Bela tauhid menjadi satu kata yang saat ini seakan akan baru di telinga kita Jauh sebelum generasi milineal seperti saat ini kalimat itu sudah sangat popular di kalangan ulama kita Mereka berteriak Allahu Akbar La Ila Illallah membakar semangat untuk mengusir para penjajah Dalam konteks Indonesia perjuangan menggunakan takbir telah lama diradisikan oleh para pejuang bangsa ini Mereka berhasil memerdekakan bangsa Indonesia yang majemuk dengan tatanan negara yang berdasarkan ketuhanan dan kemanusian yang keduanya adalah inti ajaran para nabi dan rasul yang telah diutus oleh Allah ke muka bumi ini Tauhid merupakan inti semua risalah yang telah di bawa oleh para nabi termasuk nabi Muhammad Saw Karena itu jugalah Allah mewajibkan hambanya untuk berjihad menegakkan tauhid melawan kekufuran dan kemusyrikan Setiap orang Islam wajib hukumnya membela tauhid karena dengan tauhid inilah manusia akan dikategorikan sebagai orang yang beriman dan ganjarannya adalah surga Sebaliknya mereka yang tidak bertauhid tidak termasuk orang orang yang beriman tetapi mereka adalah orang musyrik dan ganjarannya adalah neraka Apa yang ingin ditegaskan bahwa pembelaan tauhid bukan saja terjadi dewasa ini akan tetapi juga di zaman dahulu sudah dilakukan oleh umat umat sebelum Islam baik secara individu maupun secara kolektif Istri Firaun misalnya yang hidup di tengah tengah kemunkaran dan kesombongan suaminya bahkan mengaku sebagai Tuhan di atas Tuhan diam diam beriman kepada Allah dan mempertahankan keyakinannya di tengah tengah kehidupan yang penuh kebiadaban Baca juga 4 Hal Perbedaan Laki laki dan Perempuan dalam Shalat Ahbabul Kahfi yang terdiri dari 7 anak muda rela melarikan diri dari masyarakatnya menuju sebuah gua untuk bersembunyi menghindari kekejaman raja yang menyiksa setiap orang di kampung itu yang masih beriman kepada nabi Isa As Bilal Alhabsyi yang hanya hamba sahaya rela disiksa di terik matahari di atas padang pasir tanpa menggunakan sehelai kain demi membela tauhid dan keyakinannya kepada Tuhan Sepanjang sejarah perjalanan umat Islam pra dan pasca Rasulullah saw wafat tidak sedikit di antara kaum muslimin yang telah menunjukkan betapa gigihnya membela tauhid hingga rela mengorbankan harta dan jiwanya Di Arab Afrika Asia Selatan dan Tenggara seperti Indonesia umat Islam telah menunjukkan konsistensinya membela tauhid dan melawan para penjajah yang telah memperkosa hak hak mereka sebagai umat Islam Umat Islam pada zaman penjajahan di Indonesia mulai dari nenek moyangnya hingga cucu cucunya baik pikiran tenaga jiwa dan harta telah berjuang sepenuh hati untuk membela tauhid dan mempertahankan agama Allah Bahkan Hadratussyech Hasyim As ary telah mengeluarkan fatwa berjihad kepada umat Islam agar bangkit melawan kekufuran yang dilakukan oleh penjajah Gerakan Umat Islam untuk membela tauhid tidak sampai di situ saja Muhammadiyah Al Irsyad Jamiyatul Khaer Darud Dakwah Wal irsyad Al Wasihilia Nahdatul Wathon Perti Serikat Islam dan Dewan Dakwah Islam serta ormas ormas Islam lainnya berdiri tegak melawan penjajahan demi memerdekakan bangsa Indonesia khususnya umat Islam melalui pendidikan ekonomi perjuangan fisik dan harta semua dilakukan untuk membela tauhid yaitu kalimat la ilaha illalloh Hasil perjuangan umat Islam ini bukan saja dapat dilihat dari kebangkitan umat Islam di Indonesia dalam beberapa dekade lalu akan tetapi lebih dari itu perjuangan mereka telah tercatat dalam sejarah Indonesia yang ditandai dengan falsafah Indonesia yang sarat dengan nilai nilai ketauhidan dan kemanusiaan yang merupakan tujuan utama dari semua risalah para nabi dan rasul yaitu ketuhanan yang maha esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab Dua sila dalam Pancasila ini merupkana puncak pembelalaan tauhid yang sesungguhnya yang telah diperjuangkan oleh ulama ulama dan para tokoh tokoh umat Islam Indonesia Kini tugas umat Islam saat ini sejatinya harus menstranformasikan hasil perjuangan para ulama ulama itu dalam nilai nilai sosial kemasyarakatan bangsa Indonesia Tidak ada lagi bela tauhid dengan cara berperang di Negara yang sudah didirikan atas pilar tauhid Praksis membela tauhid saat ini adalah mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa sehingga nilai ketuhanan dan kemanusiaan dari tauhid dapat terus dipertahankan di bumi Indonesia ini Wallahu aalam

Tinggalkan Balasan