gerhana bulan 26 mei
gerhana bulan 26 mei

Penjelasan Gerhana Menurut Rasulullah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa masyarakat akan menyaksikan fenomena gerhana bulan total peringe (Super Blood Moon) di wilayah Indonesia pada 26 Mei 2021. Puncak gerhana dapat diamati dari hampir seluruh wilayah Indonesia kecuali sebagian kecil Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pukul 18.18.43 WIB, 19.18.43 WITA, dan 20.18.43 WIT.

Penjelasan ilmiah tentang fenomena ini mungkin sudah banyak dipahami. Lalu, pertanyaan mengapa dan untuk apa fenomena gerhana itu terjadi ? Dalam pandangan Islam kita dapatkan beberapa penjelasan yang tidak terpengaruh dengan mitos-mitos tetapi dengan penjelasan uluhiyah dan spiritual.

Dari Abu Mas’ud, Rasullullah bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seorang dari manusia, tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Jika kalian melihat keduanya, maka berdirilah untuk shalat”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Islam menempatkan kejadian seperti gerhana bukan sebagai tanda mitologis tentang kejadian matinya seseorang atau apapun. Islam menerangkan kejadian itu sebagai bagian kecil dari tanda-tanda kebesaran Allah.

Dari Abu Musa, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Inilah dua tanda-tanda yang Allah kirimkan, ia tidak terjadi karena hidup atau matinya seseorang, tetapi (Dia, Allah menakuti hambanya dengannya) (QS. al Zumar:16). Maka jika kalian melihat sesuatu padanya (gerhana), maka segeralah untuk mengingat Allah, berdoa dan meminta ampun. (HR. Bukhari).

Dua hadis ini telah cukup sebagai penjelasan, bahwa gerhana merupakan dua tanda dari sekian banyak tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. Peristiwa ini bukanlah peristiwa yang hadir secara kebetulan. Melainkan telah diatur dalam skenario penciptaan semesta.

Lalu, mengapa dan untuk apa gerhana itu terjadi?

Baca Juga:  Hanya Butuh 15 Menit Dosa-Dosa Anda akan Diampuni oleh Allah Swt, Bagaimana Caranya?

Sebagai Peringatan Kepada Manusia untuk Memperbanyak Amal Shaleh

Hal ini bisa dilihat dari penghujung hadis Abu Mas’ud di atas. Dimana Nabi bersabda, “Jika kalian melihat keduanya, maka berdirilah untuk shalat”. (HR. Bukhari dan Muslim). Hal yang sama ditegaskan oleh potongan bagian akhir hadis dari Abu Musa, “Maka jika kalian melihat sesuatu padanya (gerhana), maka segeralah untuk mengingat Allah, berdoa dan meminta ampun. (HR. Bukhari).Serta hadis yang diriwayatkan Aisyah, “Jika kalian melihat gerhana hendaklah banyak berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikanlah shalat dan bersedekahlah. (HR. Bukhari).

Sebagai Peringatan Supaya Meninggalkan Dosa

Dari Aisyah, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya tidak akan mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana hendaklah banyak berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikanlah shalat dan bersedekahlah. Kemudian beliau bersabda lagi, “Wahai umat Muhammad! Demi Allah, tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina … (HR. Bukhari).

Sebagai Peringatan Adanya Siksa Kubur

Dari Aisyah,… kemudian di pagi hari Rasulullah pergi mengendari tunggangannya, tiba-tiba terjadi gerhana matahari. Lalu beliau segera kembali saat masih waktu dhuha, beliau melewati di antara kamar-kamar (isterinya), beliau kemudian shalat diikuti oleh orang-orang di belakangnya,…dan mengakhiri shalatnya. Kemudian beliau bersabda sebagaima yang dikehendaki Allah, kemudian memerintahkan kepada orang-orang supaya mereka memohon perlindungan dari siksa kubur”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Peringatan Adanya Hisab di Akhirat

Dalam lanjutan hadis Dari Aisyah di atas, Rasulullah bersabda,…. “Kemudian beliau meneruskan sabdanya, “Wahai umat Muhammad! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan sering menangis”. (HR. Bukhari).

Baca Juga:  Mempercayai Hari Sial adalah Bentuk Buruk Sangka Kepada Allah

Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, “Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah, beliau kemudian melaksanakan shalat,…beliau kemudian berkata, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tida akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihatnya, maka perbanyaklah mengingat Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim).


Bagikan Artikel ini:

About Farhah Salihah

Avatar of Farhah Salihah

Check Also

berdoa bersama ketika wabah

Bukankah Lebih Baik Berkerumun dan Berdoa Bersama Ketika Wabah?

Ada hal menarik dari rangkain wabah covid-19 yang tidak kunjung selesai ini. Frustasi, panik dan …

Haji di tengah pandemi

Batal Haji Salah Siapa? Butuhkah Solusi Khilafah?

Suatu kebijakan pemerintah tentu mempertimbangkan mashlahah dan mudharat bukan sekedar didasarkan pada kepentingan yang lain. …