belajar ikhlas
belajar ikhlas

Belajar Ikhlas di Tengah Musibah dan Kehilangan

Belajar ikhlas dalam menghadapi musibah apapun. Saat mengalami kehilangan, rasanya tentu sangat tidak menyenangkan. Terlebih jika nilainya cukup mahal dan itu merupakan hasil jerih payah kita selama ini.

Namun, dari pada meratapi sesuatu yang telah hilang dan mungkin tidak akan kembali, hal yang paling tepat untuk dilakukan adalah dengan cara mengikhlaskan. Belajar ikhlas menjadi sangat penting sebagai daya imun kita agar tidak jatuh dalam sikap putus asa.

Ikhlas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Kualitas baik dan buruknya amal perbuatan manusia juga bergantung pada tingkat keikhlasannya. Memang sangat sulit untuk berusaha sabar dan ikhlas dengan hilangnya sesuatu berharga apalagi sesuatu yang sangat kita sayangi.

Namun, dalam dunia ini memiliki konsep setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan. Itulah sunnatullah. Setiap makhluk dan ciptaannya tidak ada yang abadi. Itulah hukum alam yang diciptkan oleh Sang Maha Pencipta.

Terkadang menyesali sesuatu musibah dan kehilangan membuat seseorang bersedih. Kesedihan adalah tindakan yang bisa dimengerti. Namun, meratapi sesuatu yang tidak akan kembali merupakan hal yang sia-sia.

Allah sangat tidak menyukai semua hal yang sia-sia. Padaha yang perlu kita ketahui bahwa umur yang diberikan Allah kepada kita merupakan modal untuk meraih bekal dalam menghadapai kehidupan di akhirat kelak. Janganlah umur dihabiskan dengan kesedihan yang berlarut-larut.

Kita hanya harus mempercayai dan meyakini bahwa rencana Allah merupakan yang terbaik untuk umatnya. Adapun beberapa cara untuk kita belajar ikhlas agar mampu berbagai ujian dan musibah ini sebagai berikut :

1. Mengikhlaskan sesuatu yang hilang dan tidak berfikir akan kembali.

Salah satu hal yang membuat kita sulit mengikhlaskan sesuatu yang hilang dari diri kita yakni dengan terus memikirkan dan berharap bahwa barang yang hilang tersebut akan kembali. Terus memikirkan dan berharap dapat membuat kita menjadi stress dan larut dalam kesedihan yang tidak berkesudahan.

Baca Juga:  Tiga Keteladanan Penting Orang Tua dalam Mencetak Karakter Anak

2. Mencari hikmah dari sebuah kehilangan

Banyak orang mempercayai bahwa dalam setiap cobaan pasti ada hikmah yang dapat diambil. Bisa saja sesuatu yang hilang tersebut karena diri kita sendiri yang lengah dalam menyimpan ataupun merawat apa yang kita miliki. Karenanya, mulailah untuk menghargai dan menjaga apa yang kita miliki.

3. Mulai memperbanyak sedekah

Mungkin kehilangan sesuatu yang kita butuhkan merupakan salah satu teguran dari Allah supaya kita sebagai umatnya mau berbagi atau bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Dengan kehilangan kita akan sadar bahwa dalam rezeki kita juga merupakan ada hak orang lain yang telah diitipkan Allah pada kita. Dengan kehilangan inilah cara Allah memberikan hak orang lain yang pada pada kita yang selama ini tidak pernah kita berikan.

4. Ujian dan cobaan adalah salah satu penggugur dosa

Sebagai umat Allah, mestinya kita menyadari bahwa ujian akan kehilangan sesuatu juga merupakan salah satu cara Allah untuk menggugurkan dosa-dosa kita. Jadi jangan terlalu bersedih dan ber upaya untuk ikhlaskan apa yang telah hilang.

Dijelaskan dalam sabda Rasulullah bahwa orang yang ikhlas akan mendapat jaminan pertolongan dari Allah “Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan orang orang yang lemah dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka”. (HSR Nasa’i 6/45).

Bagikan Artikel ini:

About wahyuningsih

Avatar of wahyuningsih

Check Also

anak anak dalam islam

Panduan Islam Mendidik Anak : Jangan Abaikan Kemauannya, Jangan Paksakan Kemampuannya

Bagi setiap orang tua tentu sangat ingin anak-anaknya menjadi anak yang baik, mempunyai keterampilan dan …

nabi adam

Kisah Kematian Manusia Pertama di Muka Bumi

Kodrat dari semua manusia yang ada di bumi ini adalah makan, minum, beribadah, beristirahat dan …