shalat jenazah
shalat jenazah

Makmum Masbuk dalam Shalat Jenazah

Salah satu kewajiban kolektif (fardhu kifayah) kalau ada salah seorang muslim yang meninggal adalah menshalati yang lumrah disebut dengan shalat jenazah. Karena kewajiban kolektif, cukup dikerjakan oleh satu atau sebagian umat Islam di tempat tersebut. Tetapi semakin banyak yang menshalati semakin baik.

Rukun shalat janazah ada tujuh, seperti dijelaskan oleh Imam Nawawi al Bantani dalam Tausyih ala Ibni Qasim. Yaitu, niat, berdiri (bagi yang tidak mampu bisa duduk dan seterusnya seperti aturan shalat fardhu), takbir empat kali, membaca surat al Fatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram), membaca shalawat setelah takbir kedua, mendoakan janazah setelah takbir ketiga, juga membaca doa setelah takbir keempat, dan ditutup dengan salam.

Shalat jenazah juga dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Dengan demikian, berlaku aturan-aturan sama seperti shalat pada umumnya yang dikerjakan dengan berjamaah, seperti aturan untuk makmum masbuq (makmum yang tidak nututi imam dari awal secara sempurna).

Pertanyaannya, apakah teknis dan tata cara makmum masbuq dalam shalat jenazah sama seperti shalat berjamaah pada umumnya? Atau beda?.

Dijelaskan dalam al Fiqhu al Islami wa Adillatuhu (2/1525-1526) Maktabah Syamilah, ulama antar madhab menyepakati bahwa makmum masbuq dalam shalat jenazah wajib mengikuti dalam rukun yang ia temui. Kemudian setelah imam salam, ia menyempurnakan rukun yang belum dikerjakan. Berikut uraiannya secara rinci.

Menurut madhab Syafi’i, makmum masbuq dalam shalat janazah hendaknya takbiratul ihram dan membaca surat al Fatihah meskipun imam telah melakukan takbir selain takbiratul ihram. Kemudian, jika imam takbir lagi, sebelum ia selesai membaca surat al Fatihah atau sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk membaca surat al Fatihah, ia harus ikut takbir karena bacaan surat al Fatihah gugur (shalat janazahnya sah tanpa). Setelah imam salam, ia melanjutkan rukun shalat janazah yang tersisa kemudian salam.

Baca Juga:  Akibat Corona, Jamaah Umrah Merana

Adapun menurut madhab Maliki dan Hanafi, makmum masbuq dalam shalat jenazah langsung takbiratul ihram, kemudian menunggu imam melakukan takbir, lalu takbir bersama imam dan membaca bacaan sesuai dengan bacaan imam. Setelah imam salam, makmum masbuq menyempurnakan takbir yang tersisa tanpa membaca doa, lalu salam. Dengan demikian, jika makmum masbuq mendapati imam telah melakukan takbir yang keempat, maka tidak ada kesempatan baginya untuk melakukan shalat janazah berjamaah.

Menurut ulama Hanabilah, makmum langsung takbir dan menyempurnakan takbirnya sehingga sama dengan jumlah takbirnya imam, tidak perlu menunggu imam melakukan salam. Kemudian, mengikuti imam sampai selesai. Setelah imam melakukan salam makmum masbuq juga melakukan hal yang sama.

Seperti ini aturan makmum masbuq menurut para ulama madhab. Bagi makmum masbuq yang mengikuti madhab Syafi’i, alangkah baiknya mengikuti tata cara seperti telah dijelaskan. Namun pintu tidak tertutup apabila hendak mengikuti pendapat yang lain. Dengan syarat, semua rangkaian aturan dalam satu paket ibadah harus mengikuti madhab yang diikutinya.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kiamat

5 Pertanyaan Allah Kepada Manusia di Hari Kiamat

Mati itu pasti. Setiap orang, setiap yang bernyawa pasti mati. Selain Allah, semua pasti mati. …

Toa masjid

Apakah Perintah Mengeraskan Suara Adzan Harus Memakai TOA?

Sejak pertama kali ditemukannya teknologi mutakhir dengan Branding TOA, hingga saat ini ia menjadi branding …