Makam Di Madinah
Makam Di Madinah

Pemakaman Tertua di Makkah yang Pernah Dihancurkan Kerjaan Arab Saudi

Kompleks pemakaman Jannatul Mualla ini diperkirakan sudah ada sejak 1.700 tahun lalu. Secara geografis komplek makam ini berhadapan dengan Jabal Assayyidah atau Bukit Siti Khadijah Mekkah.

Jannatul Mualla adalah pemakaman Islam bersejarah yang terletak di Mekah, Arab Saudi. Ma’la sendiri merupakan satu dari dua tempat pemakaman bersejarah bagi umat Islam selain Al Baqi di Madinah. Banyak sahabat, kakek dan juga Istri pertama Rasulullah yakni Siti Khodijah, dimakamkan di sana.

Dalam pemakaman Jannatul Mualla, terdapat batu nisan milik Sayidah Khadijah yang dibangun dengan kubah tinggi pada abad ke-8 H. Makam Sayidah Khadijah direnovasi dan dibuatkan kubah tinggi atas perintah Sultan Sulaiman al-Qanuni seorang khalifah Utsmani sesuai dengan arsitektur makam-makam di Mesir jaman dulu.

Sebelum direnovasi, makam Sayidah Khadijah hanya berupa makam dari kotak berbahan kayu. Pada abad ke-13 H makam Sayidah Khadijah mengalami renovasi kembali dan dihiasi oleh kain beludru dan juga diberikan penjagaan disekitar makam tersebut.

Karena kedekatannya dengan ka’bah, Jannatul Mualla atau di sebut dengan Ma’la dianggap sebagai tempat yang sangat sakral oleh masyarakat di sekitarnya bahkan sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi oleh Allah. Ma’la terbentang di dataran tinggi bukit Jabal As-Sayyidah, perkampungan Al-Hujun yang letaknya hanya berjarak sekitar 1,1 kilometer dari Masjidil Haram.

Pada abad keenam, suku Quraish mengambil alih Mekah dan menetapkan Ma’la sebagai tanah pemakaman pribadi mereka. Banyak anggota klan Bani Hasyim, dimakamkan di pemakaman ini beberapa dekade menjelang kelahiran Nabi Muhammad.

Pada tahun 1925 pemakaman Jannatul Mualla di Madinah dihancurkan oleh Raja Saudi, Ibn Saud, karena banyak manusia yang dianggap mengagungkan makam, dan dinilai sebagai perbuatan musyrik. Penghancuran pemakaman ini terjadi meskipun ada protes dari komunitas Islam internasional kala itu.

Baca Juga:  Bakti Ulama Sufi untuk Keutuhan NKRI

Dulunya, bentuk pemakaman di sini sama seperti di belahan dunia lain, yakni terdapat bangunan megah ataupun kubah besar yang ada di dalam pemakaman ini. Namun sejak 1925 bangunan makam di sini dihancurkan. Tidak ada lagi bentuk makam dan batu nisan. Yang tersisa hanyalah tanah yang rata dan jejeran batu sebagai penanda makam.

Pemakaman Ma’la merupakan salah satu destinasi wisata ziarah atau religi para jamaah haji dan umrah di Mekah. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat pemakaman bagi para jamaah haji dan umrah yang meninggal.

Saat ini komplek pemakaman dikelilingi oleh dinding pembatas yang meluas ke lereng Gunung al-Hajun. Selain itu, pemakaman dibagi menjadi dua bagian: utara, yang meliputi kuburan Bani Hasyim dan keturunan Nabi Muhammad saw, dan bagian selatan.

Selain itu, tak sedikit juga ulama besar nusantara dimakamkan di sana. Baru-baru ini pembesar NU yang telah meninggal yakni mbah Moen  juga dimakamkan di sana. Selain itu ada Syekh Ahmad Khatib Sambas, Syekh Abdul Karim al-Bantani, Syekh Nawawi al-Bantani, Syaikh Muslih Mranggen dan masih banyak lagi.

 

 

Bagikan Artikel

About Ernawati

Avatar