Merawat Agama Dalam Keberagaman

Agama adalah suatu konsep kehidupan yang dianut oleh seseorang atau satu komunitas tertentu apakah agama itu lahir dalam masyarakat itu sendiri atau ia datang dari luar Agama agama samawi misalnya yahudi kristen dan islam adalah sebuah agama yang turun dari langit melalui malaikat yang disampaikan kepada nabi dan rasul yang telah dipilih oleh tuhan untuk menyampaikannya kepada kaummnya atau siapapun dari umat manusia yang ada di sekitarnya Sementara agama agama seperti hindu budha sinto dan lain lain adalah sebuah konsep yang lahir dari komunitas itu sendiri yang disusun oleh ulama dan juru selamatnya kemudian menjadi sebuah pegangan hidup komunitas itu atas dasar kepercayaan dan keyakinan akan kebenaran konsep yang dibangun oleh juru selamat dalam komunitas itu Sebagai sebuah konsep yang bertujuan untuk memberikan kemakmuran dan kedamaian kepada pengikutnya tentu tentu agama agama ini akan bebas nilai dari keragaman etnis suku dan ras karena ia merupakan sebuah konsep yang universal bagi komunitasnya tanpa melihat ras dan sukunya Islam misalnya yang diturunkan di negeri arab dan lebih khusus kepada suku quraish tidak semata mata untuk mereka saja akan tetapi juga kepada yang lain lain termasuk yang jauh dari wilayah wilayah arab Oleh karena itu dalam teks teks alquran ajakan untuk mengerjakan kebaikan lebih banyak menggunakan kata yang lebih umum seperti manusia atau yang beriman Kata manusia bersifat umum bukan saja kepada laki laki tetapi juga perempuan begitu juga dengan warna dan etnisnya semuanya adalah manusia Sementara kata iman memang lebih dikhususkan kepada yang telah beriman dari mereka yang belum beriman Pola ini mengindikasikan bahwa agama islam tidak membeda bedakan ras suku dan etnis akan tetapi semuanya sama dalam pandangan tuhan Semuanya memiliki peluang dan akses untuk dekat kepadanya tanpa ada kecuali Yang dibutuhkan hanya kesungguhan dan upaya menuju kepada tuhan Berbeda dengan etnis atau suku misalnya alquran menggunakan kata arab sebagai sebuah etnis dengan menegaskannya pada sesuatu yang negative seperti sesungguhnya orang orang arab itu adalah yang paling munafiq dan kufur Baca juga Mencaci Sesama Muslim adalah Fasik Memeranginya adalah KufurDititik ini sangat jelas bahwa Islam sendiri menafikan etnis ras dan suku sehingga tidak ada alasan apapun yang dapat dijadikan argumen untuk meniadakan atau menafikan seseorang karena perbedaan etnis suku dan ras dalam satu kehidupan di satu tempat akan tetapi justru mendorong untuk menjadikan keberagaman itu sebagai elemen penting dalam memperkokoh kesatuan dan persatuan dalam mencapai nilai tertinggi di hadapan tuhan nanti yaitu ketaqwaan terhadap Allah Swt Satu hal yang menarik dicermati sekarang ini ketika era komunikasi yang begitu canggih dan maju yang sejatinya semakin membuka cakrwawala dalam segala aspek kehidupan untuk memperkuat nilai nilai yang telah diajarkan oleh agama namun justru cenderung menggiring ke level sektarian sehingga terkesan menegasikan peran agama dalam memperkokoh persatuan Di di Indonesia misalnya agama tidak lagi menjadi pemersatu dalam memberikan warna kehidupan sosial masyarakat di tanah air karena masing masing kelompok cenderung menempatkan dirinya sebagai yang paling benar dan yang lain salah dan keliru sehinga sekat sekat perbedaan semakin mengangah sehingga labil disusupi kepentingan apapun di belakangnya Dalam kondisi seperti ini formulasi pemahaman keagamaan bagi setiap kelompok perlu menjadi perhatian sehingga sekat sekat ini dapat diminimalisir dan tidak membuka ruang melemahnya peran agama dalam membentuk suatu komunitas yang kuat langgen dan harmonis dalam menghadapi berbagai tantangan Semangat lama dalam beragama yang mengedepankan kebersamaan perlu dihidupkan kembali untuk menutup ruang ruang kosong yang menjadi target kelompok kelompok ekstrim dengan berbagai afiliasinya yang ingin menyuburkan fanatisme dan ekstrimisme di tanah air karena jika mereka terus mengisi ruang ruang itu maka lambat atau cepat akan menyulut konflik di tanah air Karakteristik mereka sangat bertentangan dengan nilai nilai keberagaman yang sudah menguat di Indonesia dan mereka membangun asumsi asumsi keislaman yang cenderung menegasikan kelompok lain dan mengklaim mereka berada pada posisi yang paling benar Islam sebagai agama sempurna dan yang paling terakhir diturunkan memberikan indikasi bahwa agama itu telah memenuhi kebutuhan segala aspek kehidupan manusia termasuk dalam pola berinteraksi dalam sebuah masyarakat yang majemuk Islam mengajarkan nilai nilai kemanusiaan kehidupan keadilan persamaan hak dan perlindungan terhadap sesama makhluk Bahkan Tuhan sendiri menegaskan bahwa Dialah yang maha tahu siapa yang paling benar diantara kalian Jika dalam memahami Islam secara eksklusif maka pemahaman itu sudah pasti akan berbenturan dengan nilai nilai utama itu sehingga pada gilirannya akan menggirin seseorang menjadi ekstrim dan fanatik Disinilah pentingnya memahami indikasi indikasi kenapa Islam diturunkan sebagai agama paling terakhir dimana semua agama baik yang samawi maupun yang wadiyah sudah mengkristal di muka bumi ini Tidak lain kecuali bahwa Islam adalah sebuah konsep hidup yang utuh dan comprehensive yang dapat eksis dan valid dalam keberagaman Wallahu alam

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Pendiri Madzhab: Imam Syafi'i (Bagian I)

About Islam Kaffah