Tag Archives: kaidah fikih

Kaidah Fikih Induk Keempat: Kesulitan vs Kemudahan

hurairah

Kaidah fikih induk (qawaid al-asasiyah al-kubra) yang keempat berbunyi:  اَلمْشَقَّةُ تجَْلِبُ التَّيْسِيْرَ.  (al-masyaqqah tajlibut taisir) “Kesulitan akan membawa kemudahan/sengsara membawa nikmat” Kaidah ini mempunyai rujukan nash yang kuat. Rujukan utama terdapat dalam ayat Al-Qur’an berikut ini:  يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ. Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS. Al-Baqarah: 185). وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ …

Read More »

Kaidah Fikih Induk Ketiga: Tidak Boleh Ada Mudharat

kaidah induk ketiga

Kaidah fikih induk (qawaid al-asasiyah al-kubra) yang ketiga berbunyi: أَلضَّرَرُ يُزَالُ. (al-dlarar yuzal) “Kemudaratan harus dihilangkan” Kaidah ini merujuk pada hadis riwayat Ibnu Majah, bahkan sebagian ulama’ mencantumkan hadis ini langsung sebagai bunyi kaidah induk ketiga: لاَضَرَرَ وَلاَضِرَارَ. Artinya: “Tidak boleh membuat mudarat (orang lain) dan tidak boleh membalas mudarat (yang dilakukan orang lain)”. (HR. Ibnu Majah, No: 2340). Makna …

Read More »

Kaidah Fikih Induk Pertama: Niat

kaidah induk pertama

Seperti yang telah diulas dalam artikel sebelumya tentang jenis kaidah fikih bahwa terdapat 5 kaidah yang dikategorikan sebagai kaidah induk (qawaid al-asasiyah al-kubra) yang menaungi kaidah-kaidah lain yang menjadi cabang. Tulisan ini akan mengulas kaidah pertama yang berbunyi: َاْلأُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا “Segala sesuatu tergantung pada tujuannya” Kaidah ini merujuk pada hadis yang sangat populer, yaitu: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ …

Read More »

Mengenal Jenis Kaidah Fikih

jenis kaidah

Sebelum lebih jauh mempelajari dan mempraktikkan kaidah fikih dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan hukum syar’i ataupun etika dan norma-norma sosial, terlebih dahulu hendaknya memahami jenis-jenis kaidah fikih. Klasifikasi kaidah ini mengacu pada cakupan dan jangkauan terhadap kasus fikih yang menjadi garapannya. Menurut Muhammad Musthafa al-Zuhailiy terdapat 4 macam jenis kaidah fikih: Pertama, kaidah asasiyah kubra (kaidah induk) yang menjadi …

Read More »