormati oleh umat Islam. Secara historis awal bangunan ini didirikan langsung oleh Nabi Muhammad.

Menurut Mubarakfuri, Rasulullah tiba di Yatsrib (Madinah) dan  membeli lahan seharga 10 dinar dari dua orang yatim yaitu Sahl and Suhail. Lahan itu merupakan tempat pertama unta Rasulullah berhenti di Madinah.

Lantas Rasulullah menjadikan lahan tersebut sebagai tempat peribadatan bagi para muslim pada saat itu. Dalam pembangunan masjid, Beliau membuat dinding lumpur di atas fondasi batu. Pelepah kurma digunakan untuk menutup sebagian atap.

Awalnya masjid itu memiliki tiga pintu dan menghadap Masjid Al-Aqsa (kiblat pertama) sebelum diubah menghadap Kabah di Mekkah. Diketahui bahwa jika umat muslim menjalankan ibadah salat di Masjid Nabawi akan diberikan ganjaran 1.000 kali lipat dibandingkan dengan di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram yang berada di kota Makkah.

Masjid ini pada awalnya dibangun di samping rumah Nabi Muhammad pada tahun 632. Dalam hadist Bukhari, Abu Huraira RA menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Antara rumahku dan mimbar adalah taman surga.”. Kini Raudhah atau taman potongan dari surga itu sudah berada pula di dalam kompleks masjid.

Masjid Nabawi memiliki sejarah panjang bagi kaum muslim, di dalamnya terkenang sejarah perjuangan Nabi Muhammad dan para sahabat untuk menegakkan dan memperjuangkan Islam dalam membangun sebuah komunitas madinah. Masjid Nabawi adalah saksi sejarah dari perjuangan dan kemegahan Islam.

Dengan kehebatan Masjid Nabawi, banyak umat yang tidak mengetahui bahwa masjid Nabawi pernah mengalami kebakaran hebat pada hari pertama di bulan Ramadhan tahun 654. Peristiwa itu terjadi taklama setelah wafatnya Rasulullah beserta kedua sahabatnya Abu Bakar As Siddiq dan Umar bin Khattab.

Baca Juga:  Cerita Kegigihan dan Persaudaraan Sejati Di Balik Perang Yarmuk

Kejadian ini bermula dari kasur milik salah satu seorang pelayan masjid yakni Abu Bakar Al-Maraghi yang terkena hembusan sampah yang telah dibakar dan masuk ke dalam kamar mengenai kasurnya. Kejadian ini sempat mengegerkan Madinah dan kota lain yang bedara tak jauh dari Madinah.

Kebakaran ini terjadi tepat di saat umat muslim selesai melaksanakan ibadah solat tarawih berjamaah di masjid tersebut. Api berkobar begitu cepat hingga membakar seluruh atap masjid dan beberapa tiang penyangganya.

Kala itu umat muslim tidak mampu berbuat apapun, mereka hanya mampu menyirami kobaran api yang besar itu dengan seember air sedikit demi sedikit. Ya tentunya, usaha mereka tidak membuahkan hasil sama sekali.

Umat muslim berduka saat itu, diketahui bahwa atap kamar Rasulullah yang di dalamnya terdapat makam Baginda Rasul serta kedua sahabatnya yakni Abu Bakar As Siddiq dan Umar bin Khattab ikut terbakar sebagian.

Peristiwa kebakaran ini terjadi pada masa kekuasaan Daulah Abbasiyah. Saat itu Khalifah Mu’tashim segera memerintahkan pembangunan ulang untuk Masjid Nabawi ini. Beliau mengirimkan bantuan berupa barang-barang materiil dan para pekerja proyek.

Proyek perbaikan Masjid Nabawi pun dimulai pada tahun 655 Hijriah. Namun sayangnya, pembangunan perbaikan tersebut tidak dapat diselesaikan, karena adanya serangan bangsa Tartar kepada kekhalifahan Islam yang mengakibatkan jatuhnya kekuasaan Daulah Abbasiyah pada tahun 656 Hijriah kala itu.

Melihat pembangunan Masjid yang terhenti, penguasa Mesirpun tidak ingin kalah untuk menyempurnakan kembali bangunan Masjid Nabawi yang sempat terhenti. Dan sekitar tahun 879 Hijriah, proyek pembangunan Masjid Nabawi tersebut pun selesai.

Para umat Muslimpun berbondong-bondong mendatangi masjid tersebut. Pada tahin 1909 Masjid Nabawi menjadi tempat pertama di Jazirah Arab yang dialiri listrik pada kerajaan Ottoman.

Bagikan Artikel

About Ernawati

Avatar