isolasi diri
Varian baru Covid 19 ditemukan di Inggris

Catatan Syeikh Ibnu Al Khatib tentang Penanganan Wabah : Pentingnya Isolasi Diri Saat Pandemi

Syeikh Ibnu al Khatib adalah seorang ulama yang lahir di Loja, Granada, Spanyol. Nama lengkapnya Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah bin al Khatib al Salmani. Ia menulis banyak karya tentang filsafat, sejarah, kedokteran, puisi dan mistisisme. Salah satu karya yang cukup menarik yang terkait kondisi kita sekarang adalah tentang wabah atau Pandemi, yaitu kitab Muqni’at al Sail ‘an al Marad al Hail.

Dalam karyanya ini Ibnu al Khatib mengurai panjang lebar berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan terhadap wabah menular. Memang tak banyak berbeda dengan, misalnya karya Muhammad al Manjibi al Hanbali yang menulis risalah saat terjadi wabah tha’un pada tahun 775 H yang menelan banyak korban dari kalangan umat Islam sehingga beliau menyebut Pandemi tersebut dengan “Tha’un al Akhyar“, kitab Daf’an Niqmah karya Ibnu Abi Hajalah yang ditulis pada tahun 1362 M saat terjadi Pandemi di Kairo dan kitab Badzlu al Ma’un fi Fadhli al Tha’un karya Ibnu Hajar al ‘Asqalani.

Persoalan wabah seperti covid-19 ini ternyata telah menyita banyak perhatian ulama pada masa lalu. Dalam karya para ulama yang ditulis khusus untuk merespon wabah yang sedang terjadi, mereka menganjurkan untuk melakukan tindakan pencegahan dengan cara berdoa, mencari ketenangan dengan membaca al Qur’an, menjaga imunitas supaya tetap sehat dan termasuk mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya menjaga jarak sejarak panjang tombak seperti sabda Nabi serta tidak meninggalkan atau memasuki tempat yang sedang terpapar wabah.

Begitu juga dengan kitab Muqni’at al Sail ‘an al Marad al Hail ini isinya juga demikian. Namun ada satu hal yang menarik dan tak banyak dibahas kitab serupa, yaitu isolasi diri saat pandemi atau berdiam diri di rumah saja tanpa keluar. Al Khatib dalam kitab ini menekankan tindakan isolasi diri atau di rumah saja di saat terjadi wabah pes (maut hitam) saat itu karena meyakini wabah tersebut menular. Penyebarannya melalui kontak antar manusia. Menurutnya orang yang kontak dengan korban wabah akan mati.

Baca Juga:  Menuju Islam Kaffah : Berislam di Level Keyakinan, Pengamalan dan Kehadiran

Sekian di antara isi kitab tersebut al Khatib menulis, “Penyakit ini bisa muncul pertama kali dalam satu rumah di kota tertentu, dari sana lalu menyebar ke tetangga, kerabat atau pengunjung. Wabah dapat merebak ke kota pantai sebab seseorang yang mengidapnya datang dari seberang lautan yang wilayahnya terjangkit penyakit”.

Oleh karena itu, al Khatib menganjurkan supaya masyarakat mengisolasi diri. Lanjutnya, “Banyak orang tetap dalam kondisi sehat jika menjaga diri mereka dengan cara mengisolasi diri dari dunia luar”. Isolasi diri saat pandemi yang dianjurkan oleh Syeikh Ibnu Al Khatib dalam praktek sekarang bisa dilakukan dengan tetap di rumah.

Isolasi diri saat pandemi ini terbukti mujarab. Al Khatib menulis kisah Ibnu Abi Madyan seorang yang shaleh dan taat beragama serta alim sebagai contoh. Ibnu Abi Madyan percaya bahwa wabah kala itu menular, kemudian ia membangun rumah tertutup bata, menyiapkan bekal, dan seluruh keluarga besarnya diisolasi di situ. Kota itu begitu terdampak wabah. Akan tetapi, tidak seorangpun dari keluarga Ibnu Abi Madyan yang terjangkit.

Catatan dari para ulama seperti ini, semestinya membuka kesadaran beragama kita semua bahwa wabah seperti virus corona telah ada sejak dulu dan mentaati protokol kesehatan adalah wajib. Ikhtiar dan tawakal harus sejalan bersama dan tidak boleh membuang salah satunya.

Kitab karya al Khatib ini sejatinya menggugah semangat keagamaan kita semua untuk hadir sebagai muslim yang sebenarnya dengan mempraktekkan ilmu agama sebagaimana mestinya. Bahwa hukum Islam itu luwes dan dinamis, prakteknya bisa berbeda antara kondisi normal dan kondisi darurat.

Tidak satupun hukum Islam yang memberatkan umatnya apalagi membawa dalam kebinasaan. Menaati dan menjalankan protokol kesehatan seperti anjuran saat ini ternyata bagian yang dianjurkan oleh para ulama salaf dalam karya mereka untuk merespon wabah yang sedang terjadi pada masa mereka masing-masing.

Baca Juga:  ISIS, Genosida Yazidi, Perbudakan dan Krisis Kemanusiaan

Semoga Allah segera mengangkat wabah ini dan melindungi diri kita dan keluarga kita dari wabah mematikan ini. Amin

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

musik haram

Uki Eks Noah: “Musik Haram”, Benarkah?

Artis hijrah, Uki eks Noah dalam video youtubenya menyarankan supaya generasi muda menghindar sejauh-jauhnya dunia …

mengucapkan selamat

Perdebatan Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya kepada Penganut Agama Lain

Kisruh media terjadi setelah beredarnya video Menaq Yaqut Cholil Qoumas yang menyampaikan Selamat Hari Raya …