Beberapa hari ini bangsa ini dan dunia pada umumnya dihebohkan dengan ancaman virus corona. Baru-baru ini Pemerintah Indonesia sebagaimana negara lain telah mengambil tindakan yang tegas dan cepat untuk memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan Cina.
Wuhan seolah menjadi kota sebab malapetaka dan ungkapan sejenis mampang diberbagai media, terlebih media sosial. Kenyataannya memang demikian karena beberapa warga negara asing harus dijemput dan diungsikan.
Dunia memang sedang tergagap oleh penyebaran Virus Corona, was-was dan ketakutan. Bagaimana tidak, virus ini termasuk virus kategori zoonotik yang biasa ditemukan pada hewan. Penularannya sangat cepat merambat ke tubuh manusia, khususnya mereka yang sudah berusia lanjut dan mereka yang memiliki sistem imun yang lemah.
Mengingat hal itu, wajar kalau beberapa Negara melakukan langkah santisipasi serius supaya Virus Corona tidak menyebar ke negaranya masing-masing. Bahkan tidak mengherankan juga jika warga Natuna sempat melakukan protes penolakan terhadap WNI yang datang dari Wuhan.
Bukan suatu yang berlebihan. Virus mematikan telah merenggut banyak nyawa ini. Lebih parah lagi, ratusan orang telah divonis terjangkit virus yang sangat berbahaya ini. Bahkan penyebarannya telah merambah beberapa Negara. Gejalanya adalah flu, batuk, sakit tenggorokan serta demam tinggi selama beberapa hari. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka virus ini akan semakin membahayakan manusia.
Memaknai Wabah Penyakit
Sebagai umat Islam, tentu hal pertama yang harus dalam benak kita adalah sikap legowo dan menerima kenyataan ini sebagai takdir Tuhan walaupun kemunculannya tentu akibat ulah manusia. “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS.al-Rum: 41).
Menerima dan ikhlas terhadap kenyataan yang telah Allah timpakan kepada kita tentu tidak dengan berpangku tangan. Apalagi sebatas mengatakan “Kutukan Allah” bagi mereka yang melanggar perintah. Lebih dari itu, tetap berupaya melakukan langkah preventif untuk melindungi dan menjaga diri supaya virus corona dan virus-virus lainnya tidak menjangkiti kita. Sebab, adanya virus merupakan bukti kebesaran Allah. Dengan kuasa-Nya sangat mudah menciptakan suatu makhluk meski berukuran sangat kecil sekalipun.
Menghadapi musibah dan penyakit yang mewabah seperti virus corona, sebagai orang yang beriman tentu harus menerima segala takdir Allah, yang baik atau yang buruk sekalipun. Akan tetapi, menerima takdir bukan berarti tanpa ikhtiyar. Harus ada upaya pencegahan dan penanggulangan. Rumus hidup umat Islam adalah ikhtiyar, tawakkal dan doa.
Menangani Sejak Dini
Penyebaran virus corona yang mewabah seperti ini, ternyata pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad. Beliau mengajarkan tindakan pencegahan serta berpesan tentang bagaimana sebaiknya menyikapi mewabahnya suatu penyakit di wilayah tertentu.
Dari Aisyah, beliau pernah bertanya pada Rasulullah tentang Wabah Kolera. Rasulullah kemudian menjawab, “Tiap Wabah itu dapat bermakna siksaan bagi yang Allah kehendaki. Tetapi, Wabah bagi orang beriman adalah bentuk rahmat, selama ada kesabaran yang kuat dari mereka yang terjangkit. Maka ia berhak mendapatkan pahala sebagaimana balasan bagi orang-orang yang mati syahid.” (HR. Bukhari)
Dalam Islam, untuk tindakan preventif atau pencegahan, kita dapat mengacu pada Firman Allah yang artinya, “Dan pakaianmu bersihkanlah.”(QS. Muddatstsir ayat: 4). Rasulullah juga bersabda: Sesungguhnya Allah Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu. (H.R. al-Tirmidzi)
Kebersihan sangat dianjurkan dalam Islam. Fakta medis menjelaskan, bahwa kebersihan dapat meminimalisir datangnya suatu penyakit terlebih penyakit yang disebabkan karena virus. Selain itu, dengan selalu menjaga kebersihan berarti kita telah mempertebal keimanan kita.
Untuk langkah penanggulangannya, Rasulullah mengajari kita. Dari Abdurrahman bin Auf, beliau bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah tengah mendera suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika menyerang wilayah kalian, maka janganlah engkau melarikan diri.” (HR. Bukhari)
Dari hadis ini bisa dipahami, kalau penyakit menular seperti virus corona mewabah di suatu negeri atau daerah, kita dilarang datang ke tempat tersebut dan melarang orang yang telah divonis terserang virus tersebut datang ke tempat lain.
Makna melarikan diri dalam hadis di atas adalah larangan untuk bepergian ke tempat lain karena sangat beresiko dapat menyebarkan virus atau wabah yang menjangkit tertular kepada orang lain. Terakhir semoga saudara-saudara kita yang baru dipulangkan dari Wuhan dapat terbebas dari serangan virus itu dan selalu diberikan kesehatan.
Wallahu a’lam
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah