hari kesaktian al Quran
hari kesaktian al Quran

17 Ramadhan Hari Kesaktian Al-Quran

AL-QURAN adalah kalamullah (firman Allah) diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW., penutup para nabi dan rasul. Banyak keutamaan yang terkandung dari nilai kemukjizatan yang agung ini yang embacanya saja merupakan ibadah kepada Allah SWT.

Di antara kemukjizatan Alquran yaitu lirik bahasanya yang tinggi di mana bangsa manusia dan bangsa jin tidak mampu menggubah satu bait-pun yang dapat menandingi nilai sastra ayat-ayat Alquran. Kemukjizatan Alquran yang lain ialah apabila seorang muslim membacanya ia akan mendapatkan kehormatan dan pahala yang besar dari Allah SWT. Dan sebagaimana kemukjizatan Al-Quran (juga) adalah janji Allah untuk melindunginya dari distorsi dan rekayasa dari orang-orang tidak bertanggungjawab sampai hari kiamat.

Lazim diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan sebagai nuzulul qur’an atau turunnya al-Qur’an pertama kali. Namun, dari catatan sejarah, tanggal ini masih ada perdebatan. Namun, lepas dari berbagai perbedaan itu, penulis ingin memaknai lebih jauh bahwa 17 Ramadhan adalah bukan sekedar nuzulul Qur’an tetapi Hari Kesaktian al-Qur’an. Kenapa?

Peringatan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Allah berfirman:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ…)

Terjemah Arti: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al-Baqarah: 185).

﴿إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾

Terjemah Arti: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan (Laitulqadr)” (QS. Al-Qadr: 1).

Dari dua ayat di atas diketahui bahwa waktu turunnya Alquran adalah pada bulan Ramadhan, tepatnya yaitu pada Malam Kemuliaan atau Lailatulqadr. Namun, terdapat beberapa perbedaan pendapat para pakar tentang penentuan tanggal permulaan diturunkannya Alquran. Namun, para ulama tafsir menyepakati bahwa ia pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad SAW pada malam Lailatulqadr tepatnya tanggal 25 Ramadhan tahun 610 M.

Baca Juga:  Pendangkalan Akidah atau Akidah yang Dangkal?

Akan tetapi, hal ini tidak berarti harus serta-merta mengklaim bahwa peristiwa Lailatulqadar dan peringatan Nuzulul Quran adalah setiap tanggal 25 Ramadhan tersebut. Karena Lalaitulqadr sendiri merupakan sebuah peristiwa agung yang “semi” dirahasiakan oleh Allah kepada umat Islam, dan tanggalnya pun berubah-ubah dari tahun ke tahun, hanya rasulullah SAW telah memberikan acuan kepada umat Islam untuk mencari Lailatulqadr itu pada malam-malam yang ganjil dari 10 terakhir bulan Ramadhan atau antara tanggal: (21, 23, 25, 27, dan 29) di bulan Ramadhan setiap tahun.

Sebagaimana di dalam sebuah hadits:

عن عائشةَ رضِيَ اللهُ عنها أنَّ رسولَ الله صلَّى الله عليه وسلَّمَ قال: (تَحرُّوا لَيلةَ القَدْرِ في الوَتْر من العَشرِ الأواخِرِ من رمضانَ) رواه البخاريُّ (2017).

Artinya: Dari Ibunda Aisyah ra. bahwa rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatulqadr pada malam-malam ganjil dari 10 terakhir Ramadhan” (HR. Bukhari 2017).

Kenapa Hari Kesaktian Al-Quran?

Allah SWT tidak merincikan tanggal tertentu peristiwa Lailatulqadr, yang juga merupakan hari awal mula diturunkannya Alquran. Nabi Muhammad SAW hanya memberikan sinyal antara tanggal: 21 – 23 – 25 – 27 dan 29 Ramadhan atau pada malam-malam ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan.

Umat Islam sulit dan berbeda dalam menentukan suatu tanggal prasasti sejarah untuk memperingati sebuah peristiwa besar dalam sejarah peradaban umat manusia sepanjang masa, yaitu hari peringatan nuzulul quran. Negara Kerajaan Maroko dan negara-negara Barat Islam yang bermazhab Maliki mengambil kebijakan menghidupkan Lailatulqadr dan sekaligus memperingati hari nuzulul quran pada tanggal 29 Ramadhan setiap tahun.

