Mandi Hadast

Sudah Mandi Hadast Masihkah Perlu Wudhu Ketika Hendak Shalat?

Mandi Janabah atau mandi besar adalah salah satu cara menghilangkan hadast besar karena junub, haid, nifas dan melahirkan. Tharah atau bersuci dengan mandi ini aturannya sangat mudah sekali. Hanya berniat untuk menghilangkan hadast besar kemudian meratakan air diseluruh tubuh.

Ada pertanyaan yang sering terlontar seputar mandi besar ini ketika disandingkan dengan wudhu sebagai media menghilangkan hadast kecil. Perdebatan yang mengemuka adalah apakah setelah mandi besar boleh langsung melakukan shalat atau wajib berwudhu lebih dulu?

Imam Nawawi dalam kitabnya Raudhatu al Thalibin menjelaskan, ada ragam pendapat jika seseorang mengalami dua hadas sekaligus, yakni hadast besar dan hadast kecil. Pendapat pertama, dan ini pendapat yang shahih, menyatakan cukup mandi besar tanpa wudhu sekalipun di saat membasuh anggota badan ketika mandi tidak tertib mengikuti anggota wudhu.

Pendapat kedua menyatakan harus berniat mandi besar dan niat wudhu jika akan mencukupkan pada mandi besar saja. Sedangkan pendapat yang ketiga mengatakan wajib wudhu secara tertib kemudian membasuh seluruh anggota badan. Wudhu bisa dikerjakan diawal dan diakhir. Dan pendapat yang keempat mengatakan wajib wudhu secara urut dan membasuh sisa badan selain anggota wudhu.

Empat di atas berlaku jika hadastnya terjadi secara bersamaan atau hadast kecil lebih dulu kemudian hadast besar. Sedangkan kalau hadast besar lebih dulu baru kemudian hadas kecil, maka ada dua pendapat. Pertama, pendapat yang shahih sebagaimana perbedaan pendapat di atas. Adapun pendapat yang kedua mengatakan cukup sekali mandi tidak perlu wudhu.

Penjelasan ini sesuai dengan kaidah fikih yang termaktub dalam kitab al Asybah wa al Nadhair yang bunyinya, “Apabila ada dua hal yang sejenis berkumpul dan memiliki tujuan yang sama, maka secara umum salah satunya masuk pada yang lain”.

Baca Juga:  Tata Cara Berhubungan Suami-Istri dalam Islam

Di antara kasus yang masuk dalam kaidah ini adalah hadast kecil dan hadas besar berkumpul jadi satu, maka menurut madhab Imam Syafi’i cukup mandi saja tidak perlu wudhu. Sama halnya ketika seseorang junub, hadast kecil dan hadast sebab haid, maka cukup mandi sekali saja.

Bagikan Artikel

About Khotibul Umam

Avatar
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri