Era awal Nabi mengenalkan Islam mendapat tantangan dan hambatan dari masyarakat Makkah. Intimidasi dan usaha pembunuhan biasa dialami beliau. Apalagi setelah agama Islam mulai berkembang dengan masuk Islamnya beberapa tokoh penting saat itu.
Upaya untuk melenyapkan Nabi bertambah gencar dengan beragam cara. Dari yang nampak sampai yang ghaib. Ya, ada upaya membunuh Nabi menggunakan ilmu sihir. Kalau di Indonesia jenis ilmu sihir lebih dikenal dengan santet.
Tersebutlah waktu itu penyihir Yahudi bernama Labid dan putrinya yang ditunjuk sebagai eksekutor untuk membunuh Nabi dengan ilmu sihir. Dengan imbalan kepingan uang yang sangat banyak, mereka berdua diminta oleh orang-orang kafir agar menggunakan sihir paling mematikan yang dimiliki untuk membunuh Nabi. Labid dan putrinya menyetujui.
Hal pertama yang dilakukan oleh tukang sihir bapak dan anak tersebut adalah berusaha memperoleh beberapa helai rambut Nabi. Dengan keterlibatan orang dalam, mereka berdua berhasil mendapatkan beberapa helai rambut Nabi. Selanjutnya, aksi menyihir Nabi dilakukan. Labid mengikatkan sebelas buhul kepada rambut Nabi dan putrinya membacakan mantra-mantra. Buhul diikat pada ranting kecil pohon kurma lalu dibuang ke dalam sumur. Dan, pengaruh sihir tersebut hanya bisa lenyap bila ikatan buhul tersebut dilepas.
Sihir berhasil. Nabi terkena sihir hebat yang mempengaruhi pikirannya. Beliau sering lupa ingatan dan seolah-olah telah melakukan sesuatu padahal beliau tidak mengerjakannya. Pikiran kacau dan sering mengkhayal. Cepat lesu dan tidak selera untuk makan.
Namun sebagai kekasih Allah, beliau selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. Selang beberapa lama, Nabi menyadari ada sesuatu yang tidak beres terjadi padanya. Beliau berdoa kepada Allah supaya sakit akibat sihir tersebut disembuhkan. Dan, seperti diceritakan oleh Imam Bukhari, sihir tersebut bisa diantisipasi melalui perantara mimpi.
Suatu malam beliau bermimpi ada dua orang laki-laki. Satu duduk di sisi kepala Nabi satunya lagi di kaki. Mereka berdua bercengkrama soal asal musabab beliau mengalami hal tersebut. Bahwa beliau terkena pengaruh sihir yang mematikan.
Seperti termaktub dalam tafsir al Baidhowi, setelah Nabi bangun malaikat Jibril mendatanginya dan mengabarkan kebenaran mimpi tersebut. Setelah itu, Nabi meminta Sayyidina Ali pergi ke sumur tempat buhul dibuang dan membaca surat al Falaq dan al Nas seperti petunjuk Jibril.
Luar biasa, setiap selesai satu ayat, satu ikatan buhul lepas dengan sendirinya. Selesai membaca dua surat tersebut semua ikatan buhul terlepas. Dan, Nabi pun terbebas dari pengaruh sihir tersebut. Jiwa dan raganya sehat kembali.
Semenjak itu, sebelum tidur Nabi selalu membaca dua surat tersebut. Bahkan, bila beliau sakit keras, Sayyidah Aisyah yang membacanya dan mengusapkan kedua tangannya kepada tubuh Nabi.
Dengan demikian, sihir, santet dan sebutan lain untuk ilmu hitam yang sumbernya dari setan adalah benar-benar ada dan nyata. Allah berfirman:
“Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah” (QS. al Baqarah: 102).
Inilah kejadian pahit yang pernah dialami oleh Nabi. Musuh-musuh Islam telah berupaya membunuh beliau dengan sihir nomor Wahid yang dimiliki Labid. Namun Allah melindungi kekasih-Nya. Sehingga beliau bisa selamat dari sihir tersebut.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah