Rahasia Hidup Sehat Rasulullah
Rahasia Hidup Sehat Rasulullah

Rahasia Hidup Sehat Rasulullah


Kebanyakan manusia berpikir bahwa nikmat Allah hanya bentuk materi dunia seperti uang. Sehingga nikmat lain yang justru lebih berharga tidak diperhitungkan sama sekali, apalagi disyukuri. Sehat misalnya, seringkali dianggap bukan nikmat.

Padahal, andaikan dinilai dengan uang jauh lebih banyak jumlahnya. Orang yang sedang sakit dan berobat ke dokter atau rumah sakit harus merogoh kocek mengeluarkan uang yang banyak. Apalagi kalau sakitnya parah, seminggu saja bisa menghabiskan ratusan juta.

Bila menyadari hal ini, sehat secara jasmani merupakan nikmat tak terhingga yang wajib disyukuri. Salah bentuk syukur tersebut dengan senantiasa menjaga kesehatan. Nabi sendiri sangat memperhatikan masalah kesehatan badan. Dalam keterangan sejarah, beliau selama hidupnya hanya mengalami sakit sebanyak dua kali.

Saat menerima wahyu pertama beliau mengalami demam tinggi dan menjelang wafatnya beliau mengalami sakit parah. Ini berarti ada pola hidup tertentu yang dijalani beliau dalam menjaga kesehatan badannya.

Bila membaca hadis-hadis yang berbicara tentang kondisi Nabi yang jarang sakit, sebabnya tak lain karena beliau mampu mencegah hal-hal yang bisa mendatangkan penyakit. Lebih mendahulukan pencegahan dari pada pengobatan.

Lalu apa saja kebiasaan hidup keseharian beliau sehingga fisiknya selalu fit dan tubuh segar bugar?.

Pertama, selektif terhadap makanan. Beliau selalu memilih makanan yang halal dan baik. Halalan thayyiban. Salah satu kegemaran beliau adalah mengkonsumsi madu dicampur air. Minuman yang berfungsi membersihkan air liur dan pencernaan.

Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan al Qur’an”. (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Kedua, makan hanya disaat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Takaran isi perut dibagi tiga. Sepertiga untuk makanan (benda padat), sepertiga untuk air dan sepertiga sisanya untuk udara (gas).

Baca Juga:  Jihad atas Nama Cinta

Nabi bersabda, “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan”. (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Ketiga, makan dengan tenang (thuma’ninah) dan tidak tergesa-gesa. Manfaat makan seperti ini membuat organ tubuh, khususnya pencernaan akan bekerja secara baik dan tidak tergesa-gesa pula. Makanan bisa dikunyah secara sempurna dan dapat dicerna oleh tubuh dengan baik. Sebab makanan yang gagal di cerna akan berakibat kanker di usus besar.

Keempat, cepat tidur dan cepat bangun. Kebiasaan beliau selalu tidur di awal malam setelah shalat Isya’ dan bangun pada paruh malam yang kedua. Beliau tidur secukupnya dan tidak menahan diri untuk tidur ketika mengantuk sekadar kebutuhan. Bila dihitung beliau tidur selama tujuh jam. Setelah shalat Isya’ sampai tengah malam.

Hal ini kemudian diteliti dalam sebuah riset kedokteran, hasilnya orang yang tidur sehari semalam lebih dari delapan jam beresiko kematian lebih cepat. Idealnya tidur sehari semalam antara enam sampai tujuh jam. Dan Nabi melakukan hal ini.

Cara tidur Nabi adalah dengan posisi kepala ke Utara dan miring ke kanan sambil berdzikir kepada Allah sampai mata terasa ngantuk. Terkadang miring ke kiri sebentar, kemudian balik lagi miring ke kanan. Cara tidur seperti ini merupakan cara tidur yang paling ideal dalam dunia kedokteran. Sebab posisi makanan pas dengan posisi lambung sehingga bisa mengendap dengan sempurna.

Kelima, istiqamah puasa sunnah. Seperti puasa hari Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, puasa enam hari bulan Syawal, puasa Asyura (Baca Juga : Keutamaan Puasa Asyura) dan yang lain. Sebagaimana maklum, selain menyehatkan ruhani puasa juga menyehatkan tubuh. Salah satunya, puasa menjadi penenang kerja organ tubuh hingga stamina tetap terjaga dan ampuh membersihkan racun dalam tubuh secara total. Inilah tips hidup sehat yang dicontohkan oleh Nabi dan secara medis memang terbukti sebagai gaya hidup sehat. Dengan demikian, sebagai penganut Islam, selain tujuan kesehatan ada nilai kesunnahan yang bisa diperoleh dengan mengikuti cara hidup sehat seperti Rasulullah. Nikmat sehat mahal harganya. Sebab itu wajib untuk selalu disyukuri dan dijaga.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

toleransi

Anjuran dan Batas Toleransi dalam Islam

Keragaman agama, suku, etnis, budaya dan agama merupakan anugerah Allah yang harus diterima. Dalam sebuah …

kiamat

5 Pertanyaan Allah Kepada Manusia di Hari Kiamat

Mati itu pasti. Setiap orang, setiap yang bernyawa pasti mati. Selain Allah, semua pasti mati. …