istighfar
istighfar

Menguak Samudra Keistimewaan dan Keberkahan Istighfar yang Jarang Diketahui

Banyak kalangan yang menganggap bahwa istighfar itu hanya untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Memang yang demikian itu benar. Namun, istighfar juga mempunyai fadilah, manfaat dan keberkahan yang luar biasa dan tiada terhitung jumlahnya.

Bahkan Imam al-Ghazali, sebagaimana dikutip Mahmud Asy Syafrowi (2012: 57) menegaskan, “Telah datang kabar yang tidak terhitung tentang keutamaan istighfar, hingga Allah menyertakannya dengan keberadaan Rasulullah, lalu Dia berfirman, “Dan tidaklah Allah akan mengazabkalian, sementara kalian dalam keadaan banyak ber-istighfar”, (QS. Al-Anfal: 33).

Pun dalam banyak ayat, Allah SWT memerintahkan kepada hambanya agar senantiasa ber-istighfar. Diantaranya sebagaimana dalam Alquran surat an-Nashr [110] ayat 3. Allah berfirman: “Maka bertasbihlah kamu (Muhammad) dengan memuji Tuhanmu dan memohon ampunlah (istighfar) kepada-Nya, sesungguhnya Dia-lah Dzat yang maha pengampun. 

Lantas, apa saja keistimewaan dan keberkahan istighfar?

Pertama, penghapus dosa-dosa

Inilah keistimewaan yang paling populer di kalangan masyarakat terkait dengan istighfar. Manusia memang tidak akan pernah lepas dari dosa. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar menjadi amalan yang harus diistiqomahkan karena dapat menghapus dosa.

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman: “ Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku, berharap dan meminta ampun (istighfar), niscaya Aku mengampunimu dan tidak ku perdulikan (berapa besar dosamu). Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu (mnumpuk) hingga mencapai sejauh mata memandang langit, lalu engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu,… (HR. Tirmidzi).

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutup buku catatannya di saat terbenamnya matahari dengan istighfarm, kecuali dihapuskan (kesalahan-kesalahan) yang sebelumnya.” (HR. Ad-Dailami). Sesungguhnya masih banyak ayat Alquran dan hadis yang berbicara mengenai istighfar dapat menghapus dosa.

Baca Juga:  Hari Pertama Ramadan dengan Tradisi Buka Bersama, Apa Hikmahnya?

Kedua, membebaskan Adzab Allah SWT

Adzab akan selalu menimpa siapa saja dan kapan saja. Terlebih bagi orang yang ingkar pada Tuhannya, durhaka, menyekutukan, dan tidak mematuhi perintah-Nya, tentu Allah akam memberikan hukuman, seperti menimpakan adzab atau siksa-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam QS. Al-‘An’am: 42-43, Allah menegaskan bahwa Allah telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang terdahulu. Namun, ada umat-umat yang ingkar sehingga Allah menurunkan adzab yang pedih untuk mereka. Pengikut Nabi Nuh misalnya, dihancurkan oleh Allah dengan cara menurunkan banjir bandang yang menutupi seluruh permukaan bumi karena mereka tidak taat terhadap perintah Allah.

Begitu pun Kaum ‘Ad dan Tsamud, yang masing-masing ditimpa adzab yang pedih lagi mengluluhkan. Semua itu, karena akibat dosa-dosa dan kesalahan yang diperbuat manusia (QS. Asy-Syuara: 30). Untuk itu, manusia hendaknya banyak ber-istighfar.

Terkait hal itu, Allah berfirman: “Dan tidaklah Allah akan mengadzab kalian, sementara kalian dalam keadaan banyak ber-istighfar.” (QS. Al-Anfal: 33). Begitu pun dengan hadis Nabi. Rasulullah bersabda: “Seorang hamba senantiasa aman dari adzab Allah selama ia (banyak) ber-istighfar.” (HR. Ibnu Asakir).

Ketiga, solusi segala masalah

Inilah poin yang tidak banyak orang ketahui tentang keistimewaan istighfar. Bahkan ada yang menyangkal, bagaimana mungkin istighfar dapat mengatasi segala masalah? Bukankah istighfar untuk memohon agar dosa-dosa kita dihapus oleh Allah?

Terkait hal ini, Asy-Syafrowi (2012: 69) menjelaskan, memang istighfar berisi ungkapan kerendahan hati untuk memohon ampunan Allah atas segela kesalahan yang sudah kita perbuat, baik yang disengaja maupun tidak. Namun ternyata, lanjut Asy-Syafrowi, hal itulah yang Allah sukai. Jika Allah sudah suka kepada kita, maka pasti Dia tidak akan membiarkan kita dalam kesusahan atau kesulitan dalam menghadapi masalah.

Baca Juga:  Perempuan Kriteria Ini Lebih Istimewa dari pada Bidadari Di Surga

Selain itu, doa yang dipanjatkan oleh orang yang banyak ber-istighfar adalah mustajab. Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa ber-istighfar kepada mukminin dan mukminat setiap hari sebanyak dua puluh tujuh kali, maka ia termasuk orang-orang yang mustajab do’anya.” (HR. Al-Hakim).

Bahkan secara spesifik, Rasulullah menyebutkan bahwa barangsiapa yang rajin membaca istighfar, Allah akan memberi jalan keluar setiap permasalahannya. “Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar setiap kesukarannya dan memberi rezeki tanpa diduga-duga.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Keempat, menghilangkan kegundahan

Kegundakan dan keresahan acapkali menjadi masalah yang lazim dialami oleh manusia. Rasa gundah ini juga menjadi penyebab utama hidup tidak bahagia. Dalam posisi yang demikian, istighfar dapat dijadikan sebagai solusi untuk menghilangkan kegundahan itu.

Ibnu Qayyim al-Jauzi memberikan keterangan bahwasannya penyebab hati seseorang diliputi kegundahan adalah dosa yang ia lakukan. “Dampak dari dosa aan menimbulkan kesepian dan kegelisahan yang luar biasa.” Dengan demikian, istighfar merupakan obat yang mujarab dan terapi yang efektif agar terbebas dari dosa dan kesalahan serta membuat hati menjadi tenang.

Bahkan ketika seseorang ahli istighfar dirundung kesedihan, hatinya akan dihibur oleh seruan-seruan ayat Alquran, seperti QS. Al-Bayyinah ayat 8 yang menjelaskan tentang balasan surga ‘Adn dekat dengan Allah.

Demikianlah uraian tentang samudra keistimewaan dan keberkahan memperbanyak membaca istighfar. Semoga uraian ini bermanfaat dan dapat menambah amal shalih dan mendekatkan diri kepada Allah.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Muh. Ulin Nuha, MA

Avatar