sikap orang tua terhadap anak
sikap orang tua terhadap anak

Tiga Sikap Orang Tua terhadap Anak yang Dibenci Rasulullah

Tidak sedikit cerita dan kisah anak yang pada saat dewasa menampakkan kebencian kepada orang tuanya. Ada satu kisah seorang anak yang menuntut bahkan menggugat orang tua ke pengadilan. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Baik buruk karakter dan sikap anak tentu salah satunya lahir dari pola asuh orang tua. Bisa jadi seorang anak memendam kebencian itu sejak lama dan mengekspresikan ketika dewasa. Karena itulah, penting bagi orang tua untuk tidak menumbuhkan kebencian apalagi dendam dalam diri anak.

Menilik permasalahan ini, Rasulullah telah memberikan contoh dan panduan bagi orang tua dalam mendidik anak. Orang tua harus dan wajib mengajarkan budi pekerti serta ilmu ilmu agama untuk kebaikan anak. Dalam mendidik tersebut ada beberapa perilaku yang harus dihindari karena bisa menyimpan kebencian dan dendam seorang anak.

Inilah tiga sikap orang tua kepada anak yang sangat dibenci oleh Rasulullah.

  1. Memukul dan memaki anak 

Ketika anak melakukan sebuah kesalahan, sebagian orang tua dengan tanpa sadar bisa kelepasan dan langsung memarahi dan memukul anak mereka. Emosi yang tak tertahan karena kelelahan kadang mudah terjadi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa memarahi, meneriaki, atau mungkin mengumpat anak bukanlah solusi yang tepat.

Alih-alih memahami maksud nasihat ibunya, anak malah bisa mengalami trauma psikis yang dapat mengganggu perkembangan mental dan kecerdasannya.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang tidak memberi rahmat tidak dirahmati. (HR. Ahmad, Bukhari & Muslim)

Syarifuddin al-Thibi saat menjelaskan dalam Syarh Misykatul Mashabih makna hadis tersebut ialah barangsiapa yang tidak menyayangi anak-anak mereka maka Allah tidak akan memberi rahmat pada mereka. Kasih sayang dalam hadis di atas bersifat umum, menyayangi dalam artian bersikap lembut, cinta, kehangatan, merawat, perhatian dan khawatir.

Baca Juga:  Penamaan dan Amalan terbaik di Hari Tasyrik

Anak yang dirawat dan diasuh dengan emosi dan amarah akan melahirkan anak yang pendendam, pembenci dan pemaki. Perilaku orang tua akan menjadi benih dan rekaman bagi seorang anak dalam membentuk karakter di masa dewasanya.

  1. Pilih Kasih 

Dalam riwayat Muslim menjelaskan bahwa orangtua hendaknya tidak menyakiti anak-anak mereka dengan tidak berbuat adil dalam pemberian dan kasih sayang yang mereka curahkan kepada anak-anak mereka. Perilaku pilih kasih kebanyakan adalah salah satu sebab pemicu pemutus silaturahim anak dengan orangtua dan merupakan pangkal permusuhan antar saudara.

Rasul bersabda: “Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adil lah di antara anak-anakmu,” Lalu ia balik dan mengambil kembali pemberiannya.” (HR. Muslim)

Jika orangtua menginginkan anak-anak mereka semua berbakti kepadanya maka sebaliknya jangan pilih kasih jika memberikan kasih sayang kepada anak, baik dalam perbuatan dan ucapan.

  1. Tidak Memberi Pendidikan yang Baik 

Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Pendidikan orang tua terhadap anak memang sangat penting bagi perkembangan sang anak. Pendidikan dari sekolah akan membantu seorang anak bukan hanya mengerti teori dari mata pelajaran yang diajarkan, namun yang terpenting yaitu cara belajar yang terstruktur dan baik.

Ada sebuah nasehat mulia bahwa : “Seseorang yang berakhlak PASTI berilmu, tapi yang berilmu belum tentu berakhlak”. Karena itulah, pendidikan karakter menjadi utama dari sekedar pendidikan intelektual anak.

Kadang orang tua lebih mengejar angka dan kelulusan yang kuantitatif, tetapi tidak memikirkan kualitas akhlak dan budi pekerti anak. Sejatinya, pendidikan karakter itulah yang terpenting dan utama yang akan membentuk sikap seorang anak.

Pendidikan yang baik adalah dengan menanamkan akhlak yang baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak. Supaya anak memiliki akhlaq yang baik itu membutuhkan latihan bagi jiwa serta pengendalian dari syahwat, yang dapat merusak jiwa.

Baca Juga:  Keistimewaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan

Dengan pendidikan yang baik, maka masa depan seorang anak akan lebih terencana dan terjamin. Bentuk perhatian yang tertinggi orangtua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah boleh dibilang sikap orangtua yang sangat buruk.

 

Bagikan Artikel ini:

About Eva Novavita

Avatar of Eva Novavita

Check Also

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (3) : Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis

Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti …

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (2) : Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan

Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …