amarah
amarah

Tahan Amarahmu, dan Bagimu Surga

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau MIND ID Orias Petrus Moedak terlibat debat panas dengan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir. Perdebatan tersebut terjadi saat Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan holding tambang BUMN, Selasa (30/6/2020).

Seperti diberitakan Kompas.com (1/7/2020) adu pendapat yang cukup sengit antara keduanya bermula ketika Nasir menanyakan proses pelunasan utang akuisisi PT Freeport Indonesia. Ia ingin mengetahui kapan utang tersebut akan selesai.

Merasa tak mendapatkan jawaban yang diinginkan, Nasir diamuk amarah. “Kalau Bapak sekali lagi gini, saya suruh Bapak [Orias] keluar dari rapat,” kata Nasir penuh amarah. “Saya akan surati Menteri BUMN langsung untuk Anda dicopot jadi dirut,” kata Nasir menutup pembicaraan. RDP lalu menjadi kacau balau, tak menemukan topik yang diagendakan. Biangnya adalah “Nasir Marah”.

“Marah” memang biang kerok dari semua keburukan. Tak heran bila Rasulullah mewanti wanti “La Taghdab Walakal Jannah” (Tahan amarahmu, dan bagimu Surga) HR: Thabrani:2393.

Asbabul wurud (latar belakang) hadits tersebut bermula saaat Abu Darda’ meminta nasehat/petunjuk kepada Rasul tentang amalan yang ringkas namun mencakup segala kebaikan dan bisa memasukkannya ke syurga, maka Rasulullah menjawab : ” Janganlan marah, maka bagimu syurga”.

Hadits ini menunjukkan pemahaman bahwa dalam kemarahan terdapat semua keburukan dan menjaga diri dari kemarahan merupakan sumber dari segala kebaikan.

Pemahaman tentang hadits itu sesuai redaksi : Rasulullah SAW memberikan nasehat amalan yang bisa membawa seseorang sampai ke pintu surga. “Jangan marah” merupakan diksi yang dimaksudkan untuk “menahan amarah”, bukan larangan bagi manusia untuk tidak marah. Karena amarah adalah karakteristik yang secara alamiah lahir dalam diri manusia. dan “maka bagimu surga”, adalah imbalan yang akan diberikan oleh Allah kepada orang yang mau menahan amarahnya. Hadits ini yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani mempunyai dua jalur riwayat, salah satunya shohih.

Baca Juga:  Amalan Mudah Mendapatkan Bidadari, Begini Caranya!

Apakah dengan tidak marah bisa masuk surga? Dalam konteks hadits tersebut jawabannya “Ya”. Orang yang mampu menahan, dan mengendalikan amarahnya sudah pasti dijamin masuk surga sebagai konsekuensi perbuatanya. Lalu apakah dengan itu saja dia masuk surga surga? Jawabanya “tidak”. Dia dijamin masuk surga, tapi belum tentu dia masuk surga, tergantung kapasitas amal perbuatannya, karena ada perbuatan lain yang mungkin konsekuensinya dia masuk neraka. (Jami’ al-Ulum Wa al-Hikam, 1/361-362.)

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

maulid nabi

Masih Pantaskah Maulid Nabi Digugat? : Paradok Pemikiran dan Tindakan Wahabi

Salafi-Wahabi kukuh melarang keras pengkultusan terhadap diri Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallamadan ulama’. …

sedekah kepada mayit

Sedekah Al Fatihah Bagi Jenazah di Alam Barzah

Masih saja ada sekelompok manusia yang mempertanyakan sedekah dengan membaca Al Fatihah bagi orang yang …