dosa besar
dosa besar

Kisah Bocah yang Khawatir dengan Dosanya dan Si Tua yang Bangga dengan Amalnya

Sebut saja namanya Jarwo, seorang lelaki tua yang sudah cukup renta usianya. Di sore yang cukup lengang, untuk mengobati rasa penatnya setelah seharian bekerja, ia mencoba menghibur diri dengan menikmati suasana sepanjang tepi sungai. Gemercik air,  terdengar seperti sebuah sinfoni mengantarkannya menemukan sebuah kehidmatan dalam jiwanya.

Tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara tangisan yang mengisak. Lamat-lamat terdengar namun terasa sangat dekat. Setelah dicari, tenyata seorang bocah laki-laki kecil tertunduk dengan tangis sesenggukan.

Penasaran dengan apa yang dilihatnya, Jarwo si lelaki tua itupun bertanya menyelidik. “Apa gerangan  yang membuatmu menangis Nak?”. Tanya Jarwo sembari mengelus-elus kepalanya, mencoba menenangkan kecamuk persaannya. “Aku membaca al-Quran hingga ayat yang berbunyi :

ياايها الذين آمنوا قوا انفسكم واهليكم نارا

Artinya : “Wahai orang orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka”

Aku takut Allah menjebloskanku ke dalam Neraka”. Dengan polosnya bocah itu menjawab. “Nampaknya, bocah ini berkemelut dengan jiwanya. Jarwo membatin.

Jarwo: “Wahai anak kecil, janganlah kau bersedih. Kau tergolong orang yang dijaga. Engkau tak layak masuk Neraka.

Bocah: “ hai orang tua, pernahkah kau berfikir?! Manusia bila menyalakan api dalam sebuah tungku, yang dimasukkan pertama kali adalah kayu-kayu kecil lalu kayu-kayu besar.

Merasa salah dan tersindir kata-kata si bocah, jarwo menangis sejadi-jadinya. “Bocah ini lebih takut neraka dari pada aku”. Batin Jarwo.

Hikmah Kisah

Berfikirlah wahai saudaraku. Pernahkah engkau menangisi diri yang sejatinya tergadaikan dengan api Neraka?! Sementara di saat yang bersamaan ‘kematian’ semakin mendekat menghampiri hendak segera mengantarkanmu ke liang lahat, tempat peristirahatan abadimu. Neraka adalah penjara bagi sang pendosa yang dijaga ketat oleh Malaikat Zabaniyyah. Sementara kamu oleh sengatan matahari saja tak cukup memiliki kesabaran bagaimana dengan jilatan api neraka?! (Utsman ibn Hasan Ibn Ahmad Syakir al-Khubawi, Dzurrah al-Nashihin, hal 250)

Baca Juga:  Nabi Sang Juru Damai Dunia

Syaikh Muhammad Jamaluddin al-Qasimiy mengutip sebuah pernyataan Sebagian Ulama’ Salaf mengatakan bahwa yang mampu mengantarkan seseorang masuk ke dalam neraka adalah Dosa Besar. Setidaknya, menurut Abu Thalib al-Makkiy ada tujuh belas macam dosa besar.

4 dosa besar dilakukan oleh hati yaitu, syirik, bersiteguh untuk melakukan dosa, putus asa untuk mendapatkan rahmat Allah, mencari perlindungan dengan hal yang dibenci agama.

4 dosa dilakukan oleh lisan, yaitu, persaksian palsu, sumpah bohong, menuduh orang berbuat mesum dan sihir.

3 dosa besar dilakukan oleh perut yaitu, minum minuman memabukkan, memakan harta anak yatim dan makan hasil riba.

2 dosa besar dilakukan oleh kemaluan yaitu, berzina dan liwath (sodomi).  

2 dosa besar dilakukan oleh tangan yaitu mencuri dan membunuh.

1 dosa besar dilakukan oleh kaki yaitu, lari dari medan pertempuran.

(Mau’idhah al-Mu’minin Min Ihya’ Ulum al-Din, 1/404).

Sungguh dalam seluruh organ tubuh ini hingga dalam hati yang tak terlihat berpotensi dosa. Sudahkah kita menyadari seluruh potensi dosa ini yang kapanpun dan di manapun bisa kita lakukan dalam tindakan.

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

doa iftitah

Menyanggah Ustadz Adi Hidayat yang Berulah tentang Doa Iftitah

“iini wajjahtu itu, kalau Anda teliti kitab haditsnya, itu bukan doa iftitah, tapi doa setelah …

akhlak

Ciri Gagal Beragama : Mementingkan Iman dan Syariat, Mengabaikan Akhlak

Di negeri yang seratus persen menjalankan agama secara kontinu, namun ironis, Tindakan korupsi makin menjadi …