Jakarta – Di era sekarang ini, negara di Eropa ini masih memelihara Islamofobia. Saking takutnya dengan keberadaan  umat Muslim, negara ini melarang pendirian masjid. Padahal ada ribuan umat Muslim yang tinggal di sana.

Slovakia adalah negara penganut Islamofobia tersebut. Pecahan dari Cekoslavakia itu berencana mengesahkan undang-undang yang berisikan larangan Islam menjadi salah satu agama yang diakui secara resmi di negara itu. Rencana itu semakin menegaskan Slovakia sebagai negara nomor satu yang tak menerima Islam di Eropa.

Pada 2016, dua pertiga deputi termasuk pihak oposisi mendukung rancangan undang-undang yang diajukan oleh Partai Nasional Slovakia (SNS) di mana mengharuskan sebuah kelompok agama minimal memiliki 50.000 umat agar mendapat izin mendirikan sekolah atau komunitas mereka, membuka lembaga keagamaan serta mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Syarat minimal itu melonjak drastis dari yang sebelumnya hanya minimal 20.000 umat. Sumber resmi menyebutkan, muslim di Slovakia tercatat hanya mencapai 5.000 orang. Perdana Menteri Slovakia saat itu Robert Fico mengatakan, negaranya tak bisa menerima muslim.

“Maaf, tak ada tempat bagi Islam di Slovakia. Ini adalah hal yang layak dibicarakan oleh politikus secara jelas dan terbuka. Saya tak ingin di Slovakia populasi Muslim bertambah hingga puluhan ribu,” katanya ketika itu seperti dilansir dari Remix News, Sabtu (27/6/2020).

Berdasarkan data sensus terakhir, komunitas mayoritas di Slovakia adalah Gereja Katolik Roma yang mencapai persentase 70% dari total populasi Slovakia, diikuti selanjutnya Gereja Protestan dengan persentase 7%, lalu Gereja Katolik Yunani 4%, Gereja Kristen Reformasi 2%, dan Gereja Kristen Ortodoks 1%.

Selama puncak krisis migran, Menteri Dalam Negeri Slovakia pada waktu itu berkata, “Kami ingin membantu Eropa dengan masalah migrasi. Kami bisa saja mengambil 800 muslim, tapi kami tidak ada masjid di Slovakia. Jadi bagaimana Muslim bisa diintegrasikan dengan baik jika mereka dipastikan tidak akan suka di sini?”

Tak hanya itu, politikus Slovakia lainnya juga telah menyatakan ke publik tentang fakta bahwa mereka tidak ingin populasi Muslim tumbuh di Slovakia.

“Islamisasi dimulai dari kebab dan sudah berlangsung di Bratislava. Mari kita fokuskan apa yang bisa kita lakukan untuk hadapi permasalahan ini hingga lima atau sepuluh tahun mendatang, ” kata Ketua Partai Nasional Slovakia (SNS), Andrej Danko.

“Kami harus melakukan apapun yang kami bisa untuk memastikan bahwa tidak akan ada masjid di Slovakia, sampai kapan pun.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.