perempuan bidadari
perempuan bidadari

Perempuan Kriteria Ini Lebih Istimewa dari pada Bidadari Di Surga

Perempuan merupakan salah satu makhluk yang Allah ciptakan dari jenis manusia. Ia berbeda dalam beberapa hal dengan jenis manusia lain, yakni laki-laki. Betapapun bedanya, baik laki-laki maupun perempuan memiliki potensi yang sama untuk dekat dengan Allah dan mendapatkan ridhoNya.

Selain tidak hanya dituntut menjadi Muslimah yang kaffah, perempuan juga diharuskan menjadi perempuan salehah. Perempuan salehah pasti akan disukai oleh semua orang. Hal itu karena ia senantiasa memegang kuat agamanya dan juga mempunyai akhlak yang baik. Rasulullah SAW bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan terindahnya adalah perempuan salehah” (Shahih Muslim).

Dalam konteks memilih pasangan, secara normatif, generasi muslim dari dulu sampai yang milenial, ketika ditanya, bagaimana kriteria calon isterimu? Pasti banyak yang mengatakan kriterianya ialah perempuan yang salehah. Seperti halnya Saleh, Salehah memiliki arti baik. Jadi perempuan baik seperti apa yang menjadi kriteria kaum adam (muslim)? Apakah baik kedudukannya, hartanya, keluarganya ataukah baik rupanya?

Dalam tulisan yang ringkas ini, mari kita simak pembahasan perempuan shalehah menurut Islam. Perkara ini menarik dan penting untuk dikaji. Karena hal ini akan menjadi barometer bagi si laki-laki yang mau memilih pasangan yang salehah, maupun si perempuan yang berkeinginan menjadi salehah. 

Kriteria Perempuan Shalehah

Allah SWT sesungguhnya sudah memberi ciri-ciri kriteria perempuan shalehah. Dalam surat An-Nisa ayat 34. Allah berfirman:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّه

Artinya: “Maka perempuan salehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”.

Mengenai ayat ini, salah satu mufassir yang masyhur dan kredibel, Ibn Jarir Al-Thabari menjelaskan:

يعني بقوله جل ثناؤه:”فالصالحات”، المستقيمات الدين، العاملات بالخير-إلى أن قال- وقوله:”قانتات”، يعني: مطيعات لله ولأزواجهن –إلى أن قال- وأما قوله:”حافظات للغيب”، فإنه يعني: حافظات لأنفسهن عند غيبة أزواجهن عنهن، في فروجهن وأموالهم، وللواجب عليهن من حق الله في ذلك وغيره.

“Perempuan- perempuan salehah (yang kuat agamanya) adalah mereka yang taat pada Allah Swt dan suami-suami mereka, serta menjaga diri, menjaga harta suami saat suami mereka tak ada di sampingnya, juga menjalankan kewajiban terhadap harta tersebut, mana yang menjadi hak Allah SWT dan hak yang lainnya.”

Sayyidah Fatimah dalam suatu kesempatan pernah mengeluh kepada ayahnya, Rasulullah SAW. Dalam keluhannya, Fatimah merasa lelah mengurus rumah tangga. Ia meminta kepada Rasulullah SAW untuk mencarikan seorang pembantu (khodim). Setelah mendengar keluhan anak tercintanya, lalu Rasulullah memberi nasehat kepadanya mengenai kriteria perempuan salehah. Rasulullah bersabda,

يا فاطمة اصبري فإن خير النساء التي نفعت أهلها

“Wahai Fathimah, bersabarlah. Sesungguhnya sebaik-baik wanita adalah ia yang bermanfaat bagi keluarganya”

Dalam suatu kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda kepada sayyidah Fatimah, “sebaik-baik perempuan (perempuan salehah) adalah seseorang yang dengan memandangnya (perempuan salehah) bisa membahagiakanmu, yang taat saat kau perintahkan, dan menjaga diri dan hartamu saat kau tak di sampingnya”. Kemudian Rasulullah membaca surat an-Nisa ayat 34 seperti di atas.

Jika kita teliti, ayat dan hadist di atas, maka kita sudah bisa menggambarkan siapa itu perempuan shalehah. Jadi perempuan salehah yang dilihat bukan kecantikan, kedudukan maupun harta yang dimilikinya. Akan tetapi ia yang mampu menjalankan perintah agama, berakhlak baik dan bermanfaat buat keluarganya. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

ان الله لا ينظر الى صوركم وأموالكم ولكنا ينظر إلى أعمالكم وقلوبكم ( رواه ابن ماجه )

“Sesungguhnya Allah tidak memandang penampilan dan hartamu. Tetapi Allah memandang amal dan hatimu” (HR. Ibnu Majah)

Keistimewaan Perempuan Shalehah

Dalam kisah-kisah yang sering kita dengar, ada banyak sekali keistimewaan bidadari yang diciptakan Allah SWT untuk seorang hambaNya yang muslim dan saleh di surga. Di antaranya yakni, bidadari itu akan kekal di surga menemani seorang lelaki muslim, parasnya super cantik rupawan, suaranya indah dan ia tidak akan pernah sedih. Selalu Bahagia dan membahagiakan seorang muslim di surga.

Tapi tahukah kalian, semua keistimewaan yang dimiliki oleh bidadari di surga, akan kalah dibanding dengan perempuan salehah yang berasal dari dunia. Alasan kalahnya bidadari yakni mereka tidak merasakan kepayahan dan perjuangan menjalankan perintah Allah. Sedangkan perempuan salehah merasakan perjuangan menjadi salehah dan mempertahankan kesalehahnya. Hal itulah yang membuat perempuan salehah lebih istimewa dari pada bidadari.

Penilaian tersebut sesuai dengan perkataan Sayyidah Aisyah RA yang dinukil oleh Syekh Abdul Wahhab As-Sya’rani dalam kitab Muhktashar Tadzkiratul Qurthubi. Beliau berkata:

وكانت عائشة رضي الله عنها تقول إذا قالت الحور العين هذه المقالة أجابهن المؤمنات من نساء أهل الدنيا نحن المصليات وما صليتن ونحن الصائمات وما صمتن ونحن المتوضئات وما توضأتن ونحن المتصدقات وما تصدقتن قالت عائشة فغلبهن والله

Artinya, “Sayyidatina Aisyah RA mengatakan, jika para bidadari itu mengatakan demikian, maka perempuan beriman yang berasal dari dunia akan menjawab, ‘Kami melakukan shalat. Kalian tidak. Kami berpuasa. Kalian tidak. Kami berwudhu. Kalian tidak. Kami bersedekah. Kalian tidak.’ Sayyidatina Aisyah mengatakan, (keutamaan) mereka kemudian mengalahkan para bidadari itu. Demi Allah.”

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

ilustrasi masjid tempat ibadah umat

Bersemangatlah dalam Beribadah (2): Cara Menghindari Kemalasan

Dalam tulisan sebelumnya, sudah dijelaskan betapa Allah SWT menganugerahkan kemurahan dan kemudahan kepada kita untuk …

ibadah

Bersemangatlah Dalam Beribadah (1): Tiada Kesukaran dalam Agama

Allah memerintahkan kita beribadah, pastilah itu bermanfaat dan baik untuk kita sendiri. Tak mungkin ada …