makkah
makkah

Ketika Masjidil Haram Ditutup karena Wabah Melanda

Presiden Jokowi telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai tanggal 3-20 Juli mendatang. Pemberlakuan aturan tersebut akan diterapkan di 48 kabupaten/kota dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 kabupaten/kota dengan asesmen situasi pademi level 3. Semua daerah tersebut tersebar di Pulau Jawa dan Bali.

Langkah itu, diambil pemerintah dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 yang berkembang sangat cepat. Presiden Jokowi juga menyebut bahwa varian baru Covid-19 menjadi persoalan serius tidak hanya di Indonesia, tapi juga di sejumlah negara. Begitu kata Presiden Jokowi dalam sebuah video yang ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Dalam PPKM darurat, sejumlah aturan pun diterapkan. Seperti misalnya kegiatan perkantoran, terkecuali sektor esensial, harus dilakukan di rumah atau WFH 100%. Selain itu, belajar harus dilakukan daring, pasar dibatasi, mal harus tutup, transportasi umum dibatasi dan tempat ibadah ditutup dan lain sebagainya.

Dari semua aturan dalam PPKM darurat, yang menjadi perdebatan serius adalah soal tempat ibadah di tutup. Aturan itu, bahkan sejak awal Covid-19 menyerang, selalu menjadi perdebatan berbagai pihak yang tak kunjung selesai. Ada yang pro, dan tentu saja tidak sedikit juga yang kontra.

Tentu saja, hal itu semakin membuat masyarakat terpecah. Umat tidak akan pernah kompak satu suara dalam menjalankan seruan dari pemerintah. Padahal, aturan tersebut diambil dengan satu tujuan, yakni untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin tak terkendali. Dan, tidak hanya masjid saja yang ditutup sementara, melainkan semua tempat ibadah.

Jika umat Islam mau melihat ke sejarah masa lalu, sesungguhnya penutupan masjid tidak hanya terjadi pada masa sekarang. Pada tahun 827 H atau tahun 1449 M, Kota Makkah diserang wabah penyakit mematikan. Dengan adanya wabah tersebut, umat Islam pada masa itu memutuskan untuk menutup Masjidil Haram.

Baca Juga:  Kapan Lailatul Qadar Ramadan Kali ini? Inilah Prediksi dari Isyarat Ayat al-Qadar

Peristiwa penutupan Masjidil Haram tersebut dicatat oleh Ibnu Hajar dalam kitab Inba’ al-Ghumr bi Abna al-Umr. Ibnu Hajar mengisahkan bahwa ada peristiwa wabah mematikan menyerang Makkah, termasuk di Masjidil Haram.

Saking ganasnya wabah tersebut, setiap hari, sedikitnya ada 40 orang yang meninggal dunia. Bahkan dalam sebulan ada sekitar 1.700 orang yang meninggal. Akibat ganasnya wabah tersebut, orang-orang pada masa itu memutuskan untuk menutup masjidil haram dan tidak melaksanakan shalat di sana.

Dengan merujuk peristiwa tersebut, seharusnya umat Islam di Indonesia tidak perlu meributkan soal aturan penutupan masjid ketika masa PPKM. Sebab, aturan tersebut diterapkan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan umat Islam. Toh, ibadah tidak hanya bisa dilakukan di masjid. Malahan, dengan aturan tersebut, umat Islam bisa menjadikan rumahnya masing-masing sebagai tempat ibadah. Lagi pula, penutupan masjid, tidak dilakukan selamanya. Hanya sementara. Ya, hanya sementara.

Di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19, sebagai umat mayoritas, umat Islam di Indonesia sudah seharusnya memberikan teladan kepada umat lainnya. Mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah adalah sebuah keharusan. Menjaga jiwa dari ancaman wabah wajib dilakukan.

Hal itu sesuai dengan fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 yang menyebutkan bahwa dalam kondisi penyebaran Covid-19 yang tak terkendali dan mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salah Jum’at di kawasan tersebut.

Selain itu, umat Islam juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan banyak orang seperti shalat jamaah, shalat tarawih, shalat ied di masjid atau tempat umum lainnya. Sekali lagi, langkah itu diambil untuk menjaga keselamatan jiwa umat Islam pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Mari, kita taati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai ulil amri bagi kita semua. Para sahabat sudah memberikan contoh dengan menutup Masjidil Haram untuk menghindari penyebaran wabah, mari kita meneladani mereka. Semoga PPKM berjalan dengan maksimal dan penyebaran wabah Covid-19 bisa ditekan. Mari berdoa untuk keselamatan kita semua. 

Bagikan Artikel ini:

About Nur Rokhim

Avatar of Nur Rokhim
Mahasiswa Pasca Sarjana Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga. Aktif di Majalah Bangkit PWNU DIY

Check Also

musa dan firaun

Kisah Nabi Musa dan Firaun: Adab Mengkritik Seorang Penguasa yang Sangat Dzalim

Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya …

nabi palsu

Prediksi Rasulullah Perihal Kemunculan Nabi Palsu

Lagi, untuk kesekian kalinya, ada orang mengaku sebagai seorang nabi. Adalah seorang berinisial R yang …