ketahanan pangan
ketahanan pangan

Pentingnya Ketahanan Pangan dalam Perspektif Islam

Islam sangat mementingkan bagaimana manusia membentuk sistem ketahanan pangan yang baik. Di era pandemi dengan situasi ekonomi yang mengguncang tatanan ekonomi global yang mengancam resesi, sektor pangan menjadi cukup mengkhawatirkan. Negara-negara, tidak terkecuali Indonesia berada dalam bayang-bayang resesi yang menakutkan.

Tentu bukan hanya fenomena resesi secara global dan angka-angka saja, tetapi apa yang perlu dikhawatirkan adalah dampak sosial ekonomi ke masyarakat bawah. Indonesia harus banyak berdikari terutama dalam faktor pemenuhan pangan. Negara yang kaya seperti Indonesia harus mampu menunjukkan diri sebagai bangsa yang kuat terutama dalam penguatan pangan.

Kebutuhan atas makanan adalah hal yang primer yang tak terbantahkan untuk manusia. Oleh karenanya pertanian sangatlah penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Bahkan dalam ajaran Islam, pertanian mendapatkan perhatian khusus bagi umatnya.

Pasalnya pada zaman Rasulullah hidup, Beliau sudah mengajarkan pada umatnya tata cara sewa lahan serta pembagian hasil bercocok tanam antara pemilik lahan dan pengelola lahan. Dahulu ketika Rasulullah berhijrah ke Madinah, di sana tanah lebih mudah diolah daripada di Makkah. 

Dari situ juga dapat dilihat jika ukuran kemakmuran suatu bangsa juga dinilai atas pemenuhan terhadap kebutuhan dasar warganya, dan kebutuhan pangan adalah salah satunya. Tidak mungkin sebuah bangsa yang masih terdapat kelaparan atau kekurangan bahan makanan disebut makmur meskipun telah mencapai kemajuan dalam pembangunan di berbagai bidang. 

Air hujan dapat digunakan sebagai irigasi, manusia hanya perlu membuat salurannya supaya tanaman yang ditanan dapat tumbuh sumbur. Namun selain pemberian dari alam, manusia dituntun untuk berusaha dalam memenuhi kebutuhan pangan, untuk kelangsungan hidupnya. 

Tidak semua tanaman dapat hidup dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia. Itulah sebabnya, manusia harus mampu mempelajari juga cara-cara bagaimana mempertahankan tumbuhan supaya tetap hidup dan dapat menghasilkan buah supaya bisa dikonsumsi manusia. 

Baca Juga:  Belajar dari Do’a Nabi Nuh Agar Diberikan Kedudukan Mulia

Selain untuk dikonsumsi sendiri, tanaman yang ditanam jika dimakan oleh binatang maka akan bisa menjadi sumber sedekah bagi dirinya. “Tidaklah seorang Muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya.” (HR Imam Bukhari). 

Dalam hadist di atas tersirat bahwa bercocok tanam tidak hanya bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia di dunia saja, namun juga akan bermanfaat sebagai amal kebaikan kelak di akhirat karena sumber sedekah bagi pemiliknya.

Dalam Islam juga kita temukan bagaimana cerita Nabi Yusuf yang mampu menata bangsanya melalui strategi ketahanan pangan. Porsi cerita ini dalam Islam jangan hanya ditangkap dalam rangka meneladani sikap Nabi Yusuf, tetapi bagaimana beliau melewati masa krisis pangan. Islam dalam kata lain mempunyai konsen dalam hal krisis dan ketahanan pangan.

Energi masyarakat untuk berusaha dalam pemenuhan pangan sayangnya mulai luntur. Masyarakat menganggap sektor pertanian pun sangat tidak menguntungkan karena dalam skema besar selalu disisihkan oleh sistem yang tidak memihak. Karena itulah, negara harus hadir untuk membuat pengelolaan ketahanan pangan ini.

Bagikan Artikel ini:

About Triyanto S

Avatar of Triyanto S

Check Also

keutamaan puasa tasyu'a

Menuju Puasa Panca Indra dan Batin

Puasa adalah menahan diri dari lapar dan haus serta hal-hal yang mampu membatalkannya mulai dari …

keragaman

Pelajaran Berharga dari Rasulullah : Jika Sesama Manusia Kenapa Tidak Dihormati Apapun Agamanya

Kerap sekali umat saat ini begitu ingin menunjukkan marwah Islam dengan muka sangar dan berapi-api. …