Sebagian negara Islam yang lain termasuk Indonesia memperingati peristiwa turunnya Alquran (Nuzulul Quran) pada tanggal 17 Ramadhan setiap tahun, meskipun sebenarnya tidak relevan dengan konteks ayat Alquran dan hadits nabi Muhammad SAW tentang Alquran dan Lailatulqadr di atas. Mereka menetapkan tanggal 17 Ramadhan tersebut berdasarkan catatan sejarah dalam sebuah peristiwa besar yang – konon – telah menjadi penentu strategis dalam keberlangsungan dakwah Islam hingga kini, yaitu peristiwa perang Badar yang agung.

Baca Juga:  Dear Yahya Waloni: PPKM Darurat Itu Sesuai Syariat Islam, Ini Penjelasannya!

Perang Badar adalah gerakan bersenjata pertama dalam sejarah kemiliteran umat Islam. Secara mutlak, sebuah pertempuran yang dahsyat antara pasukan umat Islam – yang masih sedikit jumlahnya saat itu – melawan pasukan besar dan raksasa perang dari tentara koalisi kaum musyrik Quraisy Makkah, kelompok munafiq dan Yahudi Madinah.

Kedua pasukan, secara kuantitas dan kualitas, sangat tidak seimbang. Tetapi karena izin dan pertolongan Allah SWT, maka perang Badar berhasil dimenangkan oleh pihak umat Islam. Jalannya peperangan hebat ini di zoom secara Live oleh Allah di dalam surah al-Anfal, berfirman:

Terjemah Arti: “Ingatlah ketika kamu (Muhammad) memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu (tantara) malaikat yang datang berturut-turut; Dan tidaklah Allah menjadikannya sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana; Ingatlah ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian); (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. “Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka” (QS. Al-Anfat: 9-12).

Kedahsyatan dan pengaruh pengaruh perang Badar menurut sejarahwan terjadi pada tanggal 17-18 Ramadhan 02 H atau bertepatang dengan tanggal 15-16 Maret 624 H. Perang ini adalah titik awal dari berdirinya kedaulatan negara Islam pertama yang dibangun oleh nabi Muhammad SAW di Madinah, dan sekaligus penuntu strategis dari keberlangsungan dakwah Islam dan kesinambungan turunnya Wahyu sebagai tuntunan dan petunjuk bagi umat manusia sampai hari kiamat.

Baca Juga:  Nuzulul Qur’an (3) : Bagaimana Seharusnya Memegang HP yang Ada Aplikasi Al-Qur’annya

Karena tidak dapat dibayangkan seandainya umat Islam kalah dan bahkan – Na’udzu Billah – jika nabi Mumammad terbunuh pada saat itu, maka dipastikan sejarah akan berwujud lain dan mungkin agama islam dan Alquran sudah terkubur dalam perang Badar tersebut, yang kini tertinggal hanya nama.

Oleh karena itu, ditetapkan tanggal 17 Ramadhan adalah “Hari Kesaktian Alquran”. Dan kesimpulan ini ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Alquran pada rentetan ayat-ayat kisah perang Badar dari surah al-Anfal, Allah berfirman:

(وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ )

Terjemah Arti: “dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan” (QS. Al-Anfal: 41).

Hari Al-Furqan atau hari kesaktian Alquran yaitu hari bertemunya dua pasukan di dalam Perang Badar yang agung.

Wallahua’lam!

Bagikan Artikel ini:

About Dr. Med Hatta

Avatar of Dr. Med Hatta
Koordinator Himpunan Alumni Marokko di Indonesia (HIMAMI)

Check Also

haji 2020

Hukum Menunaikan Haji Lebih dari Satu Kali

Berdasarkan kesepakatan ulama bahwa ibadah haji diwajibkan hanya satu kali saja seumur hidup dan jika sudah menunaikannya maka gugurlah kewajiban itu.

kota makkah

Kota Makkah (4) : Sentra Bisnis Tertua dan Pusat Spiritual dan Sosial Umat

Dahulu Kota Makkah tidak hanya menjadi pusat spiritual tetapi juga aktifitas sosial dan ekonomi dari berbagai negara.