Menghadirkan Semangat Rasulullah

Apakah anda termasuk orang yang sering membaca shalawat Tentu saja dalam sehari sudah banyak shalawat yang kit abaca baik dalam shalawat maupun di luar shalat Namun seberapa kuat Nabi Muhammad hadir sebagai cermin kita dalam kehidupan sehari hari Apakah anda juga orang yang selalu mengatakan diri sebagai pengikut Nabi Tentu saja dalam shalat maupun di luar shalat kita selalu menegaskan diri Nabi Muhammad adalah Rasulullah Namun sejauhmana persaksian melalui ungkapan kata itu sudah menunjukkan diri kita mencintai Nabi Inilah sebenarnya yang dihadapi oleh Salahuddin al Ayyubi ketika memimpin pasukan Islam di perang Salib Sebuah perang panjang melelahkan dan menguras jiwa dan harta Namun yang paling disoroti oleh Salahuddin adalah umat Islam telah menghilangkan Nabi Muhamamd dalam citra diri dan semangat perjuangan Kenapa menghadirkan Rasulullah menjadi sangat penting hari ini Rasul seakan telah hilang ketika umat Islam tercerai berai tanpa tali ukhuwah yang kuat Semangat Rasul menjadi sirna karena umat Islam telah banyak terkubur dengan pandangan duniawi sementara melupakan kehidupan kekal Teladan Rasul telah sirna ketika umat Islam hanya menampilkan kegagahan agamanya tetapi melupakan kesantunan akhlak Islam Baca juga Maulid Wujud Cinta tak Terbantahkan kepada Rasulullah Tidak salah jikan Salahuddin al Ayyubi membuat ijtihad yang besar dan kelak menjadi tradisi agung dalam Islam Maulid Nabi adalah sebuah perjalanan spiritual untuk kembali mengingat Nabi Bahkan tidak sekedar mengingat tetapi menghadirkan Nabi dalam kehidupan setiap individu muslim Rasulullah telah tiada berabad abad lamanya karena ia juga manusia biasa seperti muslim lainnya Rasul bukan manusia luar biasa tetapi ajarannya perjuangannya akhlaknya adalah sangat luas biasa Tidak banyak tokoh besar yang mengubah dunia sehebat Rasulullah Ajarannya sampai hari ini tetap terjaga dan diikuti oleh jutaan umat di dunia Namun apakah Rasulullah hidup dan selalu hadir di tengah kita Tentu saja itu tergantung pada diri kita untuk selalu menghadirkan Rasul dalam setiap hela nafas pikiran dan tindakan kita Atau sebenarnya kita hanya menjalankan ibadah dan ritual Islam tetapi lupa sejarah akhlak dan perjungan Rasul Momentum peringatan Maulid sebenarnya berada pada tujuan mengingatkan kita sekaligus mengikat ingatan kita untuk terus meneladani Nabi Umat Islam tidak boleh kehilangan idola ketika dunia yang serba cepat ini menggerus dan mengubah seluruh aspek kehidupan kita Allah sudah menegaskan bahwa dalam diri Rasul adalah teladan Bagaimana mungkin kita bisa meneladani Nabi jika idola kita bukan Nabi Bagaimana mungkin kita mengidolakan Nabi jika bershalawat saja kita sangat mudah lupa Bagaimana bershalawat jika dalam hati kita tidak pernah menghadirkan Rasul Maulid Nabi adalah sebuah jalan dan momentum untuk selalu mengingatkan umat Islam bahwa umat Islam punya idola besar bernama Muhammad Dia lah junjungan teladan dan pemberi syafaat kelak di hari kiamat Selalu hadirkan Rasul dalam kehidupan kita

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Makna spiritual dan Sosial Zakat Fitrah sebagai Ibadah Khas Ramadhan
Best Automated Bot Traffic

About Islam Kaffah

Islam Kaffah