nabi musa
nabi musa

Kisah Nabi Musa Bertanya Kepada Allah Cara Silaturahmi Jarak Jauh

Pandemi Corona belum juga mau hijrah dari bumi, termasuk bumi Indonesia. Dengan tahun ini berarti sudah dua kali lebaran mudik dilarang. Dua kali pula orang rantau tidak pulang ke kampung halaman. Mirip lagu Bang Toyyib, “dua kali puasa, dua kali lebaran, abang tak pulang-pulang”.

Perjumpaan menjadi momentum yang paling dinanti-nanti. Mudik Idul Fitri adalah saat yang paling dinanti untuk perjumpaan itu. Namun apalah daya, semua tinggal cerita. Urung berjumpa, dan hilang pula silaturahmi tatap muka.

Namun, sebagai orang beriman, urung mudik dan hilangnya perjumpaan untuk bersilaturahmi saling bersalaman bermaafan tidak lantas menjadi nestapa. Ada banyak cara untuk silaturahmi, seperti saling berkirim salam, surat menyurat dan semua aktivitas yang dianggap silaturahmi. Ya, namanya silaturahmi jarak jauh.

Fenomena saat ini mengingatkan kita pada kisah Nabi Musa disaat bertanya kepada Allah bagaimana cara melakukan silaturahmi jarak jauh.

Alkisah, suatu saat Nabi Musa bertanya kepada Allah, “Ya Allah, bagaimana bisa bersilaturahmi, sementara jarak tinggal di antara kami sangat jauh sekali”? Kata Allah, “Sayangilah mereka, sebagaima engkau menyayangi dirimu sendiri”.

Silaturahmi jarak jauh ini kemudian diterjemahkan oleh Syaikh Abdurrahman al Safuri dalam Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafais dengan cara mengirim hadiah dan mengirim salam.

Oleh karena itu, merekatkan tali silaturahmi dengan keluarga dan antar sesama bisa dilakukan meskipun jarak tinggal yang berjauhan dengan cara berkirim hadiah dan mengirim salam. Apalagi dengan teknologi modern saat ini, misalnya via panggilan video di WA dan sejenisnya.

Bentuk silaturahmi ini menjadi pilihan paling mungkin dengan pemberlakuan larangan mudik Idul Fitri sehingga kita tetap bisa meraih keistimewaan silaturahmi. Tidak perlu lesu dan menundukkan wajah karena kecewa dengan larangan mudik. Sebab kita masih bersilaturahmi jarak jauh atau dengan media virtual.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  10 Tuntunan bagi Istri dalam Membina Keluarga Bahagia

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …

petasan dari kertas al quran

Viral Petasan Berbahan Kertas Al-Qur’an, Catat Ini Hukumnya!

Tak berapa lama berselang, jagad maya dihebohkan oleh kasus petasan berbahan kertas Al-Qur’an. Respon publik …