Perbedaan Kufur dan Syirik, Ini Penjelasannya

Penggunaan istilah harus digunakan dengan baik dan benar karena bila tidak tepat penggunaannya sangat berbahaya dan dampaknya sangat besar Misalnya ada seseorang muslim memanggil temannya yang juga beragama Islam dengan sebutan kafir hanya gara gara tak berpuasa di bulan Ramadhan maka orang yang dituduh kafir tadi tidak diterima dengan panggilan itu sehingga menimbulkan cekcok yang berbuntut perkelahian bahkan saling membunuh Begitu juga realita di masyarakat ada yang menganggap ziarah kubur itu perbuatan syirik dengan dalih kuburan kok diminta minta Orang yang menuduh demikian seharusnya bertabayun atau minta klarifikasi agar tak terjadi permusuhan gara gara salah memahami teks ajaran islam Sungguh hal ini sangat dikhawatirkan Seringkali kita rancu dalam membedakan antara hal yang menyebabkan kekafiran dan kemusyrikan Dalam Fatawa Dar al Ifta Al Misriyyah dijelaskan Syirik adalah kufur atau ingkar akan keesaan Allah serta tak ikhlas dalam beribadah kepada Allah Sedangkan kata kufur bisa digunakan untuk kata Syirik karena adanya pengingkaran terhadap keesaan Allah bisa juga digunakan bagi orang yang mengingkari urusan kenabian begitu juga orang yang ingkar akan ajaran syari at islam Dari penjelasan ini orang yang kafir lebih umum penggunaannya dari pada orang yang melakukan kemusyrikan Orang orang yang kafir dan menyekutukan Allah maka tempatnya akan di neraka selamanya Penjelasan di atas perlu penjabaran bahwa syirik dikategorikan menjadi dua Pertama syirik akbar besar bila seseorang menyekutukan Nya dengan mengakui ada Tuhan selain Allah maka ini perbuatan yang tak terampuni dosannya Kedua Syirik Asgar kecil yaitu beribadah atau beramal bukan karena Allah tapi karena tujuan lain seperti gila pujian atau hendak mengejar wanita tahta atau motivasi lainnya Baca juga Manfaat Kesholehah Ayah terhadap Anak dan LingkungannyaKata kafir berarti menutupi jadi orang yang tak mau bersyukur bisa disebut kafir karena ia menutupi atau ingkar akan nikmat yang telah diberikan oleh Allah Menurut Ragib al Asfihani dalam kitab al Mufradat menjelaskan bahwa kekafiran yang terbesar adalah mengingkari akan keesaan Allah maupun mengingkari Syari atnya Dan penggunaan terbanyak kata kufur ditujukan untuk orang yang mengingkari nikmat Tuhan Dari sini Umat islam harus berhati hati menggunakan istilah itu karena bila digunakan tidak pada tempatnya maka akan membahayakan dirinya sendiri dan orang lain karena akhir hayat seseorang tak ada yang mengetahuinya banyak orang yang beriman namun akhir hayatnya menjadi ingkar kepada Tuhan begitu juga banyak orang yang ingkar namun akhir hayatnya bisa beriman Semuanya menjadi teka teki bagi manusia agar ia selalu berhati hati dalam bertindak dan berprilaku Oleh Moh Afif Sholeh

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Jangan Sepelekan, Inilah Bahaya Hutang yang Perlu Diketahui

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …