jaga akidah
jaga akidah

Jaga Akidahmu di Tengah Pandemi dari Serangan Jabariyah dan Khawarij

Penyebaran virus corona atau covid-19 ini menuntut masyarakat untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh agar tidak mudah terserang. Namun, ada lagi yang patut dijaga di tengah pandemi ini, yakni menjaga akidah dan ibadah.

Kenapa akidah dan ibadah menjadi sangat penting dijaga di tengah pandemi? Tanpa kita sadari covid-19 ini telah merubah cara pandang keyakinan kita termasuk cara beribadah. Apabila kita tidak ditempa dengan pengetahuan keagamaan yang kuat akan mudah terserang akidah dan ibadahnya.

Ada dua serangan keyakinan yang harus diwaspadai di saat pandemi. Pertama, keyakinan fatalistik atau dalam aliran teologi dikenal jabariyah. Aliran ini mendadak muncul kembali di tengah pandemi. Narasi yang wajib dikenali adalah ketidakmampuan manusia dan menyerahkan secara pasrah tanpa usaha.

Orang yang berpandangan “lebih takut Allah dari pada corona” adalah sentuhan halus dari pandangan jabariyah. Pandangan jabariyah yang fatalistik bertentangan dengan cara pandang ahlu sunnah wal jamaah yang menyeimbangkan usaha, doa dan tawakal.

Di tengah pandemi, narasi seperti ini mudah mempengaruhi masyarakat. Padahal tanpa disadari narasi ini telah merubah keyakinan dan akidah kita. Sedini mungkin masyarakat bisa mengenali dan membentengi diri dari paham jabariyah ini.

Kedua, pandangan dan keyakinan untuk tidak mematuhi pemerintah (ulil amri). Keyakinan ini tentu saja virus teologis lama yang sangat mengkhawatirkan dari aliran khawarij. Paham khawarij adalah selalu membangkang dari pemerintahan yang sah. Sekali lagi cara pandang khawarij sangat bertentangan dengan akidah ahlu sunnah wal jamaah.

Virus ini mudah berkembang di tengah masyarakat di tengah pandemi. Narasi ini sangat halus dalam mempengaruhi masyarakat. Berbagai kebijakan pemerintah dalam hal ini ulil amri ditolak dan dimentahkan karena dianggap bertentangan dengan agama.

Baca Juga:  Dear Yahya Waloni: PPKM Darurat Itu Sesuai Syariat Islam, Ini Penjelasannya!

Tidak hanya itu saja, kelompok ini bahkan memandang salah fatwa-fatwa ulama yang dikeluarkan dalam menghadapi pandemi. Keyakinan teologis ini ditopang oleh suatu keyakinan bahwa semua salah kecuali keyakinannnya yang benar. Termasuk sesama muslim dan ulama akan menjadi salah jika tidak sepaham dan sejalah dengan keyakinan mereka.

Bukan tidak mungkin aliran paham khawarij di tengah pandemi ini akan muncul dengan memprovokasi dan melakukan anarki. Dalam pandangan mereka pemerintah salah, ulama salah, dan mereka yang berbeda sekalipun muslim adalah salah.

Turunan dari akidah di atas akan berdampak dalam hal ibadah dan persoalan furu’. Dalam masa pandemi mereka akan lebih memilih mempersulit diri dalam beribadah meskipun mudharat sudah nyata. Mereka enggan memilih rukhshah dalam hukum Islam diperbolehkan.

Karena itulah, di tengah pandemi umat Islam tidak hanya dituntut untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga kesehatan hati melalui penguatan akidah. Umat Islam harus mampu memfilter cara pandang keyakinan dan akidah yang bertentangan dengan ahlu sunnah wal jamaah.

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …