Menyoal Pemulangan WNI Eks ISIS dalam Tinjauan Islam

0
1768
WNI eks ISIS
sumber: bbcnews

Baru-baru ini banyak sekali berita tentang pembahasan pemerintah Republik Indonesia untuk memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Para WNI ini disinyalir terindikasi dengan kelompok teroris yaitu ISIS.

Sebuah video yang dilansir oleh BBC News memperlihatkan bagaimana salah satu keluarga dari WNI yang berharap ingin pulang ke negeri ini. Dengan derai air mata, ungkapan penuh penyesalan dan putus asa hidup di negeri yang mereka sebut awalnya sebagai negara “khilafah”. Kini, tinggal penyesalan dan berharap pemerintah Indonesia memutuskan untuk memulangkan mereka.

Tentunya pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan beberapa faktor kenapa WNI yang berada di Suriah dipulangkan ke Tanah Air ? Tentu kita masih ingat mereka viral dengan aksi membakar pasport dan mengumpat sistem demokrasi Indonesia yang tak berlandaskan pemahaman golongan mereka.

Apa sebaiknya yang pemerintah lakukan? Apakah pemerintah Indonesia akan menerima WNI eks ISIS? Tanpa ada tendensi untuk menjadi landasan pijak bagi kebijakan negara, namun persoalan ini penting dipotret dalam pandangan Islam sebagai pertimbangan untuk mencapai masalahah.

Faktor yang pertama, Pemerintah wajib menjaga stabilitas nasional. Di antaranya keamanan, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Ini juga berlandaskan pada Alquran surah al-Baqarah ayat 126 :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. [QS. Al-Baqarah: 126]    

Selanjutnya hadits yang berbunyi :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِيْ سِرْبِهِ مُعَافُى فِي جَسَدِهِ عِندَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَ نَمَا حِيزَتْ لَهُ الدُ نْيَا

“Barangsiapa merasa aman di tempat tinggalnya, tubuhnya sehat dan mempunyai bekal makan hari itu, seolah-olah dunia telah ia kuasai dengan keseluruhannya”.[HR. Tirmidzi No. 2268]

Faktor yang kedua, Pemerintah juga mengacu pada kaidah fikih yang berbunyi :

الَضَّرَرُ يُزَالُ

“Bahaya harus dihilangkan”  

Misalkan, para WNI eks ISIS setelah kembali ke Indonesia dan bermasyarakat pada umumnya, namun masih tertanam ideologi-ideologi yang menyimpang dengan identitas ke-Indonesia-an. Maka wajib pemerintah menolak mereka kembali ke Tanah Air.

Faktor yang ketiga, pemerintah juga harus mengacu konsepsi maqashid al-syari’ah (tujuan pokok syariat) yaitu untuk mendapatkan maslahah serta menghindari timbulnya mafsadah. Maslahah menurut Imam Ghazali adalah :

المصلحة …. هي جلب المنفعة ودفع المضرة أي المفسدة

Maslahah adalah menarik kemanfaatan dan menolak kemudlaratan, yakni kerusakan.” [al-Mustashfâ, Juz 2, 139]

Sudah jelas dari tinjauan Islam bahwa ketiga faktor-faktor di atas perlu dijadikan acuan pertimbangan bagi pemerintah memulangkan WNI eks ISIS ke Tanah Air yaitu Indonesia.   Pemerintah Republik Indonesia sangat ber-syariah tanpa tuduhan golongan mereka yang katanya [paling] syariah !.

Masyarakat Indonesia yang multikultural sekarang ini hidup damai, aman, tanpa takut dengan terorisme. Karena Indonesia sudah menerapkan nilai-nilai Islam. Wallahu yuwaffiqunâ ilâ mâ fîhi khaira al-Islâm wal muslimîn. Wal indunisiya wal indunisiyin. Amiin ..