bukhari muslim
bukhari muslim

Mengapa Empat Imam Madzhab Tidak Pakai Hadist Bukhari dan Muslim?

Mengapa empat Imam Madzhab seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ibnu Hanbal tidak memakai sumber dari hadist shahih Bukhari dan Muslim? Pertanyaan ini sering dijumpai, terutama dari mereka yang mengklaim ahlu sunnah yang menjadikan dua sumber itu sebagai pegangan dalam menggali hukum tanpa bermadzhab.

Pertanyaan itu mungkin sebagai kritik terhadap para imam madzhab fikih. Bahwa hadist yang digunakan oleh empat madzhab fikih diragukan kualitasnya sebab tidak merujuk pada hadis shahih Bukhari dan Muslim.

Apa benar demikian? Pertanyaan di atas justeru terbalik. Bagaimana mungkin para imam madzhab memakai hadis shahih Bukhari dan Muslim, sementara keduanya lahir jauh setelah para imam madzhab?

Bila membaca sejarah, Imam Malik lahir pada tahun 93 H, Imam Hanafi lahir tahun 80 H, Imam Syafi’i lahir tahun 150 H dan dan Imam Hanbali lahir tahun 164 H. Sementara Imam Bukhari lahir pada tahun 196 H (ada yang mengatakan tahun 194 H) dan Imam Muslim lahir tahun 204 H. Dengan demikian, sebagai perbandingan, antara Imam Malik dan Imam Bukhari dipisah oleh jarak 103 tahun.

Dari fakta sejarah ini, kalau ada ungkapan produk fikih para imam madzhab layak dipertanyakan karena tidak berdasar pada hadis shahih Imam Bukhari dan Muslim, tentu sebuah ungkapan yang terbalik. Tampak sekali tidak belajar sejarah dan biografi para ulama.

Sebenarnya, siapapun tidak berhak menilai siapa yang lebih utama antara Imam Madzhab dengan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ini sepenuhnya hak Allah. Namun dalam segi keilmuan, karena mengacu pada standar penilaian berdasar masa waktu, maka ulama yang kelahirannya lebih dekat kepada Nabi lebih dijamin kualitas keilmuannya.

Baca Juga:  Sudahkah Shalat kita Menjadi Benteng dari Kemunkaran?

Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (Tabiut Tabi’in). (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari sini sudah jelas, kulitas pendapat Imam Malik dengan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Malik masih berkesempatan melihat praktek ibadah anak-anaknya para sahabat yang belajar langsung kepada orang tuanya. Sedangkan baik Imam Bukhari dan Imam Muslim tidak memiliki kesempatan itu.

Walaupun sebenarnya kita sangat tidak pantas untuk memperbandingkan para ulama beda generasi tersebut. Sebab mereka tidak bersikukuh memproklamirkan diri sebagai yang terbaik. Bahkan saling melengkapi satu dengan yang lain. Dikatakan demikian, karena kenyataannya Imam Bukhari dan Imam Muslim sendiri bermadhab kepada Imam Syafi’i dalam soal fikih.

Di antara ulama ahli hadis yang bermadhab Syafi’i adalah; Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasi, Imam Baihaqi, Imam Turmudzi, Imam Ibnu Majah, Imam Thabrani, Ibnu Hajar al ‘Asqalani, Imam Abu Daud, Imam Nawawi, Imam Sayuthi, Ibnu Katsir, al Dzahabi dan Imam Hakim.

Dengan demikian menjadi jelas, bila ada pertanyaan seperti pada judul tulisan ini, tentu harus dipertanyakan ulang sebab tidak sesuai dengan fakta sejarah. Atau bisa jadi kedangkalan mereka dalam memahami sejarah peradaban Islam.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

madzhab hanafi

Taliban Berpangku pada Madzhab Hanafi, Ini Karakteristik Pendiri dan Karakteristiknya

Taliban yang berhasil menguasai Afganistan kali ini sebenarnya dalam pemikiran mengikuti salah satu imam besar …

surat al jin

Tafsir Surat al Jin ayat 19: Nabi Dikerumuni oleh Jin?

Pelabelan “Dungu” sangat cocok disematkan kepada Muhammad Kece. Pastinya julukan ini akan diamini oleh semua …