berteman dengan non muslim
menghormati tokoh non muslim

Tidak Boleh Berteman dengan Non Muslim ?

Kembali terdengar ungkapan yang berpotensi merusak persaudaraan dan kedamaian di tengah perbedaan yang ada di Indonesia. Adalah Syafiq Riza Basalamah yang melontarkan statemen “muslim tidak boleh berteman dekat dengan non muslim”.

Menurutnya, ada nasihat dari Rasulullah yang melarang muslim berteman dengan non muslim. Ia menambahkan, muslim hanya boleh sekedar berteman saja, akan tetapi tidak boleh terlalu dekat khawatir ikut-ikutan berbuat kekufuran.

Benarkah demikian? Perlu dibahas secara detail dan dengan pemahaman terhadap dalil secara benar dan utuh, bukan dengan pemahaman yang parsial.

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah bersabda: “Barang siapa menyakiti non muslim yang sanggup hidup berdampingan dengan orang-orang muslim, maka akulah musuhnya, siapa yang menjadi musuhku di dunia, maka aku memusuhinya di hari kiamat nanti”. (Syaikh Jalaluddin al Suyuthi, Jami’ al Shaghir: 158).

Hadist ini cukup jelas mengatakan bahwa Rasulullah justru menganjurkan untuk berbuat baik kepada non muslim yang bisa hidup berdampingan secara damai, rukun dan harmonis. Bahkan, Rasulullah mengancam umat Islam yang menyakiti mereka dengan ancaman orang tersebut sebagai musuhnya.

Tidak menyakiti mereka salah satunya adalah dengan cara memperbaiki mereka secara baik. Teman yang baik bukan hanya sekedar kenal dan bergaul, tetapi juga menjamin keselamatannya. Karena itulah, non muslim dijadikan sahabat karib pun tentunya tidak masalah.

Itulah sifat mukmin yang memiliki keimanan kuat. Iman yang kuat akan menimbulkan kasih sayang kepada sesama manusia. Tidak akan terpengaruh oleh keyakinan agama lain. Hubungan baik dengan non muslim hanya hubungan antar manusia sesama hamba Allah.

Dalam al Qur’an, Allah mengingatkan: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (Al Mumtahanah: 8).

Baca Juga:  Gosok Gigi itu Sunnah, Lihatlah Keutamaan dan Waktunya

Kriteria non muslim yang tidak boleh dijadikan teman adalah mereka yang memusuhi, memerangi dan bermaksud mengusir umat Islam dari negerinya.

Titah-Nya: Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan siapa pun yang menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim”. (Al Mumtahanah: 9).

Cukup jelas, bahwa berteman ataupun bersahabat dengan non muslim tidak dilarang. Bahkan, ini menjadi ciri mukmin yang memiliki keimanan baik. Karena keimanannya baik dan sempurna, tentu tidak ada kekhawatiran akan pindah agama atau keyakinan hanya gara-gara berteman atau bersahabat dengan non muslim. Bahkan, berteman dan bersahabat dengan non muslim membuka ruang dakwah untuk mengenalkan mereka terhadap ajaran agama Islam yang luhur dan mulia.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

pesan nabi menjelang ramadan

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …