Kodrat dari semua manusia yang ada di bumi ini adalah makan, minum, beribadah, beristirahat dan yang tidak bisa dihindari adalah kematian. Setiap orang pasti akan bertemu dengan ajalnya, tak terkecuali Nabi Adam sebagai manusia pertama yang diturunkan ke bumi oleh Allah.

Dalam suatu riwayat, Nabi Adam hidup di dunia ini selama 960 tahun lamanya. Dengan umur sepanjang itupun, Nabi Adam dikarunai 40 anak bersama istrinya Siti Hawa. Setelah menderita sakit yang diderita dalam waktu 11 hari, Nabi Adampun berada dalam detik-detik kematiannya. Nabi Adam berkata kepada anak-anaknya, “Wahai anak- anakku! Aku ini ingin makan dari buah-buah syurga!”.

Permintaan Nabi Adam merupakan suatu pertanda bahwa Beliau sudah sangat merindukan surga yang sudah lama ia tinggalkan. Namun, meski sulit dan mustahil, anak-anak dari Nabi Adam ingin segera mengabilkan permintaan yahnya karena mereka tidak ingin mengecewakan orang tua yang mereka sayangi.

Namun, di tengah perjalanan mereka mendapati beberapa malaikat yang berwujud manusia yang sedang membawa kain kafan, parfum dan sejenis cangkul. Merekapun bertanya pada anak Adam. “Apa yang kalian cari?” maka dijawablah oleh anak Adam “Ayah kami sedang sakit dan ia ingin buah syurga.”. Mendengar hal itu Malaikatpun menyuruh para anak Adam untuk pulang ke rumah orang tua mereka.

Sesampainya di rumah, Hawa mengetahui siapa mereka yang sedang berjalan bersama anak-anaknya. Mereka tak lain adalah malaikat yang ditugaskan Allah untuk mencabut nyawa suaminya. Sontak Hawa memeluk Nabi Adam. 

Setelah nyawa Nabi Adam dicabut kemudian malaikat berbagi tugas untuk memandikan Nabi Adam, memberikan parfum, mengkafaninya, membuatkan lahat untuknya, kemudian mereka bersama-sama mensholati jenazah Nabi Adam. Lantas para malaikat masuk ke dalam kuburnya lalu meletakkannya di kuburannya dan menutupnya dengan sejenis bata yang tidak dibakar, kemudian keluar dan menutupinya dengan tanah.

Setelah prosesi pemakaman, malaikatpun berkata kepada keluarga Nabi Adam bahwa seperti inilah syariat pemakaman seorang muslim seperti kalian nantinya. Hendaknya, kelak ketika di antara kalian meninggal, kalian menggunakan prosesi pemakaman seperti yang malaikat lakukan kepada Nabi Adam.

Dalam kisah di atas bisa dipahami bahwa setiap permintaan orang tua hendaknya seorang anak berusaha mengabulkan meski yang diminta sesuatu yang mustahil. Namun, dengan usaha, Allah akan melihat ungkapan bakti seorang anak kepada orang tuanya.

Nabi Adam merasakan sakit selama 11 hari lamanya. Perlu kita sadari bahwa penyakit sebelum kematian bukanlah pertanda bahwa Allah sedang membenci umatnya. Sakit merupakan salah satu bentuk cinta Allah kepada hambanya. Rasulullah bersabda,

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau pikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah,” (HR Bukhari-Muslim).

Kematian akan merenggut siapapun termasuk manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah. Tiada satupun manusia lepas dari ajal yang semuanya telah ditulis oleh Allah. Tugas manusia adalah menyiapkan untuk menunggu kematian itu dengan amal kebaikan dan kemanfaatan pada orang lain agar kelak selalu dikenang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.