manfaat tidur
manfaat tidur

Tidur: Cara Terbaik untuk Manusia Lemah agar Tak Digoda Iblis

Iblis sebagaimana manusia dan lainnya merupakan makhluk Allah. Berarti sama seperti manusia, iblis pun memiliki daya dan upaya juga berkat pertolongan Allah. Terlepas dari kecongkakannya melawan perintah Allah untuk menghormati manusia pertama (nabi Adam AS), iblis pun tentu memiliki kelemahan.

Manusia, betapapun dikatakan makhluk Allah paling sempurna, ia juga memiliki banyak kelemahan dalam menjalankan roda kehidupannya. Seperti kekuatan fisik terbatas, keimanannya naik turun dan lain sebagainya. Iblis pun demikian, ia dalam mengoperasikan sumpahnya kepada Allah untuk menggoda manusia, juga punya keterbatasan atas kelemahan. Maksudnya ada kondisi-kondisi tertentu dimana ia tak mampu menggoda manusia untuk bermaksiat.

Allah SWT sesungguhnya sudah menjelaskan kepada kita tentang betapa lemahnya iblis/setan di mata manusia. Tercatat pada Surat An-Nisa ayat 76 berfirman,

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

“Sungguh, tipu daya setan itu lemah.”

Mengetahui hal di atas, sebetulnya manusia siapapun harus berani melawan godaan iblis/setan yang ingin mengajaknya dari maksiat/menyekutukan Allah. Jika tak bisa melawan, minimal menghindari dari godaan iblis/setan tersebut. Jangan malah menyerah dengan mau mengikuti kemauan iblis/setan untuk bermaksiat.

Terang, tiap manusia pasti memiliki caranya masing-masing dalam melawan atau setidaknya menghindari godaan iblis/setan. Manusia-manusia seperti para nabi, rasul, wali Allah, ulama’ dan shalihin yang iman dan taqwanya stabil difrekuensi tinggi atau dekat kepada Allah itu tentu melawan iblis dengan cara yang produktif. Contohnya dengan cara meningkatkan ibadah, berdzikir kepadaNya, mengarang kitab, mengajar mengaji dan lain sebagainya.

Adapun bagi manusia lemah juga ada cara menghindari ajakan maksiat iblis/setan. Manusia lemah yang dimaksud disini ialah orang-orang yang memiliki keimanan tak stabil, naik turun. Bahkan sering turunnya dari pada naik keimanannya kepada Allah. Nah, untuk manusia semacam ini, ada cara terbaik untuk menghindari ajakan setan untuk bermaksiat.

Baca Juga:  Wanita Tidak Terbakar, karena Begitu Cinta kepada Rasulullah SAW

Cara menghindarinya menurut Imam Al-Qusyairi yang mengutip seorang ulama yakni dengan tidur. Jangan salah, tidur itu cara dahsyat untuk menolak atau menangkal godaan iblis. Sebab orang tidur tidak pada kesadaran. Selain itu, saat tidur itu manusia tidak dapat melakukan maksiat. Seperti mabuk, judi, zina, penipuan, pemukulan atau pembunuhan, pengumpatan, caci maki, dusta, dan banyak dosa lainnya.

وقيل: لا شيء أشد على إبليس من نوم العاصي؛ يقول: متى ينتبه ويقوم حتى يعصي الله

“Ada ulama mengatakan, ‘Bagi iblis, tiada sesuatu yang paling menyusahkan kerjanya selain istirahat atau tidur orang yang bermaksiat. Iblis mengeluh, ‘Kapan orang itu bangun dan terjaga agar ia dapat bermaksiat kepada Allah?’’” (Al-Imam Abul Qasim, Abdul Karim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyah, [Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 210).

Selain itu juga, Allah sudah menjelaskan dalam al-Qur’an surat An-Naba ayat 9 bahwa tidur merupakan sebuah istirahat. Dalam konteks ini, tidurnya manusia lemah itu istirahat dari terjaga yang sangat berisiko tinggi menjerumuskan seseorang dalam maksiat.

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

“Kami menjadikan tidurmu sebagai istirahat,”

Imam Al-Qusyairi juga menukil pendapat ulama lainnya yang menyampaikan bahwa waktu terbaik yang dipunyai manusia lemah atau sering maksiat adalah waktu tidur. Artinya ia tak punya waktu bermaksiat. Maka otomatis, kran dosa yang biasa ia buka karena maksiat jadi terhenti. Pasalnya, orang tidur adalah orang yang tidak punya waktu (kesempatan/peluang) untuk bermaksiat.

Terakhir, jangan bandingkan tidur dengan aktivitas produktif lain seperti yang dilakukan para ‘alim dan shalihin sebagai cara ampuh menolak ajakan setan. Sebab itu tak bijak dan tak proporsional. Tulisan ini pun tak mengarahkan untuk sering-sering tidur untuk menghindari godaan setan.

Baca Juga:  Jangan Sedih, Inilah Pahala Ibadah yang Setara dengan Ibadah Haji dan Umrah

Cara ini seperti judul di atas, adalah langkah terbaik bagi manusia yang lemah imannya. Yang sedikit kena godaan pasti lakukan maksiat dan seterusnya. Yang bisa melawan godaan setan dengan cara baik dan produktif seperti olahraga, berkesenian, membaca buku/kitab, ibadah sunnah, dan lain sebagainya itu lebih baik diniatkan dalam hati dan tujukan kepada Allah terus menerus.

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

ilmu

Ketahuilah! 3 Ilmu Ini Wajib Dipelajari Seorang Muslim

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam”. Itulah kalimat hadist dari nabi Muhammad SAW …

istri

Inilah Hal yang Tak Boleh Dilakukan Istri kepada Suami Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi

Hidup berpasang-pasangan merupakan sunatullah. Apalagi jika diikat dengan janji suci berupa pernikahan. Baik suami maupun …